3

Impian Gadis Ndeso

igvi5743big

Judul    : Selebriti

Penulis    : Alberthiene Endah

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Cetakan    : Pertama, Juli 2008

Tebal    : 488 halaman

“Astaga, Tebal sekali!” mungkin itu ucapan yang bakal kamu utarakan ketika melihat novel berjudul Selebriti ini. Memang itulah adanya. Novel karya Alberthiene Endah ini berisi 488 halaman. Alberthiene Endah adalah penulis produktif yang menghasilkan tulisan yang penuh inovatif. Ia juga seorang pemimpin redaksi suatu majalah, juga pernah menjadi redaktur. Maka tak ayal, jika tangannya berhasil membuat tulisan hingga hampir lima ratusan halaman, seperti Selebriti ini.

Selebriti berkisah tentang impian seorang perempuan desa, Icha. Entah mengapa, dunia selebriti dan segala gonjang-ganjingnya menjadi arah mata angin yang paling memukau bagi Icha. Sebuah dunia yang dianggapnya sebagai daratan paling indah dalam gelinjang hidup manusia. Ia tersedot ke dalam arus kuat mimpinya, ingin berkiprah di sana, di dunia selebriti. Ia ingin keluar dari kepompong gelar gadis kampung tak punya masa depan. Gadis kampung yang hanya bisa melihat artis-artis dari televisi.

Lewat bantuan Deden, mantan kekasihnya yang telah berwujud jadi banci, Icha berhasil menjejakkan kaki di Jakarta dan meraih karier sebagai manajer artis. Setidaknya ada tiga artis yang pernah ia manajeri. Poppy, penyanyi dangdut sekaligus menjabat sebagai wanita selingkuhan. Boyke, penyanyi yang terlibat dengan narkoba. Terakhir, Donna, masih penyanyi juga, walau terlihat lebih baik dibanding Poppy dan Boyke, ternyata Donna juga punya rahasia nista. Punya pacar-pacar gelap  dan adanya perang dingin antara Donna dengan orang tua kandungnya adalah rahasia nista biduan terkenal ini.    Setelah jumpalitan mengurusi ketiga artisnya yang dianggapnya “lebih edan dari penyakit kejiwaan paling kronis”, tetapkah dia mengagungkan ingar-bingar dunia keartisan? Simak kisahnya dalam novel ini.

Sungguh cerita yang menggelitik, yaitu dari bagaimana seorang gadis desa yang punya mimpi bisa bertemu artis. Tentunya tidak hanya Icha yang punya keinginan seperti itu, menemukan kegemilangan yang paling gemilang, dunia selebriti. Berimpitan dengan Luna Maya, Agnes Monica, Tora Sudiro, dan Dude Herlino. Tapi masalahnya apakah semua itu bisa terwujud? Jika kamu punya cita-cita seperti itu, sepertinya mungkin-mungkin saja terwujud. Namun,kamu akan sadar ketika membaca novel ini. Semua yang tampak bagus dari luar, belum tentu bagus di dalam. Setidaknya seperti itulah artis yang disampaikan oleh Alberthiene Endah.

2

Kisah Hidup Anak Autis

Judul : The Boy Who Ate Stars
Penulis : Kochka
Alih bahasa : Rahmani Astuti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2008
Tebal : 104 halaman

Mungkin bagi sebagian orang mendengar kata autis sudah ngeri, apalagi kalau autis itu berada di sekitar kita, entah apa yang terjadi. Melalui The Boy Who Ate Stars yang diartikan sebagai anak lelaki yang menelan bintang-bintang, Kochka berusaha untuk membuka tabir sikap anak autis, yang bagi kita adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental.
Cerita dalam novel ini bermula ketika Lucy yang baru saja pindah ke Rue Merlin, Paris bertemu dengan salah seorang anak autis bernama Matthew. Marie, Ibu Matthew, yang mengatakan bahwa anaknya autis. Awalnya Lucy melihat tidak ada perbedaan antara Matthew dengan anak normal lainnya, tetapi setelah itu ia tahu mengapa Matthew dikatakan autis. Lucy mengetahui ciri-ciri autis itu sendiri setelah diberitahu ayahnya. “Autis adalah penarikan diri dari patologis ke dalam dunia batin yang mengakibatkan hilangnya kontak dengan realitas dan ketidakmampuan berkomunikasi dengan orang lain,” kata ayahnya menjelaskan. Kebetulan sekali Lucy menemukan ciri-ciri autis itu pada Matthew setelah beberapa lama kenal.
Maka tak heran jika Matthew tiba-tiba saja berbicara sendiri, lalu marah, berlari entah kemana, dan kadang ia juga menirukan segala sesuatu di dekatnya. Tapi Matthew beruntung, walau ia seorang autis, masih ada orang yang sayang dengannya, Ibunya, Lucy, dan Francois. Terutama Lucy. Jika sudah besar kelak Lucy ingin mengajar anak-anak autis. Ia yakin suatu hari nanti Matthew akan berubah menjadi orang biasa dan itu bukan hanya dalam berkomunikasi, tapi dalam pembauran total.
Anak autis bukanlah anak yang terlahir dengan serba keterbelakang, karena mereka juga manusia biasa, mereka bisa berbicara, juga bisa berpikir, juga bisa bergaul. Hanya saja kadang kontak yang begitu kuat dengan realitas, bisa membuat manusia menjadi benda. Itulah kira-kira makna yang ingin disampaikan buku setebal 104 halaman ini.
Agaknya ini dapat dijadikan referensi bagi kita yang memiliki stigma negatif pada anak autis atau juga buat anak-anak yang punya teman autis. Ke-autisan seorang anak bukanlah akhir dari kehidupannya.

1

Cinta Antar Dua Budaya

Judul : Jasmine
Penulis : Sholeh Gisymar
Penerbit: Idola Qta, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Juli 2008
Tebal : 120 halaman

Bak jamur yang muncul di musim hujan. Agaknya begitu anggapan kita belakangan ini ketika bentuk “kedua” dari novel best seller Ayat-Ayat Cinta bermunculan. Tapi apa yang hendak dikata, karena di sanalah hukum ekonomi berlaku. Namun, sayangnya pembaca telah pintar. Pembaca sudah bisa membedakan novel yang pantas dan tidak pantas untuk dijadikan bahan bacaan. Maka tak heran jika banyak novel yang katanya mencontek itu tak laku dipasaran. Walau demikian, Sholeh Gisymar dengan berani menulis Jasmine. Tampaknya ia berusaha untuk menggubris segala pandangan negatif pembaca terhadap novel yang terbit “belakangan”.
Novel ini bercerita tentang kisah cinta Husin di negeri yang jauh di seberang sana, Mesir. Sekilas mungkin Anda akan berpikir bahwa cerita dalam novel ini mirip dengan pendahulunya, Ayat-Ayat Cinta. Tapi jika membaca lebih lanjut, Anda baru tahu bahwa novel ini berbeda dengan novel Ayat-Ayat Cinta atau novel sejenis lainnya.
Husin adalah editor buku-buku karya sastra Arab yang sedang mendalami ilmunya di Mesir. Selain itu, perusahaan tempat Husin bekerja memintanya menemui Anis Manshour, sastrawan yang paling disegani di Mesir, dengan tujuan supaya karya Anis bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Namun di sela-sela tugasnya, Husin diserang virus cinta ketika menemui sesosok wanita di Attaba. Jasmine namanya, gadis bermata biru yang telah menawan hati Husin. Dengan sekejap Jamine telah menyihir Husin menjadi laki-laki dimabuk cinta. Baru kali ini Husin merasakan dan tau yang namanya cinta.
Berbagai upaya dilakukan Husin untuk bisa terus berdekatan dengan Jasmine, walau sebenarnya Jasmine dikawal oleh Taufiq, pria berkulit hitam, yang menurut Husin memiliki wajah yang menunjukkan kekerasan jiwanya.
Tapi akhirnya Husin dapat juga menaklukkan hati Jasmine. Namun ketika cinta itu terbentuk, mereka dihadapkan oleh rintangan budaya dan pemahaman agama yang berbeda, yang melekat pada masing-masing mereka. Benarkah cinta itu abadi, tak tergoyahkan dan tak mampu dihalangi? Akankah Husin benar-benar mendapatkan pujaan hatinya, Jasmine, gadis Iskandariyah, Mesir itu? Temukan jawabannya di dalam novel setebal 120 halaman ini.
Ketika Anda selesai membaca buku ini, saya yakin Anda akan percaya pada saya, bahwa novel ini berbeda dari novel lain. Bagaimana tidak? Novel ini dikemas hanya dengan 120 halaman, tetapi rasanya novel seperti punya ribuan halaman dengan konflik yang dimunculkan penulis. Belum lagi ketika gaya bahasa yang digunakan sangat metaforik dan mendayu-dayu, hati ini pun seolah menjadi si “aku”. Namun, tak manusia namanya kalau tidak punya kesalahan, karena bagi mereka yang paham akan Islam ada beberapa hal kesantunan dalam Islam yang dilanggar dalam novel ini. Tapi walau demikian, penulis telah membuat pembaca menjadi semakin mengerti apa artinya cinta.

2 responses »

  1. aku suka karya mbak alberthiene endah,khusus’a yg berjudul “dicintai jo”
    aku ingin sekali memilki novel tersebut,tapi beberapa toko buku yang aku temui tidak aku temukan.
    o iya mbak,aku pengen film’a di putar lagi di televisi.
    buat mbak sukses selalu y.

    salam
    raramaniez

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s