Catatan Bandara Kuala Namu

Standar

Akhirnya, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Medan, kembali boleh berbangga. Pasalnya bandara baru yang digadang-gadang menjadi salah satu bandara termodern di negeri ini telah beroperasi. Kuala Namu International Airport (KNIA), begitu nama bandara tersebut. Dengan luas terminal hingga 120 ribu m2 dan apron hingga 30 ha, serta panjang runway yang mencapai 3750 meter, bandara ini dipastikan bisa menampung hingga 10 juta penumpang/tahun dan 30 pesawat di apron/jam

Hmm. Beberapa hari yang lalu saya baru saja menikmati suasana Kota Medan. Tapi sayang,untuk kali pertama ke sana, saya tak mendapati mendarat di bandara yang disebut-sebut sebagai bandara terbesar nomor dua di Indonesia. Namun, tentu saya masih beruntung bisa melihat kondisi terakhir Bandara Polonia, yang menurut saya dan juga banyak orang lain, sudah tak layak lagi menampung sekian banyak masyarakat Indonesia dan dunia yang ingin mengeskplor Sumatera Utara, yang memiliki banyak kota tua yang eksotik, serupa saya menikmati Yogyakarta. Tentunya masih terbesit keinginan untuk mendarat di bandara yang menurut saya arsitekturnya mampu menyamai Incheon International Airport di Korea Selatan dan Ninoy Aquino International Airport di Filiphina.

101737615911c64304ed1fccd2d38bd586490890
Berdasarkan informasi yang saya peroleh, penerbangan Air Asia dari Bandung ke Medan adalah pesawat yang terakhir kali mendarat di Polonia. Sementara yang pertama kali mendarat adalah pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta. Wah, mereka-mereka yang menjadi pertama, pasti tak kan pernah melupakan moment menjadi pertama itu..:)

Dengan sebegitu menariknya bandara ini, akses menuju bandara pun jangan sampai dilupakan. Inilah yang kemudian menjadi catatan saya dan mungkin juga sebagian orang, agar KNIA tampil lebih baik lagi melayani para penumpang pesawat. Setidaknya menurut buku panduan bandara KNIA yang saya baca dari salah satu airline, setidaknya ada tiga alat transportasi yang dapat kita gunakan untuk mencapai lokasi bandara yang terletak di Kab. Deli Serdang ini. Pertama, damri. Berdasarkan urutan biaya, naik Damri adalah yang termurah, biayanya sekitar Rp. 10 rb dari dan ke Amplas, sementara Rp. 15 rb dari dan ke Plaza Medan. Kedua, kereta api. Naik kereta banyak menjadi pilihan karena terhindar dari macet selama perjalanan. Dengan membayar Rp. 80 rb, kamu bisa berangkat ke atau dari Stasiun Medan. Ketiga, taksi. Menggunakan taksi biasanya adalah alternatif terakhir yang bisa digunakan, tapi tak ada salahnya jika alat transportasi ini juga diberitahu. Setidaknya dari pusat kota Medan, kamu harus merogoh kocek Rp 130 – 150 rb. Keempat, mungkin bakal ada ojek motor atau sudako jurusan bandara.🙂

Kemacetan Kota Medan serta keterbatasan lahan parkir adalah catatan yang perlu dibenahi oleh pemerintah setempat. Stasiun Medan misalnya. Saya waktu itu menunggu tante dari Tanjung Gading, yang notabene adalah daerah yang tak terlampau padat penduduknya, jumlah penjemputnya luar biasa ramainya, sehingga jalan raya depan stasiun macet total, karena memang tak ada lahan parkir. Bisa diprediksi apa yang akan terjadi jika tiap beberapa menit, stasiun ini akan kedatangan dan memberangkatkan banyak penumpang menuju bandara. Hmmm, alih-alih bisa datang in-time, bisa-bisa banyak penumpang yang telat check-in. Selain itu, belum adanya rolley pengangkut bagasi penumpang di Stasiun Medan juga harus menjadi perhatian serius bagi pengelola bandara KNIA.

Semoga dengan catatan kecil saya melalui kunjungan singkat ke Medan ini, KNIA bisa lebih baik lagi dan benar-benar mampu menjadi bandara kelas Internasional. Karena merawat yang ada lebih sulit dibanding membuat yang belum ada.

Ba’da Subuh di Kota Pekanbaru, 15 Ramadhan 1434 H

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s