Negeri Ini Memang Lucu

Standar

Film bertajuk “Alangkah Lucunya Negeri Ini” telah berlalu beberapa saat. Namun, bukan berarti masa-masa kelucuan negeri ini berakhir, malah negeri ini semakin lucu. Ah, mungkin kawan kira saya sedang mencoba menghibur diri dengan membuat sebuah lelucon. Tidak sama sekali. Ini adalah sebuah fakta yang kawan harus tahu mengenai kelucuan negeri ini.

Pertama, kawan-kawan sesekali lihatlah tayangan berita di televisi. Sudah banyak model siaran berita yang cukup bagus dibanding Dunia Dalam Berita pada tempo dulu. Bedanya, kawan saat ini harus ekstra pintar menangkap isi berita. Karena yang saya lihat, sekali lagi yang saya rasakan, dan ini memang asumsi pribadi saya, sudah banyak awak media dan pemilik media itu, tak lagi memberitakan kebenaran. Walau masih ada sedkit media yang benar-benar benar, tapi hampir tak berpengaruh, media yang tak benar terlalu banyak. Demi meningkatkan popularitas, media-media tak benar itu tidak pernah segan menyudutkan salah satu pihak walaupun salah satu pihak itu merasa dizalimi. Masih ingat kala Rohis disangka sarang teroris oleh Metro TV. Di satu sisi, mungkin media besutan Pak Surya Paloh itu akan bergeming dengan rating yang tinggi, begitupula melihat reaksi penonton yang akhirnya banyak antipati dengan Rohis, pun perasaan bangga membuncah dari kalangan awak media, karena berita mereka berdampak. Tapi coba lihat di sisi lain, lihatlah mereka (termasuk saya) yang disudutkan. Tak banyak yang menghiraukan. Saya pernah terlibat aktivitas Rohis dari SMA hingga kuliah. Tapi kami tidak pernah diajarkan menjadi teroris. Sejak saat itu saya tak pernah percaya dengan media. Nonton hanya sekedar nonton. Menonton panggung komedi di layar televisi. Inilah kelucuan negeri ini. Bangsa ini menjadi beringas dan membenci sesuatu hanya karena gosip yang tengah mewabah di media-media besar. Tanpa tahu kebenaran yang sebenarnya, sebagian besar masyarakat yang katanya cerdas langsung meng-aminkan berita-berita tersebut.

Kedua, lihatlah kasus tabrak maut yang dilakukan oleh Afriani di Tugu Tani. Lalu bandingkan dengan kasus yang sama tertimpa pada putra Pak Hatta Radjasa. Sudah proses bandingnya? Nah, jika sudah, coba tebak bedanya? Yup, benar. Jika Afriani ditahan, maka putranya pak Hatta Radjasa malah enggan ditahan oleh pihak peradilan manapun. Lucu, kan? Ya iyalah, gimana tidak lucu. Padahal sebenarnya Afriani bisa saja tidak ditahan seandainya proses tabrak maut itu terjadi setelah tabrak maut yang dilakukan oleh anak Pak Hatta Radjasa. Loh, kok bisa? Kuncinya adalah Afriani harus “pura-pura” terganggu jiwanya agar bebas dari proses peradilan. Saya berani mengatakan ini karena tidak tahu persis keadaan putra Pak Hatta Radjasa, saya mohon maaf atas ini. Tapi jikapun benar-benar terganggu jiwanya, saya dan kita semua hanya bisa mendoakan semoga proses gangguan jiwanya tak berlangsung lama, karena jalan anaknya masih panjang. Nah, jika sudah sembuh, yuk mari diadili. Cepat sembuh ya Rasyid. Dan mari kita saksikan panggung kelucuan sesudahnya.

Ketiga, dan ini yang terakhir. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ceritakan tentang kelucuan negeri ini, tapi karena ada perihal lain yang ingin saya kerjakan, saya hentikan di sini saja. Karena takut juga hal lucu bagi saya, malah biang kemarahan bagi yang lain. Nah, kelucuan ketiga adalah mengenai perlakuan istimewa oleh KPK kepada satu-satunya partai terbaik tanpa korupsi 2012, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kenapa? Karena KPK mencetak sejarah besar sejak awalnya berdiri lembaga anti korupsi ini, proses membuat mantan Presiden PKS, Pak Luthfi Hasan, menjadi tersangka dan proses penahanan berlangsung hanya satu hari. Sekali lagi, satu hari. Luar biasa kelucuan yang dilakukan oleh lembaga pimpinan Pak Abraham Samad itu. Lihatlah kasus Century, kasus Hambalang, dan kasus-kasus lainnya. Proses tersangka, yang kemudian ditahan, berapa lama membutuhkan waktu mengumpulkan bukti? Bahkan hingga kini, bukti-bukti itu tidak terkumpul. Mudah sekali mencari bukti korupsi untuk mantan presiden partai bebas korupsi? Wah, kelucuan apalagi ini? Ada konspirasi? Ah, saya tidak berani terlalu jauh kawan berbicara hal ini, karena kita butuh bukti. Tapi tak masalah kawan, jika berita ini memang kelucuan yang dibuat-buat, kita tunggu saja kapan dalang kelucuan ini akan terungkap.

Demikian laporan kelucuan singkat saya kawan, jika ada yang kelucuan lain yang ingin di-share atau ada yang ingin mengoreksi informasi kelucuan negeri ini, silakan. Tapi saya harap dengan bahasa yang sopan. Maklum kawan, saya sedang belajar menggunakan bahasa yang sopan. Bagi kawan-kawan yang merasa dizalimi atas tindak tanduk kelucuan yang dilakukan oleh dalang-dalang “pelawak” negeri ini, berbesar hati lah kawan. Dunia ini memang hanya tempat permainan dan senda gurau. Jadi tak patut terlalu dirisaukan. Kekuatan Tuhan maha dahsyat untuk mengungkap semua. Yang harus kita lakukan adalah sama-sama berbenah diri untuk terus menjadi insan yang baik dan bermanfaat bagi sesama. Satu lagi, mari kita membuka hati membaca situasi di negeri ini. Wallahu’alam.

Di Tengah Badai Salju, 19 Rabi’ul Awal 1434 H

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s