Mengapa Mereka Benci Rohis?

Standar

Untuk kali ini saya tidak akan berpanjang lebar untuk membuka tulisan ini. Karena hati ini terlalu gelisah untuk segera mencurahkan dalam sebuah tulisan.

Kawan, hingga kini saya masih menanyakan dalam hati, “mengapa “mereka” benci Rohis (kerohanian Islam, red)?” Untuk kesekian kalinya. Tapi kali ini, saya ingin berbagi kawan, agar “anak-anak” Rohis yang mungkin selama ini “dianggap” salah bisa memperbaiki diri hingga mengapa “mereka” benci Rohis?

Beberapa hari yang lalu, rekan-rekan saya di Universitas Riau benar-benar harus berjuang menghadapi kebrutalan mahasiswa, yang didominasi oleh oknum mahasiswa Universitas Riau itu sendiri. Terlalu banyak spekulasi yang beredar mengenai terjadinya bentrok fisik antar mahasiswa satu atap yang seharusnya saling menjaga dan menyayangi bak sebuah keluarga, tanpa harus memandang dari agama atau golongan manapun. Namun, sayangnya ada orang-orang yang tidak senang dengan ukhuwah yang tetap terjaga. Jika dibingkai dalam sebuah frame, maka frame itulah yang menjadi inti bermulanya kerusuhan di Universitas Riau. Frame itu adalah sebuah pernyataan dari orang-orang, yang hingga kini sulit saya definisikan siapa itu, yang jelas orang-orang itu benci Rohis. Orang-orang ini kemudian saya sebut “mereka.”

Bagi sebagian orang tahu bagaimana peran Rohis mengantarkan banyak kadernya untuk menjadi pemimpin kelembagaan di kampus. Ada yang berhasil, ada pula yang belum berhasil. Yang kemudian menjadi masalah adalah pada kelembagaan kampus yang selalu dimenangkan oleh ikhwah-ikhwah di Rohis. Saya ingin menanyakan kepada khalayak mahasiswa yang pernah dipimpin oleh kader-kader Rohis. Apakah pernah mereka meninggalkan citra buruk usai kepemimpinannya. Jika jawabnya pernah, saya mewakili rekan-rekan Rohis yang berbuat salah,  meminta maaf kepada rekan-rekan mahasiswa yang tersakiti hatinya dan terlukai jiwanya.

Tapi saya berharap, kekecewaan rekan kepada Rohis bukan karena aturan jam malam yang diberlakukan, aturan interaksi antar anggota kelembagaan, aturan penyelenggaraan kegiatan yang ketat, atau aturan-aturan lain. Karena aturan itu baik kawan. Aturan itu telah mengacu kepada ajaran-ajaran agama manapun kawan. Aturan jam malam dibuat agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan setan kawan. Aturan penyelenggaraan kegiatan, agar kerja-kerja kita bernilai ibadah kawan, ataupun aturan-aturan lainnya, semuanya dipertimbangkan apa manfaat dan apa pula mudharatnya.

Sekali lagi, saya ingin “mereka” terus terang, apa yang membuat “mereka” benci dengan Rohis? Jika “mereka” tidak bisa menyebutkan kenapa benci Rohis, lantas apa yang “mereka” perjuangkan? “Mereka” harus tahu kawan, pemilihan siapa kader Rohis yang akan diusung untuk menjadi calon ketua kelembagaan bukan merupakan proses yang mudah. Ada beberapa tahap panjang yang harus dilalui kawan. Dan “mereka” juga harus tahu, tidak ada satu pun kader yang mau mengusulkan dirinya kawan, karena  mereka tahu bahwa jabatan itu adalah sebuah amanah. Jadi sederhana saja kawan, jika “mereka” ingin mencoba menjadi pemimpin tanpa ada dasar, ya konsekuensinya “mereka” harus benar-benar siap mengikuti mekanisme yang ada. Sederhana saja bukan?

Lantas jika ingin merebut kemenangan bukan dengan kekerasan kawan, seperti yang dilakukan oleh “mereka” diberbagai kampus di Indonesia, seperti baru-baru ini terjadi di Universitas Riau. Tampaknya “mereka” harus berkaca pada kader Rohis di Universitas Gadjah Mada. Banyak di antara “mereka” yang berada di UGM gegap gempita meneriakkan kemenangan ketika berhasil mengalahkan kader Rohis dengan cara yang lebih baik.  Kader Rohis UGM tidak gelap mata, lalu membuat rusuh kawan. Kader Rohis UGM menerima dengan hati yang lapang dan saya tahu itu, karena saya di sini. Menyaksikan bagaimana kader-kader Rohis itu terus melakukan muhasabah untuk menjemput kemenangan-kemenangan di masa mendatang.

Lalu, apa pula hak “mereka” meneror keterlibatan partai dalam Rohis kawan. Saya ingin memberitahu “mereka” kawan, bahwa tidak ada pernyataan tertulis atau pun lisan dari seorang kader Rohis, bahwa kelembagaan Rohis berada di bawah salah satu partai. Menjadi kader sebuah partai itu adalah hak masing-masing individu kawan. Jadi jangan pula “mereka” membawa-bawa nama partai yang terlanjur baik dalam sebuah masalah yang ada di antara kita. Saya hanya lucu saja, kenapa “mereka” mempersalahkan kader Rohis yang menjadi kader partai. Saya punya bukti bahwa di antara “mereka” itu ada yang menjadi kader-kader dari partai sampah busuk di negeri ini. Partai yang menjadi sumber-sumber koruptor dan penghambat majunya negeri ini. Partai-partai yang tidak senang dengan parta-partai yang mencoba untuk memperbaiki bangsa ini.

Saya hanya mengirimkan salam ke rekan-rekan Rohis yang ada di manapun berada. Antum-antum semua adalah lilin di tengah gurun pasir yang harus mampu menerangi setiap jiwa-jiwa yang masih “gelap”. Penyucian jiwa harus terus sama-sama dilakukan agar niat-niat menjadi lurus dan diberkahi oleh Allah swt. Sudah tidak adalagi kata eklusivisme dalam setiap nafas dan tindakan kader Rohis, tunjukkan lah kemampuan, wahai kader Rohis. Segera perbaiki diri jika memang dalam setiap agenda-agenda dakwah ada yang tersakiti, jangan ini dibuat berlarut-larut.

Salam semangat terkhusus buat kawan-kawan yang telah dizhalimi oleh “mereka” yang hingga kini sulit saya definisikan jenis manusia apa “mereka” itu. Wallahuallam.

 Yogyakarta, 27 Rajab 1433 H di penghujung sore yang penuh suara gemericik air.

18 responses »

  1. sepertix dari nada tulisnya, dari picturenya saya cukup kenal dgn ikhwah yang punya blog ini. Beliau adalah kader dri Unri yang pernah kutemui langsung, di kampus orangnya supela, mudah bergaul, dengan mobilitas yang cukup tinggi dan satu lagi, ikhwah ini subhanallah sekali. Ganbatte, akhy🙂

  2. Sobat,tak ada satu pun manusia yang boleh mengklaim kebencian atas manusia lainnya,terutama rohis…hanya saja mungkin yang dijadikan landasan perbenturan adalah keterlibatan rohis dalam kadernya yang kebanyakan di Partai,maaf sobat ini perlu diluruskan..ini lah yang sering dijadikan perdebatan sobat

    • Salam kenal mas ryan. Saya sepakat sekali dengan mas ryan, ini hanya pandangan dan pengalaman saya saja, semoga saya salah dan sebenarnya “mereka” itu sebenarnya mendukung segala kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama..

  3. Anda sok tahu, jangan bicara kalo tidak tahu, silahkan baca kronoligis kejadian dari 2 versi. di situ terlihat jelas bahwa Rohis memaksakan kehendak dalam konggres dengan tidak mau berdialog karena kesalahan yang mereka perbuat. Bukan persoalan kalah menang, tapi persoalan bagaimana kita menghargai perbedaan dan kemajemukan. jangan mau menag sendiri, jangan beranggapan akan masuk sorga semua, karena anjing asaj yang jelas2 haram masih di persilahkan Allah SWT untuk masuk sorga.

    • Salam kenal jenewar. mohon maaf sebelumnya atas kekurang tahuan saya membuat kamu kurang senang. Saya sudah membaca kedua kronologis.dan saya juga pernah mengalami hal yang sama ketika mengawali pemira di Unri 3 tahun berturut-turut. dan saya berada di Pekanbaru pada 7-11 Juni yang lalu. Benar kawan, kita harus menghargai perbedaan dan kemajemukan, saya rasa kawan-kawan Rohis tidak ada mempermasalahkan hal ini. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang tidak dapat menerima keadaan yang sebenarnya. Saya rasa kawan-kawan rohis juga tidak pernah mengklaim akan masuk syurga dan yang tidak sejalan dengan rohis akan masuk neraka. Amalan binafsi yang menentukan kita akan masuk syurga atau neraka. Memberi tahu mana yang haq dan mana yang bathil juga bukan hak prerogatif anak Rohis saja kawan, semua kita bisa menyampaikannya, asal dengan cara yang ahsan. Wallahualam. Mohon maaf atas segala ucapan yang kurang berkenaan di hati kawan Jenewar..Jika memang ada anak rohis yang seperti kawan sebutkan, coba komunikasikan kepadanya dengan baik, saya rasa mereka akan mengerti.

    • Salam kenal Mas Rio. Boleh saja mas, asal tidak menjadi bahan adu domba bagi sebagian media massa yang ada saat ini. Semoga Suara Riau mampu menjadi media yang cerdas dalam hal pemberitaan. Amin ya Rabb.

      • terimakasih, sebelumnya saya pikir semua media ingin memberikan informasi yang up to date, jadi tidak ada media yg ingin mengadu domba. saya tertarit tulisan ini karena saya melihat bukan suatu pembelaan tapi sebaliknya. tulisan ini saya akan muat di halaman profile di http://www.suarariau.com untuk foto mungkin saya ambil foto anda yg ada di blog ini.

  4. air mataku jatuh seiring dengan tulisan ini..
    semoga kebenaran tetap menjadi kebenaran ^^
    keep hamasah😀
    ini belum apa2 nya dengan cobaan dakwah Rasulullah SAW

  5. Subhanallah…
    Ini bena-benar luar biasa, sangat menyentuh hati… Kita rindu dengan orang-orang yang berpihak kepada kebenaran karna Allah selalu memberikan jalan terbaik untuk itu. Cobaan ini menunjukkan bahwa Allah sayang kepada kader-kader Rohis. Dulu di masa Rosulullah Saw., betapa banyak orang-orang yang tidak senang dengan agama ini, bahkan paman Nabi pun begitu, seperti Abu Jahal, Abu Lahab dll. Wallahualam…
    Buat Mas Indra, salam sayang dari adikmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s