Kenal dan Lulus?

Standar

Entah kenapa saya tiba-tiba ingin menulis malam ini. Padahal sebenarnya mata saya sudah terlalu redup untuk masi hidup. Tapi tak apalah selagi masih ingat, takut tak lagi sempat. Maklum, kadang waktu nulis tersita oleh waktu yang terbuang sia-sia.

Olrait, tak usah berpanjang-panjang, saya hanya mengisahkan suatu kejadian aneh belakangan ini. Petang sore saya mendapat sms yang menanyakan kabar dari teman lama. Lalu di akhir pembicaraan ia menanyakan ada kenal ga dengan salah satu kepala rumah sakit  atau siapalah pejabat di sana. Ya, karena memang tidak punya, saya bilang saja tidak ada. Ujung-ujungnya ternyata ia ingin ikut tes pegawai kesehatan yang dibuka oleh rumah sakit tersebut. Lantas apa hubungannya dengan harus kenal untuk ikut tes?

Well, saya waktu itu tidak terlalu menggubris. Nah, tadi sore saya di sms lagi. Kali ini adik tingkat saya. Beliau menanyakan kenal apa ga dengan pimpinan salah satu provider telekomunikasi terkemuka di negeri ini. Saya juga jawab ga kenal, karena saya ga pernah berhubungan langsung dengan pimpinannya. Rasa penasaran pasti muncul. Ada apa? Eh, ternyata jawabnya hampir serupa. Keponakannya akan melaksanakan magang di sana. Jadi, ikut magang juga harus kenal dengan pimpinannya?

Lebih parahnya lagi, saya pernah ditanyakan oleh beberapa orang ketika saya berhasil membuat buku dan menerbitkannya, kemudian saya berhasil menembus proposal di Dikti atau di perusahaan hingga puluhan juta, selalu yang ditanya siapa orang belakang yang Indra kenal untuk urus ini itu di sana dan di sini? Wah, saya jadi bingung? Yang buat aja bingung, apalagi yang baca? Tapi saya rasa tidak, karena kebanyakan pembaca sekarang sangat pintar-pintar, terutama dalam hal mencomooh atau merendahkan orang lain. Setidaknya itu yang sering saya lihat pada comment-comment tulisan beberapa media online. Well, balik pada inti cerita, saya menanyakan pada diri sendiri? Apa ini? What is it? (bahasa kampungnya saya, V^^)

Begitulah jika mata memandang, hanya dilihat dari kulitnya saja. Kenapa jika ingin berhasil trus melewati jalan pintas kawan? Lewati saja proses itu, biarkan saja orang lain lulus di sana sini karena kenal dengan orang ini atau orang itu. Setidaknya setiap kita mencoba suatu tes, lalu tidak lulus, kita mendapatkan suatu pengalaman baru, ya pengalaman kita belum berhasil yang seharusnya membuat kita tambah semangad untuk berhasil. Saya bukannya tidak pernah tidak berhasil teman. Saya perlu perjuangan yang keras untuk bisa bertemu dengan pejabat Menpora, saya harus bolak-balik Jakarta Tangerang 5 x dan pulang hingga larut malam. Saya juga bukan tidak punya usaha bisa kenal dengan pejabat Chevron, saya harus kehilangan bimbingan dari Ibu yang terkena reumatik sejak TK, saya juga harus menempuh perjuangan di tengah penderitaan. Saya juga bukan tidak punya usaha pergi ke Taiwan, saya harus tidur di spbu dan masjid, saya juga harus kuat diusir security. Ya, saya frustasi pada awalnya, tapi saya segera bangkit kawan, karena saya tahu bahwa jalan hidup saya belum berakhir hingga di sana. Dari proses itulah saya banyak belajar akan berbagai hal dan proses itulah yang merubah hidup saya untuk terus menjadi yang terbaik bagi semuanya.

Jadi sarang saya, silakan kawan sungguh-sungguh, berdoa, kemudian ikuti tes tersebut dengan pede. Buktikan bahwa untuk lulus dan menjadi sukses kita bisa tanpa harus bergantung pada embel-embel kenal. Toh, jika pun orang yang kenal diterima padahal dia tidak punya skill, tunggulah kehancuran perusahaan tersebut, Lagian sudah dapat dilihat di negeri kita, negeri yang dipimpin oleh kebanyakan pemikir yang tak mau kerja dan pekerja yang tak mau mikir. Wallahuallam.

Panam, di tengah malam penuh kerinduanMu (15/03)

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s