Mau Dibawa Kemana Unri?

Standar

dimuat di Bahana Mahasiswa Edisi Juni 2010

Universitas Riau Menjadi Universitas Riset. Agaknya begitu informasi yang saya peroleh, walaupun agak samar-samar dan mohon koreksinya jika saya salah. Sungguh luar biasa keinginan Universitas Riau (Unri) yang katanya direncanakan sudah terealisasi pada 2020 mendatang. Sungguh begitu keras pula teriakan cita-cita universitas ini ketika komitmen yang semakin tinggi dari Pak Ashaludin yang akhirnya terpilih lagi memimpin Unri. Tapi benarkah itu? Sudahkah ada langkah konkret yang dibuat? Saya rasa Unri masih sama saja, yang membedakannya hanyalah adanya bangunan Fakultas Hukum dan Auditorium Grand Gasing Milenium yang terbengkalai, serta adanya “tumpangan” stadion PON XVIII. Selebihnya hanya tampak luar saja yang bagus. Dalamnya? Yah, lihat sajalah bagaimana. Terlalu mendikte pula saya, jika saya terlalu banyak berkata-kata. Kita bisa bertanya, tapi tidak untuk mempertanyakan.

Saya mengatakan ini bukan tanpa dasar. Jika memang ingin menjadi universitas riset, mengapa anggaran penelitian di Lembaga Penelitian semakin kecil jumlahnya? Mengapa juga setiap ada agenda mahasiswa ataupun dosen untuk memajukan kampus ini proses bantuan dananya begitu dipersulit? Atau mungkin birokrasi di kampus ini menganut sistem: “kalo bisa dibikin sulit, kenapa dipermudah?” Lagi-lagi saya selaku mahasiswa awam ini hanya bisa bertanya, tak boleh mempertanyakan.

Tulisan singkat ini mungkin dapat setidaknya mengingatkan, bahwa sesungguhnya universitas ini bagus jika mahasiswa, dosen, serta aparat kampusnya juga bagus. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Jangan hanya “memperbagus” kalangan atas saja. Unri jadi UR, ujung nomor plat mobil dinas diganti dengan UR. Apakah itu salah satu syarat untuk menjadi universitas riset? Padahal kita sudah sering melakukan lawatan ke luar negeri ataupun ke luar kota. Tidakkah kita bertanya apa yang menjadi prioritas mereka di awal kemajuan mereka? Apakah mengganti nama atau menukar plat mobil dinas? Saya ragu, jangan-jangan lawatan studi itu hanya sekadar jalan-jalan saja? Ah, lagi-lagi saya hanya bisa bertanya, tak boleh mempertanyakan.

Masih jelas diingatan saya, bagaimana dua orang mahasiswa yang memenangkan kompetisi penulisan paper internasional dan akan mempresentasikannya di Lithuania, bolak balik ke ruang rektor, Purek II, Purek III, dan Purek-Purek lainnya. Tujuan mereka hanya satu, yaitu mendapat dukungan dari pihak universitas. Termasuk di dalamnya bantuan materil. Tapi apa yang didapat? Capek dan heran. Capek, karena pekerjaan “meminta-minta” itu hanya sia-sia. Rektor meminta hubungi Purek III, Purek III meminta menghubungi Purek I, dan begitu seterusnya, bak lingkaran setan. Heran, karena apakah ini model komitmen sebuah universitas riset? Jika tidak mau membantu, janganlah banyak alasan. Katakan iya, jika iya dan katakan tidak, jika tidak. Wah lagi-lagi saya hanya bisa bertanya, tapi tak boleh mempertanyakan.

Nah, ini baru segelintir mahasiswa. Saya sangat yakin, banyak sekali mahasiswa berprestasi yang mengalami hal yang sama seperti dua mahasiswa tersebut. Ini lah yang mengakibatkan kenapa mahasiswa malas untuk mengikuti kompetisi dan sejenisnya, karena apa yang mereka lalui untuk proses menuju itu tak semudah yang mereka bayangkan dan ketika mereka memperoleh prestasi, kampus pun seolah tak mau tahu. Jangan heran kenapa peserta mawapres ataupun karya tulis tak pernah ramai. Memang perlu sebuah perjuangan untuk bisa mencapai sesuatu, tapi hanya sedikit sekali mahasiswa yang mengerti itu. Selebihnya kebanyakan mereka menyerah. Ini tidak boleh terjadi. Harus ada stimulus ataupun penguatan dari pihak kampus. Coba bayangkan jika mental juara mahasiswa sudah tak ada, maka kampus ini tak ada apa-apanya, sekalipun ribuan yang bergelar guru besar ataupun doktor. Mungkin kawan-kawan bisa iseng-iseng melihat-lihat fakultas yang dosennya punya banyak gelar, lalu perhatikan prestasi mahasiswanya. Iseng-iseng saja, jangan terlalu dianggap serius.

Contohlah IPB, mungkin tak banyak pejabat mereka membantu mahasiswanya berupa dana, tapi “orang-orang atasnya” sangat memberikan apresiasi yang tinggi kepada siapa pun yang berprestasi, baik itu mahasiswanya, dosennya, maupun aparat kampus. Nama yang berprestasi dicantumkan di depan pintu masuk kampus, sudut-sudut kampus, dengan kalimat-kalimat yang menggugah untuk berprestasi. Siapa yang tak gembira ketika kebutuhan yang kelima, aktualisasi diri, terpenuhi. Di Unri bagaimana? Entahlah, saya kembali hanya bisa bertanya, tapi tak boleh mempertanyakan.

Saya tampaknya terlalu banyak berkata-kata. Jika diurai lagi mungkin banyak hal yang ingin saya tanyakan, walau tak bisa mempertanyakan. Kenapa saya selalu katakan itu? Karena itulah sistem di kampus ini, sistem juga di negeri ini. Kita yang tak tahu apa-apa hanya bisa bertanya, kok bisa, kok begini, kenapa begitu. Tapi ketika kita mempertanyakan? Dibilang kita banyak cerita, sok-sok, memang sistemnya begitu, anak kecil belum boleh tahu, rahasia, bukan urusan kamu, dan sebagainya. Atau ini hanya sangkaan saya saja? Sudahlah, setidaknya masih ada yang bertanya dibanding tak ada sama sekali. Oh ya satu lagi pertanyaan saya, jika tak punya komitmen menuju universitas riset, mau dibawa kemana Unri sebenarnya? Wallau’alam.

11 responses »

  1. Hm,,, benar sekali.
    saya sebagai putra Riau yang jelas-jelas lahir dan sekolah hingga SMA di pekanbaru dan sangat cinta dengan pekanbaru sangat menyayangkan hal ini terjadi. citra UR yg biasa2 saja memang sudah dikenal oleh hampir seluruh pelajar di Riau, padahal UR sebagai univ yang diandalkan riau memiliki peran yang besar untuk kemajuan nya dan saya yakin UR memiliki potensi sebesar UGM,UNDIP,ITB,UI,IPB dll, karena ada banyak pelajar di Riau yang cerdas bahkan tidak sedikit sekolah negeri maupun swasta yang berprestasi. Mungkin kembali lagi ke pemerintah prov.Riau dan jajaran civitas akademik UR untuk lebih peka terhadap kualifikasi UR sendiri, kalau sperti ini terus kapan UR bisa bersaing dengan Univ yang ada di indo lainnya bahkan dengan USU saja sudah bisa dibilang ketinggalan jauh. saya hanya bisa dukung dan do’a saja supaya tmen2 kita yang di UR bisa memajukan UR, karna klau hanya berharap pada deretan pejabat kampus saja itu sangat tidak mungkin. Sebagai bukti UR tidak mampu menarik perhatian kita sbg pelajar putra/i Riau slah satunya adalah hal tsb. contohnya saya dan teman2 dari pekanbaru dan sekitarnya yang sedang menimba ilmu di salah satu PTN ternama di pulau jawa sekarang ini, bahkan hanya untuk merasakan bangku PT dan kulitas tinggi kami harus merantau, tidak jarang bbrp mahasiswa dari seluruh indonesia yang berkuliah disini bertanya “apa di Riau gak ada Univ Negeri ya?”, terkadang kami pun bingung mau jawab apa. Hanya bisa berkata sedemikian namun ttap bangga🙂 heheh… Maju Riau! Love you.

      • Bener banget.. Kami Paduan Suara BWS Choir UR sedang berjuang untuk membuat mini concert bahkan dukungan utk festival di Thailand… apa yang hasilnya? hanya dipersulit oleh PR III dan akhirnya over deadline..

        Blm lagi kami dari hubungan internasional minta bantuan dana untk mengadakan Model United Nation namun tak pernah cair bahkan tak ada kabarnya..

        masih banyak lagi keluhan dari saya pribadi, Padahal potensi dan prestasi mahasiswa UR sangat luar biasa yg bisa bersaing dng PTN lain..Sayang tidak ada bantuan atau dukungan moril maupun materil, alhasil saya sendiri jadi mikir 5 x untuk menggebrak prestasi namun ujung2y tak ada dukungan..

        anyway postingannya bagus dan idealisme sekali..
        salam kenal dan terus bkarya🙂

      • saalam kenal wilson..h,mm, di sana tantatangannya menjadi mahasiswa Unri..:). yang pentig ga patah semangat buat berkarya…semagad juga ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s