Dari Jakarta ke Bandung ke Serpong ke Bandung Lagi ke Jakarta Lagi

Standar

Well, sudah lama juga nih ga pernah lagi nulis di rumah kecil ini. Sempat juga sih ditanyain beberapa rekan-rekan mengenai keberadaan saya  kini di rumah ini. Maklum, semakin tua, maka semakin banyak pula masalah yang muncul. Jadi sempat pusing juga untuk singgah sebentar dan berbagi cerita di laman ini. Rumah asli saja jarang saya tinggali.hahahahahahaha

Tidak banyak yang terjadi di sepanjang awal 2010 ini, hanya sekitar kegiatan himpunan yang cukup menyita waktu, pembuatan proposal penelitian, dan jadwal baca plus nulis yang semakin hari semakin berkurang. Namun, ada satu kegiatan yang mungkin bisa diceritakan lebih lanjut. Kunjungan studi. Yup, kunjungan studi.
Rembulan tampak malu dibalik awan kelam itu,sementara anak-anak manusia berjalan di jalanan berbatu. Hanya untuk satu tujuan. Yakni menuju bandara. Subuh itu Bandara Sultan Syarif Qasim II dipadati penumpang, 31 di antaranya adalah rombongan kunjungan studi dari kampus saya. Tujuan kami adalah Jakarta dan Bandung (rencana di proposal. Kebenarannya seperti apa? Terus simak tulisan ini).*gak penting*

Tanpa delay, akhirnya Lion Air mengantar kami tiba di Bandara Soekarno Hatta-Cengkareng tepat pukul 08.30. Bagi saya ini bukanlah penerbangan yang pertama menuju Cengkareng, tapi bagi sebagian teman ini adalah kenyataan yang harus mereka hadapi. Bahwa mereka semua telah dekat menuju pusat ibu kota, Jakarta.

Berbagai hal lucu telah dimulai saat berada dalam pesawat. Begitu pula ketika sesampainya di Cengkareng, kawan-kawan begitu senang. Yup,betapa tidak, ini bukanlah perjalanan murah yang dilakukan seorang diri. Ini adalah perjalanan sangat mahal, karena bepergian secara bersama-sama

Foto depan lion

Semua semakin takjub ketika mulai memasuki Jakarta. Inilah kota yang menjadi sorotan dunia televisi. Mulai Kawasan Real Estate hingga kawasan real sekali (kumuh, red) ada di sini, di ibukota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Lepas dari itu, perjalanan pertama adalah menuju Dufan, Dunia Fantasi.

Berbicara Dufan, saya tak kan pernah lupa dengan kejadian 2 tahun silam. Dimana saat itu saya pertama kali ke sana, bersama 99 orang anak bangsa yang luar biasa. Peserta OSNPTI 2008. Di sana saya mengenal begitu waktu mengakrabkan kami semua dari berbagai macam latar belakang. Huh, kapan waktu itu terulang lagi kawan?
Kembali ke cerita. Nah, kali kedua ke Dufan ini tidak membuat saya bosan. Dikarenakan kami ke sana pada hari kerja (Senin, red), sehingga banyak permainan yang gak perlu ngantri. Alhamdulillah semuanya dapat dicoba. Air Niagara-gara 2x, Alap-alap 2x, Halilintar 2x, Arung Jeram 2x, selebihnya Kora-Kora, Tornado, Rajawali, dan beberapa permainan lainnya 1x.

Sama halnya pada 2008 silam, banyak teman yang kualahan hanya saat permainan pertama usai. Lemas, pusing, mual, paranoid, adalah alasan hampir sebagian teman-teman untuk tidak mencoba Tornado, Kora-Kora, dan Halilintar. Walau begitu, tetap saja semua gembira. Permainan diakhiri tepat pukul 17.30 di komedi putar

Foto di komedi putar

Hari Kedua paginya saya dan rekan-rekan shalat di Istiqlal.

Foto istiqlal

Selanjutnya menuju ke Pertamina yang berada tepat di sebelah Istiqlal. Setibanya di Pertamina, kami langsung dibimbing menuju lantai 21, puncak tertinggi Kantor Pusat Pertamina. Penyambutan pihak Pertamina sungguh luar biasa. Ditambah pula dengan kedatangan tamu dari Politeknik Malang di saat kami berkunjung ke Pertamina. Dapat ilmu plus teman baru.

Sepulang dari Pertamina, perjalanan langsung menuju Bandung. Di sanalah orang Pekanbaru tampak kebingungan melihat gunung, kebun teh, dan kereta api. Perjalanan yang panjang.  Harap maklum kepada teman-teman semua yang gak kebagian oleh-oleh, perjalanan ini memang lebih banyak kunjungan studi ketimbang jalan-jalan. Bayangkan saja pada hari ketiga, kami hanya punya waktu 30 menit memetilk strawberry di Lembang sebelum berkunjung ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jl. Setia Budi.

Di UPI kami bertemu dengan rekan-rekan Pendidikan Kimia di sana. Kampusnya asri dan ditata sangat rapi. Labornya pun demikian. Lalu kapan ini di kampus kita ya kawan?
Universitas Padjajaran (Unpad) adalah tujuan selanjutnya. Di sini kami disambut Himaka Unpad oleh kepengurusan baru yang semangatnya dua kali lipat dari kami yang sudah tua ini. Karena begitu semangatnya mereka, saya pun menjadi semangat pula hingga lupa bahwa kehilangan dua anggota yang ternyata berada di luar.

Perjalanan yang paling panjang adalah pada hari keempat. Di sini kami berkunjung ke Batan dan LIPI yang berada satu komplek di Puspitek Serpong.
“Serpong? Loh, Serpong itu arah ke Jakarta loh?” ini yang ngomong tour guide
“Iya. Emang kenapa? Kan sudah saya beritahu sebelumnya.” Yang ini saya membalas dengan santai.

Ini adalah kekecewaan saya untuk ke sekian kali. Tampaknya tak ada komunikasi antara pihak travel yang ada di Pekanbaru dengan yang ada di Jakarta. Menurut pihak mereka, akan sangat membuang waktu jika harus kembali lagi ke Bandung. Saya mana mau tahu itu, yang jelas di rute perjalanan disebutkan seperti itu, ya sudah seharusnya mereka mengikuti. Awalnya mereka beralasan kami telah menukar-nukar jadwal. Hahahahaha, itu hanya akal-akalan mereka saja, semakin jelas jeleknya komunikasi antar travel itu.

Maaf, saya lupa memberitahu, bahwa perjalanan kami ini menggunakan travel. Travel mana? Nanti saya ceritakan. Sebenarnya kekecawaan telah tampak di hari pertama. Saya rasa teman-teman mungkin tidak terlalu menggubrisnya, tapi saya selaku penanggung jawab mencatat kesalahan mereka itu. Namun, karena perjalanan masih panjang saya pun berusaha tidak mengungkit-ngungkit kejadian yang telah berlalu.
Lepas dari semua itu, hari ke4 kami tetap menuju Batan dan LIPI yang berada di Serpong. Di Batan, kami semua dapat menyaksikan bagaiamana reaksi fisi nuklir itu berjalan, pengolahan limbah dilakukan, hingga pengamanan ketat dibuat.

Foto di batan

Peralatan labor Kimia yang cukup canggih dan gede-gede kami saksikan di Puslit Kimia LIPI.

Foto-foto di LIPI

Dari Serpong, perjalanan kembali dilanjutkan ke Bandung. Malamnya kami packing-packing buat pulang keesokan harinya. Namun, sebelum pulang saya sempatkan pergi ke Palasari dan Pasar Baru.

Foto di Palasari.

Nah, yang anehnya si tour guide malah ikut belanja di Pasar Baru.Ketika ditanyain kok gak langsung check in kan kami di Bandara Cengkareng, dianya malah bilang sekalian aja nanti sama-sama. Sebenarnya saya sempat khawatir, tapi karena dengan sadar dia mengatakan demikian saya santai saja. Toh, dia akan bertanggung jawab kok terhadap kami. Saya terlambat 20 menit, yang seharusnya berangkat jam 1.

Sebenarnya saya hanya telat 5 menit, karena hanya tinggal mengambil barang yang saya titipkan, yang lama adalah mencari lokasi tempat parkir bus kami, karena saya pergi ke Pasar Baru tidak bareng, paginya saya mencari buku di Palasari.

Dan kabar buruknya ternyata macet sangat panjang mulai dari Bandung hingga akhirnya sampai di Cengkareng pukul 17.40. Sementara itu, pesawat berangkat 18.15. Saya hanya bisa senyum-senyum saja melihat tour guide yang kebingungan. Saat Check in sudah menunjukkan pukul 18.00 dan semua penumpang telah masuk ke pesawat. Tiket akhirnya di dapat pukul 18.10. Sementara, pihak Lion sibuk mondar-mandir minta untuk cepat naik pesawat (sombong sekali, padahal sering delay pun).

Kabar buruk tidak sampai di sana, ternyata ada 6 orang lagi, di luar tour guide yang belum dapat tiket. Saya dan dosen pembimbing termasuk yang mendapat tiket. Namun untuk mengurangi kecemasan, tiket saya dan dosen diberikan ke teman-teman dulu, sebab alasan tour guide, nama kami ada yang salah. Eh, tak taunya tepat pukul 18.20, pesawat Lion tujuan Pekanbaru pun telah take off. Apa maksudnya semua ini?
Ternyata tiket yang untuk 6 orang lagi salah issued kata pihak travel. Katanya.  Tentunya, kami tak mau tau, pihak travel harus tetap memulangkan kami malam itu juga. Namun mereka beralasan tidak ada lagi pesawat yang terbang malam itu ke Pekanbaru. Mereka memberikan opsi pulang besok jam 8.30 naik Batavia dengan alasan itulah yang paling pagi.

Dosen yang punya jadwal ngajar jam 8 di Univ lain pun berang, termasuk kami yang sudah bokek dan capek pun turut marah besar. Bayangkan saja keesokannya adalah hari terakhir mengisi KRS (Walau sebenarnya pengisian KRS ditunda karena ada beberapa masalah, yang jelas malam itu kami tidak mengetahui info itu, yang kami tahu esok adalah hari terakhir penentuan jika masih ingin kuliah di semester genap). Saya tidak tinggal diam, saya langsung on line dan mencari jadwal penerbangan paling pagi, ternyata ada pesawat berangkat paling pagi, yaitu jam 6.50 dengan Garuda.

Mereka protes dan minta mengerti keadaan mereka. Di sanalah puncak kekesalan saya, saya utarakan semua kesalahan-kesalahan mereka yang mereka tidak mau mengerti. Hingga keluar ucapan, “Jika kalian mau mengerti, tolong juga mengertikan kami. Sudah cukup rasanya kami mengerti tentang kalian.” Malam itu saya menghubungi semua rekan saya di berbagai media daerah, termasuk Media Indonesia untuk memberitakan ini di koran mereka. Namun, karena akhirnya mereka mau memulangkan kami dengan Garuda, akhirnya saya pun mengurungkan niat untuk melaporkan mereka (travel yang ada di Pekanbaru dan Jakarta) lewat media.

Paginya pun saya sampai di Pekanbaru dengan Garuda Airways. Dan kabar baiknya, ternyata pelayanan Garuda mampu menghilangkan emosi kami yang sungguh luar biasa memuncak tadi malam.
Foto-foto waktu naik garuda

Pesan saya, berhati-hatilah memilih travel. Pastikan perjalanan Anda hitam di atas putih. Dan pesan buat pihak travel, jangan sesekali Anda meremehkan pelanggan Anda. Tanpa pelanggan Anda akan tamat.
Tahun depan mau kemana lagi ni? Selamat berjuang kepengurusan 2010/2011.

2 responses »

    • Maaf Anggia baru direspon sekarang. soalnya udah lama ga ngeblog..hmmm, berarti udah di MAN 2 Model kan?? Rasa aja sendiri ya, bagus apa ga. Karena bagi abang sendiri, rancak ataupun tidak rancak itu relatif. dilihat dari berbagai sisi.

      Cawagub.iyup, tapi itu dulu..heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s