Kabar Sebulan

Standar

Hampir sebulan gw gak pulang ke rumah mungil ini. Untung aja gw pulang lebih awal sebelum ada yang memanggil gw Bang Toyib. Banyak kejadian yang terjadi sebulan belakangan ini dan gw pun bukan lagi indra yang dulu (hueks..).

Tepat pukul 18.17 wib pada 3 minggu silam, tepatnya Ahad, 19 April 2009, gw resmi menjabat sebagai Bupati Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Masa Bakti 2009-2010 (sengaja ditebalin biar mencolok) melalui Sidang Umum XII Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Tahun 2009 yang kemudian dilantik bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009.

Berselang seminggu setelah acara suksesi tersebut, gw yang lolos ikut Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) tingkat universitas harus mempresentasikan di depan juri pada Sabtu, 25 April 2009. Gw yang tahun ini ikut bidang IPS benar-benar enjoy, gak perlu inget-inget struktur-struktur kimia, proses kimia, dan yang lain sebagainya seperti Adhe yang untuk tahun ini kembali ikut Bidang IPA. Sebagai informasi, tahun lalu gw ikut KKTM bidang IPA sama Adhe dan Bang Hasyim, yang udah tamat. Sebenarnya gw ikut IPS tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencari suasana yang berbeda. Kuliah di bidang kimia memang sangat menguras pikiran, tapi asyik. (bener tuh?)

Kemudian gw kembali disibukkan dengan rutinitas laporan, tugas-tugas kuliah yang tak kunjung usai, hingga tugas-tugas presentasi. Fiuh, repot dan melelahkan. Namun, di tengah-tengah semua itu, gw dapat kabar gembira, ternyata karya tulis gw dapet juara 1, begitu juga Adhe. Yang Adhe gw udah yakin menang sebelumnya. Pasalnya, dewan juri tampak begok kurang pintar dengan slide-slide yang Adhe tampilkan dari bidang kedokteran, sedangkan dewan pengujinya berasal dari Pertanian, ISIP, dan Teknik. Masak yang ditanya cuman singkatan ama judul. Kan, nampak tuh gak nguasai. Nih, catatan buat PR III.

Abis itu gw dan beberapa orang teman ditunjuk untuk ikut olimpiade tingkat perguruan tinggi lagi. Kali ini pelaksanaannya dilakukan oleh Dikti, tampaknya Dikti kecolongan, karena kali pertama acara ini dilakukan oleh Pertamina (baca: tulisan sebelumnya) bukan Dikti. Untuk Regional II (Sumbar dan Riau), pelaksanaan dilaksanakan di Universitas Andalas, Padang pada 11-12 Mei 2009. Menjelang itu gw bener-bener sibuk cari dosen untuk mempelajari materi yang memang belum tersentuh (maklum masih semester IV). Belajar dari pengalaman ketika gw ikut OSNPTI di UI pada Desember 2008 silam.

Selain itu, gw juga disibukkan dengan kepastian keberangkatan pemenang KKTM tingkat universitas ke wilayah A. Gw dapat informasi di internet, KKTM tidak ada lagi, karena diganti dengan PKM-GT dan makalah harus sudah diterima di Dikti pada 10 Maret 2009. Jika demikian, apa dasarnya universitas gw ngelaksanain KKTM ini akhir April lalu? Lalu sia-sia dong gw nyari bahan sampai ke Lapas buat nyelesain karya tulis ini? Ini yang sedang gw urus menjelang keberangkatan gw ke Padang. Konsentrasi gw agak pecah, belum lagi persiapan ujian mid untuk beberapa mata kuliah yang tertinggal.

Bak kata pepatah, rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh, pada 6 Mei 2009 tepat saat gw sedang belajar Biokimia I, gw dapat telpon dari nomor Jakarta, +6221xxxx, begitu sekilas yang gw lihat. Assalamualaikum, begitu kalimat yang gw ucapin ke orang di seberang sana. Namun, suaranya tak terdengar. Gw gak tau nih, apa memang sinyal yang di kampus gw lagi jelek atau suara mbak ini yang jelek memang kecil. Gw pun mencoba untuk menyetel kuping dan ternyata ada yang salah dengan kuping gw. Tadi pagi gak sempat bersihiin..hihihihi (gak ding).

Ok, balik ke inti permasalahan. Yang terdengar di kuping gw waktu itu cuman kata-kata “Selamat.”
Gw    : “Halo..halo. Mbak masih di sana?” gw akhirnya tahu bahwa manusia di seberang sana seorang mbak-mbak.
Si Mbak: “Iya….blupblupblup… Selamat ya!”
Gw    : “Aduh mbak, apaan sih? Apanya yang selamat? Gak jelas loh mbak. Bisa dikencengin gak suaranya.”
Si Mbak: “K A M U    M E N A N G    L O M B A     N A S K A H   J A L A N,” tampaknya kesabaran si mbak telah hilang. *lebay* (lihat pengumumannya di sini)
Gw    : “Oh. Yang Gagas ya Mbak?” kata gw kalem
Si Mbak: “Iya.” Katanya akhirnya yang mungkin diiringi dengan elusan dada. “Selamat ya!” ulangnya lagi.
Gw    : “Makasih ya mbak,” kata gw.
Setelah itu si mbak pun ngejelasin catatan dewan juri yang harus gw perbaiki untuk diterbitin dalam waktu dekat. Gw pun mendengarkan sambil menghayalkan pulau dewata sebagai hadiah. Dan setelah itu gw pun gak konsen belajar Biokimia I.

Ucapan selamat pun mengalir kepada gw dan mungkin cap tukang kritik pun segera akan luntur. Hehehehe, emang enak loh jadi reviewer itu….

Nah, yang sekarang lagi gw pikirin, selain persiapan ke Padang yang tinggal menghitung hari adalah gw harus memikirkan siapa pendamping gw untuk ke Bali.😉.

5 responses »

  1. Nah, bener tuh ndra..
    nampak kali “inguang” *bahasa si Adhe* semua jurinya..
    aku kira, setiap bidang ada ahlinya..
    taunya gitu2 aja..
    kalo gitu, taon depan aku aja lah jurinya..bisa kan?

    Apehh?? ko lagi bingung nyari pendamping??
    aku aja ndra, aku aja!! *HAHAHHAHAHHAHAHAH…*
    kalo ko segan sama Adhe, ya udah, tiketnya dikasi kita ber2 aja! *yuhuu…*

    emm,,tapi keknya ada tuh yang bisa ko ajak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s