Jangan Parno Dengan UU Porno

Standar

Jangan parno dulu dengan UU porno

Kalimat itu secara gak sengaja terbaca oleh gw di salah satu artikel on-line. Dan gw rasa itu yang diperlukan anak bangsa ini yang telah candu pornografi.

Gw gak menutup diri, kalo gw pernah liat yang “begituan”. Tapi setelah gw berpikir panjang, akhirnya gw berhasil menyimpulkan sesuatu, yang membuat gw sungguh merasa berdosa telah melihatnya. Di sana gw dapat mengatakan, bahwa jelas-jelas terlihat bahwa tidak ada lagi memanusiakan manusia, membinatangkan manusia pun tidak. Padahal yang pernah gw denger belakangan, serigala saja setia pada satu pasangan.

Lalu muncul UU Porno. Banyak pro dan kontra. Sebenarnya kalo dikaji lebih mendalam, UU Porno ini sungguh melindungi kaum-kaum yang teraniaya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mari simak tujuan UU Porno ini dalam Pasal 4

Pengaturan pornografi bertujuan:
a.mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;
b.memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;
c.memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan
d.mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.

Lalu apa yang perlu dipermasalahkan. Malahan dengan adanya UU porno, kita jadi dapat arahan. Katanya perempuan gak mau dilecehkan, katanya gak mau hamil di luar nikah, katanya gak mau bertanggung jawab atas “tabrak lari” yang dilakukan. Makanya UU Porno ini jadi batasan agar itu tidak terjadi. Walaupun itu sebenarnya tergantung sama orangnya juga. Trus UU Porno juga jadi perlindungan bagi mereka yang teraniya oleh pelecehan seksual dari mereka yang tidak bertanggung jawab.

Apakah pasal 1 ayat 1 ini yang membuat anda jadi kalang kabut?

Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Kalo memang itu yang membuat anda menentang keras UU Porno, berarti secara eksplisit anda melegalkan dan mungkin maaf, manusia diperlakukan seperti binatang, yang tak tau malu melakukan perbuatan cabul di muka umum. Apakah anda ingin disamakan dengan binatang?

Lalu jika anda menentang karena itu membatasi seni, saya rasa tidak. Masih banyak seni yang belum tereksplorasi, tapi mengapa anda harus memilih seni pornografi untuk dijadikan lahan. Jadi hal itu anda lakukan hanya untuk MATERI SAJA, tanpa memikirkan MORAL orang yang menonton, melihat, membaca, dan mendengar. Jika ANDA mengatakan bahwa diri ANDA aadalah ORANG SENI yang PROFFESIONAL, ANDA pasti TIDAK AKAN mengeksploitas ketelanjangan demi materi, karena orang seni sebenar-benarnya adalah orang yang menghasilkan karya yang memang “PANTAS” untuk dikaryakan. BUKAN orang yang dengah hasil seninya, dapat meningkatkan angka PELECEHAN SEKS.

Coba sesekali kita harus berpikir cerdas terhadap segala putusan. Jangan asal main tolak atau main terima. Tapi kalo memang untungnya lebih besar ketimbang ruginya, mengapa gak kita dukung.
Tentunya hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Makanya kita perlu memasyarakatkan definisi porno ini kepada seluruh masyarakat, agar semua kedamaian dan pikiran yang bersih untuk menciptkan Indonesia “sehat” dapat terwujud.

Pemerintah juga harus segera merealisasikan UU Porno ini, agar hal yang tak diinginkan terjadi, seperti pengrusakan oleh oknum-oknum tertentu pada mereka yang masih menjual harga diri demi materi. Gw hanya ingin mengatakan sesuatu yang mungkin agak kasar. Ini negara demokrasi dan penetapan UU Porno itu telah melalui proses yang panjang untuk disahkan, baik buruk pun telah dipertimbangkan. Maka jika anda masih menentang, mendingan anda mencari negara yang melegalkan manusia menjadi binatang. Apabila anda telah memasuki suatu sistem, maka ikutilah sistem itu.

Oleh karenanya, sudah saatnya anda berpikir cerdas terhadap permasalahan. Jangan katakan air laut itu asin, karena guru yang mengatakan.

One response »

  1. Semangat amat bang..
    Gw stuju2 aja ada pencegahan pornografi,
    tapi gw gak stuju adanya polisi masyarakat..
    Takutnya, dikit2 pornografi, dikit2 pornografi, terus ditangkap..
    yah, semoga aja UU ituh gak disalah gunain buat merugikan orang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s