Kembalikan Fungsi Hutan

Standar

Sungguh miris hati ini ketika secara tak sengaja melihat iklan di Metro TV tadi malam (Rabu malam (16/7), red). Apa pasal? Iklan yang dengan bangga dipersembahkan oleh Asian Agri ini bercerita tentang kesuksesannya menolong bangsa Indonesia dari kemelaratan dengan membuka lahan sawit, berikut petikan iklannya yang masih tersimpan di memori otak saya:

Dulu desa ini hanyalah hutan belantara……tapi sekarang, kami bisa sejahtera…..

ini adalah foto udara lahan sawit Indonesia yang dijual lewat internet oleh Borne Woodland

Sekilas memang tidak ada masalah terhadap iklan itu, jika Anda memang belum menyaksikan secara langsung iklan tersebut. Di sana diperlihatkan bagaimana hutan yang begitu subur (yang oleh mereka disebut hutan belantara) dengan sangat luas. Lalu hutan itu berubah. Berubah menjadi lahan sawit. Ini kah yang dinamakan alih fungsi hutan?

Mungkin bagi Anda yang hanya memikirkan materi sesaat merasakan hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi tidak bagi saya, tidak juga bagi orang yang cinta akan lingkungan, tidak juga bagi mahasiswa yang telah belajar tentang Ilmu Pengetahuan Lingkungan.

Jika Anda yang hanya peduli dengan materi sesaat yang diperoleh dari lahan sawit, mari lihat fungsi hutan yang sesungguhnya:

1. Hutan, Lindungi Bumi

Mungkin Anda hanya tahu bahwa ozon hanya rusak karena penggunaan AC dan Kulkas. Atau Anda hanya berpikir bahwa pemanasan global akibat Efek Rumah Kaca. Tapi tahu kah Anda penyebab sumber semuanya itu? Nah, saya mencoba membuka pikiran Anda yang selama ini mengatasnamakan uang untuk mengalih fungsikan hutan. Hal itu terjadi karena tidak adanya lagi hutan yang selama ini menjadi penyerap CO2 dan penyumbang O2. Tidak perlu lah saya mendeskripsikan dua senyawa itu lebih rinci, karena saya rasa Anda semua tau bahwa tanpa oksigen Anda tidak akan hidup. Dan pemanasan global diakibatkan peningkatan CO­2 yang ada di bumi.

Lalu jika keadaan sudah semakin parah, akankah Anda bisa membayarnya dengan uang. Tidak, kan? Tidak hanya Anda, kami yang peduli lingkungan juga turut merasakan penderitaan, yang diperbuat oleh orang yang menganut prinsip “Keuangan Yang Maha Esa”.

dengan seringnya alih fungsi hutan menjadi lahan sawit, kita tidak ada lagi dapat menghirup udara segar (O2) yang dihasilkan hutan

2. Hutan, Sumber Keanekaragaman Hayati

Fakta kedua ini bagi Anda kelihatan agak sepele. Tapi apa yang terjadi? Banyak tanaman langka yang sangat tinggi nilainya, hilang begitu saja. Hewan langka yang mencirikan masing-masing daerah kelihangan rumahnya.

Lalu apa ruginya kita? Coba Anda bayangkan jika hewan-hewan itu tidak lagi punya tempat berlindung? Tentunya mereka akan mencari tempat lain, jika tidak ada hutan, maka pemukiman masyarakat menjadi pilihan. Maka tak perlu terlalu mendramitisir jika kawanan harimau atapun gajah masuk ke pemukiman masyarakat untuk menerkam manusia atau hanya sekedar mencari makan.

jangan salahkan “dia” jika masuk ke pemukiman Anda

Lalu siapa yang Anda salahkan? Bukankah itu ulah Anda juga.

3. Hutan, Sumber Obat

Pernahkah Anda mendengar ketika seorang dokter mencari suatu tanaman hingga ke puncak bukit yang tinggi, hanya untuk meracik suatu obat. Nah, sekarang kita punya hutan yang begitu subur dan belum terjamah semuanya. Lalu mengapa tidak kita jadikan hutan sebagai sumber obat? Apa gunanya berbagai perguruan tinggi kita mencetak banyak ahli farmasi dan dokter? Dengan obat, banyak manusia Indonesia yang lebih banyak ditolong.

Tapi mengapa?? Mengapa dijadikan lahan sawit? Tidak kah cukup menjadikan tanah Riau dan Sumatera Utara menjadi lahan sawit?

Cukup tiga fakta saja saya kemukakan. Percuma saja jika saya menjabarkan fungsi hutan yang begitu banyak, Anda belum juga sadar. Malah terus mengiklankan bahwa Anda perusahaan yang peduli lingkungan.

Maka melalui tulisan yang singkat ini dengan segala keterbatasan ilmu, saya mengajak kepada pembaca budiman untuk berpikir kritis dan panjang demi masa depan. Jangan Anda hanya berpikir jangka pendek. Anak cucu kita masih ingin menikmati Indonesia yang subur, loh jenawi

3 responses »

  1. aku juga mendukung ayo kita selamatkan hutan kita dari orang yg hanya memikirkan dirinya sendiri tampa memikirkan kesedihan orag lain.

  2. wah bagai mana nasib bangsa ini kalau hanya materi yang di nomor satukan, mereka pikir hidup itu hanya dengan materi, tanpa memikirkan lingkungan . . . . Ayo kita lindungi hutan kita. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s