Pekanbaru, I’m Back!

Standar

Senang, sedih, kecewa, marah, dan entah apalagi yang harus aku ekspresikan ketika mobil telah memasuki wilayah Riau. Tapi sudahlah, yang jelas aku sudah kembali di kota panasku. Pekanbaru, I’m Back!

Kepergianku berawal ketika aku dan dua temen lainya (Adhe dan Bang Hasyim) dinobatkan sebagai Juara I Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPA tingkat Universitas pada April 2008 yang lalu dan berhak mendapatkan tiket untuk melangkah ke tingkat regional, yaitu di Universitas Andalas (Unand)-Padang, Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Bidang IPA Regional A dari 9 ampe 11 Juni 2008.

Berbagai persiapan pun dilakukan untuk keberangkatan, mulai dari format tulisan hingga data yang falid. Akhirnya pada 29 Juni sore karya tulis kami yang berjudul Pemanfaatan Ekstrak Abu Tandan Kosong Sawit Sebagai Cairan Pemasak Dalam Pembuatan Pulp dari Bahan Non Wood pun rampung, dan dengan nafas yang terengah-engah aku pergi ke titipan kilat dengan New Vega R kesayanganku untuk mengantarkan karya tulis kami yang harus sudah sampai di Unand tanggal 30 Juni.

Ternyata penderitaan untuk menyiapkan karya tulis tidak sampai di sana. Slide yang digunakan untuk presentasi lupa dibuat. Nah, karena titik kesabaranku hampir habis tuk nyelesain makalah, maka untuk pembuatan slide diserahkan ke Adhe. Dan alhamdulillah slide yang disiapkan cukup memuaskan, walau masih banyak yang perlu diedit.

Dan hari itu sampai juga. Ahad malam, 8 Juni 2008 kami bertiga berangkat ke Padang. Belum lagi 1 jam perjalanan, di Bangkinang terjadi kemacetan. Usut punya usut ternyata ada “kampanye terselubung” dari salah satu cagubri Riau yang mendatangkan artis daerah.

Setelah sekitar 30 menit berada dalam kemacetan, akhirnya sopir, yang mungkin mantan pembalap nasional, melaju dengan kencangnya, baik itu di jalan bagus, maupun jalan yang penuh dengan lobang (kalo gak ada lobang, gak jalan Indonesia namanya). Entah karena menghukum sang sopir atau menghukum Bang Hasyim yang ngoroknya terlalu keras, tiba-tiba ban belakang mobil bocor. Sopir pun membelokkan mobil ke SPBU untuk memasang ban. Tak lama si sopir mengganti ban, kami pun kembali meluncur ke Padang. Dan aku adalah satu-satunya penumpang yang tidak tidur selama perjalanan itu.

berfoto sejenak saat ban mobil bocor di sekitar SPBU

Pukul 03.00, begitu yang tertera di layar handphone ketika kami berhenti di Bukittinggi. Sang sopir memberi maklumat kami harus menambah uang jalan sebesar Rp 25.000 per kepala. Katanya jalan menuju Padang, putus. Jadi ia harus membelokkan mobilnya ke Solok. Ko (panggilan untuk orang keturunan Cina di Riau) tidak mau membayar, katanya itu tidak beralasan. Kami bertiga terserah saja, toh gak uang kami kok yang bayar.he…

Tapi akhirnya uang tambahan itu tidak jadi, karena jalan sudah bagus. Dan tepat pukul 5.05 kami sampai di Padang. Setibanya di Padang, kami tidak langsung ke Unand, tetapi ke rumah tantenya Adhe. Kami berangkat ke Unand, sekitar jam 10.00. Kami hanya diantarkan sampai ke halte bis Unand, karena sang tante terlalu sibuk.

Namun, memalukan sekali ketika memberhentikan bis Unand, kami dicuekin seperti sapi begok ditepi jalan sambil meminta-minta (ups salah ya, itu sih pengemis). Untung saja ketika memberhentikan bis kedua, kami tidak lagi mengalami diskriminasi wajah seperi yang dilakukan sopir pada bis pertama, mentang-mentang wajah kami bertiga lebih ganteng di banding sang sopir itu, kami diperlakukan seperti sapi begok. Syukurnya lagi, bis kedua ini memang disiapkan untuk peserta KKTM 2008. Wah senengnya!!! Tuhan Engkau Maha Adil….Kok????

Di bis itu lah perkenalan dengan salah satu peserta KKTM dimulai, yaitu dengan Bang Harapan dari Universitas Syah Kuala-Aceh. Setelah berkenalan dalam bus, kami turun dan mulai tuk registrasi. Usai registrasi kami dan peserta KKTM lainnya yang berasal dari berbagai universitas dan institut di Sumatera, DKI Jakarta, dan Banten dibawa menuju Wisma Depsos Sumbar di Alai Pauh, tempat semua peserta tinggal selama di Padang.

Lagi-lagi bis menjadi saksi awal persahabatanku dengan peserta lainnya, yaitu abang-abang dari Universitas Medan Area dan Kak Berlian Dewirani dari Universitas Indonesia. Proses perkenalan pun berlanjut di wisma, hingga sebagian besar peserta telah berhasil kukenali dengan baik, Bang Ari dari Unas Jakarta, Bang Stev dari USU Medan, Bang Adri dari Unimed Medan, Kak Thia dari Bung Hatta, Yoan dari ISTN, Hengki dari Jambi, Bang Dean dari Unand, Bang Usman, Teteh Yuyun dan Teteh Nia dari UNJ Jakarta, terus Uni Wiwid dan Uni Rina dari UNP Padang. Siapa lagi yah??? Sori yang gak kesebut, abis benar-benar lupa.

aku dan kebahagiaanku berfoto di depan rektorat Unand

Setelah makan siang dan shalat zuhur, aku dan peserta lainnya menuju ke gedung PKM Unand untuk mengikuti Technical Meeting (TM) dan pembukaan. TM yang diagendakan pukul 2 siang harus molor sampai jam 4, karena harus menunggu semua kedatangan peserta. Namun, itu tidak jadi masalah, toh waktu itu bisa dimanfaatkan untuk kenalan, karena nanti malam tidak mungkin ada lagi jadwal perkenalan, sebab mataku harus diistirahatkan untuk acara keesokan harinya.

Tapi ternyata dugaanku salah, peraturan dirubah, karena jadwal yang sebenarnya di mulai besok (selasa, red) dan berakhir Rabu malam, musti dimajuin. Kata pantia, Rabu sore, ruangan yang dipake untuk presentasi bakalan digunain buat acara Pemprov Sumbar. Dan yang paling mengejutkan acara akan dimulai MALAM ITU JUGA.

Dengan kondisi yang terkantuk-kantuk dan kelupaan bawa almamater kesayangan, aku berharap semoga Allah memberikan pertolongan untuk tidak mendapatkan undian pada malam itu, yaitu undian pertama ampe keempat. Dan untuk menghormati bang Hasyim yang paling tua senior, kami menyerahkan kesempatan itu kepadanya untuk mencabut undian.

Bang Hasyim menunggu giliran pencabutan undian yang ditunjukkan oleh arah panah

Deg..deg…deg…nyut….Deg…deg…deg…kresek….APA???????? TIDAK@#%&)&? Bang Hasyim dengan senyuman termanisnya melihatkan kertas undian bak SPG memperlihatkan brosur produk terbarunya.

3. Begitu simpel sekali angka yang ditunjukkan Bang Hasyim kepada kami yang hampir mampus. Dan itu menunjukkan bahwa aku sepertinya bakalan mampus beneran. Akankah aku dalam keadaan ngantuk dan berbaju beda bisa tampil maksimal? Jawabnya MANA MUNGKIN.

Usai menghadapi kenyataan bahwa proses KEMAMPUSAN diriku akan berlanjut, aku dan peserta lainnya balik ke Wisma untuk mandi dan sedikit mengistirahatkan mata. Tapi aku yang sangat kebelet ingin tidur sama sekali tidak bisa untuk memicingkan mata, yang ada kepalaku tambah pusing.

Baring sana, baring sini, push up, sit up, jogging, lompat tinggi, dan setelah semua olahraga kulakoni (ndak kok becanda) akhirnya waktu menunjukkan pukul 18.15 wib dan waktunya untuk mandi dan shalat, serta siap-siap untuk berangkat ke PKM.

Sesampainya di PKM kami makan dengan lahapnya,

One response »

  1. Assalamualaikum..
    eh jangan marah ato kecewa lah..kan untung juga dah banyak kenalan kan..hehehe..n banyak oleh-oleh.:)..Di tunggu lagi kedatangannya ke unand.salam untuk hasyim dan adhe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s