Teruskan Perjuangan Islam, Allahu Akbar!

Standar

Belakangan ini agama Islam benar-benar sedang diuji. Hampir setiap hari ada saja orang yang menghina bahkan menuding bahwa agama Islam adalah agama teroris.

Belum lama ini kita bisa melihat bagaimana anggota parlemen Belanda, Geert Wilderst yang jelas-jelas menyudutkan agama Islam melalui Fitna dan bagaimana pula kartunis Denmark yang menggambarkan Rasulullah menenteng bom di kepalanya.

Aku memang masih kecil untuk membicarakan hal yang sensitif seperti ini. Tapi bagi kita seorang muslim harus tahu akan kebenaran yang sebenarnya. Walaupun kebenaran itu pahit untuk dilaksanakan.

Belum isu karikatur Rasulullah dan Fitna usai, di Indonesia keberadaan Islam kembali diganggu oleh Ahmadiyah, agama yang jelas-jelas sesat dan menyesatkan. Dan masih banyak kasus lainnya yang timbul demi merusak pemikiran umat muslim saat ini.

Lalu apa yang harus kita perjuangkan? Yang harus kita perjuangkan adalah mempertebal keimanan dan ketaatan pada Allah swt dengan jalan amar ma’ruf nahi munkar.

Apakah kita harus seperti Front Pembela Islam (FPI)? Jawabnya YA. Hal itu dilakukan tidak lebih untuk memberi jera pada pelaku kejahatan. Bayangkan saja ketika kita melihat PSK dirazia, usai direhabilitasi mereka kembali “berkeliaran”. Nah, seandainya mereka diberi sedikit tindakan, maka akan timbul rasa takut untuk tidak lagi melakukan perbuatan itu. “teman-temannya” pun juga tidak akan lagi melakukan perbuatan itu. Sama halnya ketika kita melihat arena perjudian. Aparat RT, RW, hingga Polisi tak mampu menindaknya. Lalu ketika FPI meluluhlantahkan tempat itu, mereka akan berpikir dua kali untuk mencoba membangun arena maksiat itu. Sehingga bisa menjadi kontrol moral masyarakat.

Mengenai tindakan FPI pada 1 April 2008, kurasa itu adalah tindakan yang benar. Karena Aliansi Kebebasan Berkeyakinan di Indonesia itu jelas-jelas muncul saat pemerintah berniat membubarkan Ahmadiyah yang jelas-jelas sesat dan menyesatkan. Maka tidak lebih kemunculan aliansi ini hanya menarik simpati dan dukungan pada Ahmadiyah. Kalo tidak ada FPI siapa yang akan menindak mereka? Kita saat ini masih memikirkan diri sendiri, tanpa memikirkan nasib Islam. Maka sangat tidak ariflah kita yang “buta” terhadap masalah ini sok-sok angkat bicara menuduh FPI teroris atau berkeinginan membubarkannya.

Namun, walaupun demikian kita tetap harus menempuh jalur damai dalam setiap menyelesaikan masalah. Bukankah Rasulullah telah mengajarkan umat-nya untuk melakukan musyawarah?

Mari kita mulai dan teruskan perjuangan ini selagi masih bisa bernafas.

Mulai dari diri sendiri

Mulai dari yang kecil

Mulai dari sekarang

ALLAHU AKBAR!!!!!

Ini hanya sekedar pandangan saya selaku “anak baru lahir” mengenai Islam. Sesungguhnya kebenaran itu datangnya dari Allah swt. dan kesalahan itu berasal dari diri saya pribadi.

5 responses »

  1. gue stuju ma FPI, yg menginginkan ahmadiyah dibubarkan.MUI aja setuju kok.FPI gitu kan krn agama Islam diselewengkan oleh ahmadiyah, wong jelas2 nabi terakhir itu Muhammad kok.kalo percaya ada nabi setelah Muhammad, maka ia melenceng dari rukun iman.kepercayaan mereka itu yg FPI gak setuju.
    ama agama lain FPI gak ribut kok, coz agama2 itu gak mencampuradukkan agama Islam.
    go dakwah…..!!!!!
    salam kenal dr banjarmasin.

  2. tidak hanya melanggar rukun iman tapi juga rukun islam..
    kan syahadat atas nama Nabi Muhammad saw, bukan nabi lain…so, jelas2 ahmadiyah memang sesat. Hanya mereka yang sesat lah yang mendukung aliran sesat itu.
    Salam kenal juga..ALLAHU AKBAR

  3. “Apakah kita harus seperti Front Pembela Islam (FPI)? Jawabnya YA. Hal itu dilakukan tidak lebih untuk memberi jera pada pelaku kejahatan. Bayangkan saja ketika kita melihat PSK dirazia, usai direhabilitasi mereka kembali “berkeliaran”.

    jawaban saya: wah pak,, menurut saya,, Islam adalah agama yang mengusung perdamaian. dan kalo harus melakukan kekerasan,, sepertinya itu bukan jalan yang akan ditempuh oleh Rasulullah.

    dan ngomongin PSK,, sebenarnya itu hal yang berbeda. karena yang seharusnya dirazia adalah PENGGUNA PSK.
    karena menurut hukum ekonomi: ADA PERMINTAAN, maka ADA ‘BARANG’.
    logikanya: sepanjang permintaan masih buwanyakk,, ga bakalan pasar mati..😉

    salam damai ya

  4. @Asti…
    tapi di Islam juga tidak menutup kemungkinan untuk memberi sedikit pelajaran…
    anak umur 7 tahun aja kalo gak mau shalat, kepada orang tuanya dianjurkan dipukul…

    tapi tentunya semuanya itu ada aturan, bukan membabi buta…
    mau yang pake, mau yang dipake, keduanya sama-sama perlu dibasmi, karena itu jelas2 merusak akhlak. Tentunya diawali dengan jalur damai.

    apakah tidak ada lagi pekerjaan halal yang bisa ditempuh selain menjaja diri?
    masih banyak kok. pemulung, pekerja kebersihan yang masih bisa makan. Itu jelas tidak menjual murah harga diri…

    aku hanya sekedar membuka pandangan umat muslim saat ini. Janganlah kita dengan serampangan menuduh FPI anarkis, karena apa yang mereka lakukan sangat beralasan, amar ma’ruf nahi munkar…

  5. assalamu’alaikum……
    wah kak,,,aga setuju ama argumen kakak di atas…
    Islam itu emang cinta damai…
    tapi jgn mentang-mentang kita cinta damai, trus seenaknya ajha di obok-obok…..
    ya gak ????
    sekali-kali orang yang suka ngobok-obok kita harus diberi pelajaran,,
    biar dia tau kalo Islam itu masih ada…
    Aga mau pesan ajha ama sluruh umat Islam,,,
    jangan pernah bosan untuk Amar ma’ruf nahi munkar…….
    ALLAHU AKBAR!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s