Bencana di Indonesia, Ujian atau Laknat Tuhan

Standar

jember.jpg

Jika kita berkaca pada bencana di Indonesia, apa yang kita pikirkan? Pasti dalam hati kita berkata, “Ya Allah, ini kah ujian yang Engkau berikan.” atau “Ya Allah ujian ini terlalu berat untuk kami jalani.

Kalo memang benar, itu yang terlintas di benak kita saat terjadi bencana, marilah kita pelajari apa kah benar, bencana itu suatu ujian.

267849725_86dbedaa201.jpg

Kita semua tentunya pernah ikut ujian kan, kalo anak TK ke bawah mungkin belum. Nah, sekarang yang ingin saya tanyakan, kalo ikut ujian ada syaratnya gak? Ya jelas ada kan. Bayar ini itu, yang SPP lah, yang buku lah, yang pustaka lah, pokoknya banyak yang harus dibayar. Trus kita juga harus melengkapi nilai mid dan tugas, absennya harus mencukupi, dan masih banyak lagi.

Lalu?

Apakah Allah memberi ujian, tidak memberi syarat ini itu?

Memang sih sebenarnya yang Maha Tahu itu hanya Dia semata, tetapi jika kita berpikir secara logika, manusia biasa aja yang buat peraturan ribetnya minta ampun, apalagi Dia yang menciptakan manusia si pembuat peraturan yang tadi. (P.S bagi yang menjalani perintah-Nya mungkin peraturan itu tidak ribet, berbeda dengan orang yang hatinya setengah-setengah bahkan gak ada untuk menjalankan perintah-Nya).

Terus, sekarang kita lihat, apakah kira-kira bangsa ini patut diizinkan ikut ujian????

Saya bukan menyalahkan siapa yang salah, tapi mari lah kita mengintropeksi diri. Jangan menganggap hal ini sepele. Karena dalam ayatnya Allah pernah berkata, Allah akan menurunkan bencana, jika sudah murka pada semua ummat-Nya tanpa pandang bulu dan orang yang tidak “bersalah” pun akan turut di dalamnya.

Benar, apa yang pernah dikatakan k2k tingkat saya waktu itu, “kalo kita tuh harus berbaik sangka, yang penting kita masih beriman pada-Nya.” Lalu saya membalas begini, “kan lebih baik kita beriman dan mawas diri.” Jadi, mentang-mentang sudah beriman, kita menganggap semua musibah sebagai ujian.

Tapi lagi-lagi muncul pertanyaan, kalo memang benar apa yang dikatakan k2k tingkat saya itu. Sudah sejauh mana kita beriman? Sudahkah kita sadar bahwa memegang tangan yang bukan muhrim itu haram? Sudahkah kita sadar saat sepasang kekasih yang belum nikah berdua-duan di kamar ada yang menyaksikan? Sudahkah kita sadar saat kita mengambil uang rakyat, kita diamati oleh-Nya? Sudahkah kita sadar bahwa shalat itu tiang agama? Sudahkan kita sadar bahwa pada diri kita ada secercah agama universal, yaitu Islam? Masih banyak lagi ketaksadaran kita, mengenai keimanan yang semakin menipis…

Setelah membaca ini, dapatkah kita mengatakan bahwa bencana di negeri kita ini adalah ujian Tuhan?

18 responses »

  1. Apapun itu namanya, Qt hanya manusia biasa yg memang dihadirkan ke dunia (baca:terminal sementara menuju akhirat)utk mengabdi kepadaNya… So, tetaplah berbaik sangka kepadaNya, karena “Allah swt adalah seperti apa yang disangka kan oleh hambaNya”… Namanya juga “HAMBA”, ya.. emang harus diuji.

  2. Myspace Hello Comments & Graphics

    sepertinya, tergantung kondisi, kalu kita udah baanyak salah dari pada benarnya maka ini adalah laknat alias azab tuhan, kalo kita masih dalam kebaikan dan kebenaran in adalah ujian. nah, saya menganggap ini bukan lagi sebuah ujian but, ini adalah azab kecil yg tuhan tunjukkan pada kita bahwa hanya padanya lah kita kembali,,
    semoga ini semua menjadi bahan intropeksi kita semua. amien

    doa kita semua,
    “ya ALLAH jauh kan kami dari marabahaya yg akan menimpa aminnn……….”

  3. yah, thanks to yang namanya manusia. Yang emang udah kodratnya selalu bikin kerusakan dimuka bumi. *udah tersirat dan tersurat loh!*

    Sekarang udah tinggal nunggu hari ‘H’ nya ajeee….siapin bekel yeee jangan lupa…:P

    *buru-buru tobat!!!!*
    đŸ˜€

    @rien…

  4. Klo ngomong masalah bencana selalu saja manusia mengeluh dan selalu bilang kalau Dia ( Allah SWT ) tidak adil. namun seberat apapun bencana yang kita hadapi namun itu semua tidak diluar kemampuan.

    Mari berbenah diri, sudahkah kita sermua melaksanakan hal yangterbaik yang disiratkan sdalam al-Kitab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s