Sepatu Kaca, Pembawa Petaka dan Cinta

Standar

iadk4554big.jpg

Judul : Sepatu Kaca

Penulis : Agnes Jessica

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Cetakan : Pertama, Februari 2008

Tebal : 240 halaman

 

Lagi-lagi ibu rumah tangga menghasilkan novel fenomenal. Siapa lagi kalo bukan Agnes Jessica. Mantan guru Matematika ini kembali dengan novelnya yang entah untuk kali keberapanya diterbitkan Gramedia. Masih sama dengan novel-novel kebanyakan, cinta tak luput dari permasalahan dalam cerita.

Novel Agnes yang terbaru dari Gramedia ini berjudul Sepatu Kaca. Kok Sepatu Kaca sih? Ya iyalah, kalo sepatu besi kan gak lucu (~nggak ding, just kidding~). Karena novel ini berkisah tentang keluarga Lolo, tokoh utama dalam novel ini, yang orang tuanya mempunyai toko sepatu. Dan Sepatu Kaca itu adalah nama toko kedua orang tua Lolo yang cukup sukses.

Namun, Lolo tidak menyangka bahwa ketika pulang ke Indonesia, kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat. Toko sepatu dan rumah keluarganya disegel, sementara mama-papanya menghilang. Belum lagi kebingungannya pdar karena mendadak jadi tunawisma, seorang pemuda menagih utang orang tuanya sebesar dua ratus juta!

Sudah tentu Lolo yang baru berusia delapan belas tahun tidak bisa membayarnya. Maka pemuda yang menagih utang itu, yang bernama Kingsley, menyanderanya. Bagi Kingsley, Lolo adalah jaminan. Ia memaksa gadis itu tinggal di “gudang”nya. Bukan apa-apa! Menurut Kingsley siapa tahu saat orang tua gadis itu muncul, mencari putrinya, ia bisa mendapatkan uang yang berguna bagi masa depannya.

Seiring berjalannya waktu, keduanya, Lolo dan Kingsley bertambah akrab, walau memiliki selisih umur dua tahun. Malahan Kingsley berniat membantu mencari tahu, mengapa orang tua Lolo yang sukses itu tiba-tiba bangkrut. Dan bahu-membahu pula keduanya berusaha meraih lagi kejayaan toko sepatu itu, dan itu menjadikan cinta tumbuh di antara mereka berdua.

Pokoknya, hasrat pembaca yang haus bacaan akan terpenuhi dengan membaca novel ini. Permasalahan-permasalahan kompleks terjadi di dalam novel setebal 240 halaman ini, pasti pernah kita alami. Bagaimana kita dikhianati, bagaimana kita disenangi, bagaimana kita dicemburui, bagaimana kita dicintai, dan bagaimana kita mencintai ada dalam novel karya Agnes Jessica. Tak disangka mantan guru (sori kalo masih jadi guru) Matematika ini bisa menulis novel se~kompleks ini.

Pertanyaannya…

Apa yang kamu lakukan jika hidup di dunia ini tanpa memiliki satu saudara pun yang memiliki hubungan darah….

Comment kamu ditunggu sampai 15 Maret 2008, pukul 15.00 WIB

Nb:

~ Maaf! untuk saat ini pemenang hanya dipilih yang berasal dari Sumatera dan Jabodetabek~

 

 

12 responses »

  1. Agnes Jesica memang memiliki kualitas yang baik dari segi pnulisannya. Dari irama aluranya yang mengalir sampai setiap kaitan emosional yang memang menyuguhkan novel yang luar biasa untuk dibaca. Beberapa tahun belakangan ini namanya memang sering terdengar, bak jamur dimusim penghujan, Jesica membanjiri pasar buku dengan novel-novelnya yang memang memiliki sekmen tersendiri. Pantas desebut dengan sastrawan masa kini, Jesica memiliki kekuatan untuk bertahan dalam pasar Indonesia.

    Salman Faris

  2. Well, jujur nih, aku belum pernah denger nama Agnes Jessica atau bahkan belum pernah sekalipun baca-novel-novelnya. Tapi setiap membaca sebuah sinopsis yang berisi cerita adventure atau misteri atau thriller, saya sangat tertantang untuk membacanya.

    Yah, dilihat dari review yang Anda buat, cerita gabungan dari mulai misteri hilangnya orang tua Lolo atau misteri dibalik bangkrutnya orang tua Lolo yang tadinya adalah seorang pengusaha yang ternama, dan juga dikawinkan dengan intrik-intrik percintaan, wah, keknya novel ini akan masuk menjadi list novel yang wajib saya beli.😀

    Yah, saya juga gak mo ngomong banyak-banyak, karena pengetahuan saya terbatas. Tetapi kok saya tertantang untuk menjwab pertanyaan yang Anda ajukan di akhir review ya…So, here they are….

    Yang akan saya lakukan jika saya hidup didunia ini tanpa satu orang pun yang memiliki hubungan darah dengan saya adalah…..

    Yah, kalau yang Anda maksudkan saya mengalami kejadian yang dialami oleh tokoh central, Lolo di novel Sepatu Kaca, maka tidak lain dan tidak bukan adalah mencari keberadaan orang tua saya. Tentunya jika mereka masih hidup, saya akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika saya kembali ke Indonesia dengan keadaan yang sangat tidak saya harapkan. kemudian saya akan menciba untuk membangun kembali toko sepatu yang pernah berjaya tersebut dan mengembalikan nama baik orang tua saya. tentunya semampu saya.

    Namun, jika yang Anda maksud adalah jika saya sama sekali tidak memiliki kerabat, maka yang akan saya lakukan adalah melanjutkan hidup saya, sebisa mungkin harus tetap tegar dan menerima keadaan yang sudha digariskan Tuhan. saya selalu berprinsip bahwa setiap manusia yang bernafas di muka bumi ini adalah keluarga saya. maka saya tidak akan merasa kesepian hidup didunia ini. Mungkin dnegan begitu ada yang tergerak hatinya untuk membantu saya yang sebatang kara. Seperti kisah-kisah para anak jalanan yang telah banyak diambil oleh orang-orang kaya yang tidak memiliki anak. Atau bahkan banyak yang sudah rela menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang hidup sendiri di dunia ini. semoga…..

    Terima kasih…

  3. Apa yang kamu lakukan jika hidup di dunia ini tanpa memiliki satu saudara pun yang memiliki hubungan darah….

    Sejujurnya aku akan merasa hidupku sepi dan sengsara sekali, karena Alhamdulillaah di kehidupan sebenarnya aku memiliki 3 orang kakak kandung dan puluhan saudara sepupu. Yang aku rasakan memiliki saudara sedarah sebanyak itu, seneng banget..karena kebayang aja rasanya gimana kalo udah ngumpul. Ruameeee bangeeeet!!!

    Jadi kalo gak ada mereka…jujur, I don’t know, but I think my life wouldn’t be as complete as right now, Alhamdulillaah

  4. Apa yang kamu lakukan jika hidup di dunia ini tanpa memiliki satu saudara pun yang memiliki hubungan darah….

    Saya tetap akan berusaha sebaik-baiknya untuk hidup, meskipun tidak memiliki saudara sedarah satu pun. Apalagi mengingat bahwa entah-apa-itu telah terjadi kepada saudara sedarah saya hingga mereka tidak dapat lagi bersama-sama saya (entah meninggal dunia atau memang meniadakan diri dari saya).
    Hidup saya tetap akan saya jalani dengan baik dan bukannya malah mengasihani diri karena tidak memiliki siapapun yang sedarah, lagipula, ada teman-teman atau sahabat yang saya miliki dalam hidup ini, sehingga paling tidak, mereka dapat mengisi tempat kosong milik saudara sedarah yang tidak saya miliki.
    Lagipula, bila memang dari awal saya tidak memiliki saudara sedarah (entah karena meninggal atau saya yang ditinggal entah dimana), saya pastinya sudah terbiasa dengan hal tersebut sehingga hal tersebut bukanlah lagi sebuah masalah, karena dengan berjalannya waktu, perlahan-lahan saya pastilah dapat mengesampingkan masalah itu dengan hal-hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan.

    ———-

    huheuehuehuhe.. smoga dpt deh bukunya.. (yang dikasih buku apa nih kalo menang?)

    kmaren2 itu, temen aku juga udah beli buku ini. katanya sih, dulu pernah cetak beda penerbit, tapi di cetakan yang dulu itu, tokonya namanya Glass Shoe.
    kata dia sih emang bagus, lagipula, yang bikin AJ sih (aku sih cuma baca beberapa bukunya aja). tadinya sih mo pinjem, sayangnya, ampe sekarang juga masih belum minjem2 juga..
    😉

  5. Ada temen aku di FMIPA, sekarang udah yatim piatu ~sejak hari pertama PKA kita Ibunya meninggal, sebelumnya Ayahnya udah duluan pas dy masi SMP~

    Aku kasian liat dia. Tapi aku suka liat gaya dia tetep ceria bahkan pas bilang : “aku shalatkan Ibu aku dulu yah”. Aku terharu liat dia. Aku yakin dia kesepian bgt. Untung ada adik laki2nya. Tapi dia pernah curhat ke Mama aku kalo adiknya sekarang gak ketulungan bandelnya. Tapi kata Mama aku, itu cobaan,,emang anak2 ~adiknya masi SMP kelas 1~ kalo kehilangan pegangan begitu. Jangan di jauhin, jangan dikerasin. Dia butuh bimbingan. Beberapa hari kemudian, dia diangkat jadi anak sama tetangganya. Tragisnya, rumah yang mereka tempati terbakar. Semua peninggalan ortunya abis. Buku Raymond Chang yang baru dibeli pun angus ~anjrit, padahal aku pengen tuh buku,,tapi mahal~. Iba sekali. Tapi dia tetap ceria dan tak pernah ngeluh dan bersedih di depan teman2nya. Sejak aku kenal di SMA, sampai sekarang.

    Jadi, aku bakal berusaha jadi seperti dia. Walaupun tak ada saudara, kerabat atau orang yang dikenal, dengan sikap kita yang tidak menyusahkan orang, pasti akan ada yang tergerak hatinya untuk membantu beban kita, dan mengurangi kesedihan kita.

    Aku akan bergaul dengan masyarakat sebaik-baiknya.
    🙂

  6. SeGala Ssuatu yg AWALNYA Qt YAkini Kalo itu Ga’ Kan Pernh Terjadi, Pasti & MuNgkin Bisa Terjadi… Contoh: ((Based on a true story ne..) Seorang penulis Novel Best Seller Tetralogi “LASKAR PELANGI”, Andrea Hirata, yang hanya seorg anak kampung melayu Belitong, bisa kuliah ke Prancis, Sebuah Negri yg mgkn ga pernah terlukiskan olehnya dulu. Begitu juga dgn peristiwa yg seperti dialami oleh tokoh fiktif, LOLO dlm “Sepatu Kaca” itu. Hingga dy hanya hidup sebatang kara di dunia fana yg keras ini.

    Kalo seandainya pretti ga punya satupun saudara sedarah lg, hal yg paling lumrah n manusia bgt ya, PASTI Sedihlah..hiks..hiks… Tapi pretti akan kembali ingat (~soalna ga hafal hadits nya ne..~) “Sesama Muslim adalah saudara. Muslim yg satu dgn yg laennya ibaratkan sebuah bangunan yg bagian-bagiannya saling kuat-menguatkan”. So, Qt hrs tetap fighting coz (YAKINLAH) Qt ga’ sendirian, mash banyk org2 yg butuh perhatian & bantuan qt, n mash banyak jg org yg sayang ma Qt. “Innallaha Ma Ana” (Allah selalu bersama Qt). SEMANGAT!!!

  7. Okay, makasih diberi kesempatan yang kedua.

    Kalau nggak punya sudara sedarah alias sendiri, apa yang akan saya lakukan. pastinya saya sangat kesepian… bagaimana tidak, kita hanya seorang diri di dunia, tanpa tahu kita lahir dari rahim siapa, siapakah bapak kita, dan siapakah nenek atau kakek kita, pasti dalam hati yang paling dalam kita akan menyalahkan Tuhan, kenapa kita ditakdirkan seperti ini.

    Namun, kembali lagi, pada dasarnya manusia memiliki kawan, tetangga, dan warga lain yang dapat dijadikan sebagai keluarga, walaupun bukan sedarah dengan kita. tentunya memang terasa berbeda, namun tetaplah akan terasa bermakna walau hanya keluarga yang semu.

    kita juga punya teman yang bisa dijadikan sebagai sahabat untuk mengobati smua rasa kesendirian kita. bahkan, sahabat tahu apa yang kita butuhkan ketimbang keluarga kita yang sebenarnya. yeah, itulah makna tentang kesendirian kita tanpa saudara atau hubungan sedarah. sekarang bukan lagi masalah sedarah atau tidak sedarah yang menjadi tolak ukur dalam menjalani kehidupan, yang lebih penting adalah perhatian kita dan perhatian mereka serta saling melengkapi satu sama lain.

    Panjang banget yah, makanya kita mesti bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang… okay.

  8. Ping-balik: Menjulang Awards versi Alpha and Omega « alpha and omega’s weblog

  9. aku penggemarnya Agnes jessica lo.ada 5 novel yang udah aku baca diantaranya DEBU BINTANG,BIDADARI BERSAYAP BIRU,COWOK PINGITAN,PENGANTIN TERPILIH,Three days cinderela.Keren2 bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s