Sandiwara dari Senayan

Standar

He…ngomongin politik (baca: ngompol) ni ye….Emang…

080212bblbi.jpg

Aku sebagai rakyat jelata merasa risih dengan sandiwara, acting, atau apalah namanya yang semua itu dilakonkan oleh rival-rival politik di Senayan sana…

Kalo artis ato aktor benaran sih don’t worry (atau gara-gara banyak selebritis yang jadi anggota dewan kali ya), tapi ini tidak, dari wajah saja tidak mendukung sama sekali untuk membuat sandiwara. Nah, mereka yang notabenenya pilihan rakyat malah turut bersandiwara layaknya selebritis (padahal mereka bukan selebritis).

Ayo tau tak apa sandiwara mereka? Tak perlu aku sebutin deh satu-satu, karena aku tahu kalian semua pasti pada tahu, salah satunya pada kasus interpelasi BLBI. Nah loh? Apalagi tuw kasus BLBI? Aku gak perlu jelasin lebih jauh, karena bukan itu pembahasannya. Tapi yang jelas kasus BLBI itu suatu kasus pengembalian dana dari para pengemplang bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar lebih dari Rp 144 triliun.

Di sanalah mulainya salah satu sandiwara orang-orang dari Senayan. Seakan mereka adalah pahlawan kesiangan. Atau bisa juga mereka seakan aktivis mahasiswa yang berdemo. Pokoknya sangat banyak sandiwara yang mereka (orang senayan, red) lakukan.

Sandiwara itu dimulai dari masalah ketidakhadiran Presiden. Ketidakhadiran Presiden banyak dipertanyakan wakil rakyat. Sebagian anggota DPR tidak puas dengan ketidakhadiran Presiden Yuhoyono dalam sidang kali ini. Yudhoyono alias SBY memilih mewakilkannya para menterinya, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menko Politik, Hukum dan Keamanan Widodo A.S. untuk menanggapi interpelasi DPR.

Jadi sandiwaranya dimana??? Ya begitu lah adanya. Sandiwara mereka terselubung, ibarat prostitusi di kalangan anggota dewan (maaf, ini sesuai fakta yang ada). Mereka dengan sok-sok-nya mempersalahkan ketidakhadiran SBY. Itu lah sandiwara yang mereka lakukan, walaupun sebenarnya kalo SBY datang lebih bagus,..

Tapi sebenarnya mereka (anggota dewan, red) tau, tujuan rapat yang dilaksanakan Rabu (12-02-08) bukan mempersalahkan siapa yang hadir atau siapa yang menandatangan, tapi adalah menyelesaikan kasus BLBI yang tak ada ujungnya selama ini.

Untuk kesekian kalinya kita harus melihat sandiwara yang dilakoni anggota dewan. Entah sandiwara apa lagi nantinya yang diperankan oleh mereka. Allahu bissawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s