Arsip untuk Uncategorized

Happy Ending in The International Exchange Youth Program

Pak Amir memakai helm

berkendare motor berbonceng tige

dengan semangat The Exchange Program

kibarkan tekad, indahkan bangse

Itu adalah sepenggal pantuan buatan Kak Riska (FISIP Unri 06) yang ia goreskan untukku. Aku sengaja minta ia membuatkan, karena aku tau dia sangat berbakat di bidang ini. Secara ia kan anak melayu asli. Lagunya aja, ada pake kuning. Tunggu bentar, kalo gak salah taik kuning ya. he..

Bang Randi, Yogi, Taufani, Kak Riska

Nah, alamat kapal akan tenggelam, pantun yang rencana akan aku bawakan pada acara program pertukaran pelajar antar negara di tes kesenian, gagal saya tampilkan. Tunggu bentar. Ngebet amat sih pengen tau kenapa. OK, aku lanjutkan. Sejam setelah selesai wawancara, hafalan berbagai pantun yang telah disiapkan Kak Riska hilang begitu saja.

Usut punya usut, ternyata aku terkena sindrom not confidence. Bagaimana bisa percaya diri, usai shalat dan makan, aku melihat semua tampil beda dengan berbagai aksesoris di badannya. Nah, aku. Masih dengan stelan salesman, baju putih + celana hitam + sepatu pantofel hitam + dasi yang sudah melorot.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyegarkan diri. Aku sengaja meninggalkan mereka yang sangat asyik mempersiapkan segala sesuatunya untuk tampil dan itu pasti sangat maksimal. Aku berusaha mencari warnet deket Dispora, tapi gak ketemu. Baru ketemu setelah melewati jalan hangtuah, Sutomo, dan Ronggowarsito.

Entah mengapa di sana lah terbuka inspirasiku. Tiba-tiba saja bermunculan kata-kata puitis di dalam benakku. Kenapa tidak mencoba baca puisi saja?

Setelah cukup untuk 30 menit berselancar di dunia maya, aku segera menuju Dispora dengan jalan yang sama ketika aku pergi ke warnet.

Setibanya di sana, para peserta telah silih berganti dan sangat jelas mereka menampilkan perform yang menurutku luar biasa tuk dipelajari satu malam.

Tapi tekadku telah bulat, yaitu tekad untuk tidak menang. Bukannya aku putus asa, tapi aku telah memutuskan bahwa dengan persiapan yang tidak matang seperti ini, aku tidak pantas untuk menjadi the winner. Jika aku memang putus asa, seharusnya aku seperti 7 orang lainnya, yang mengundurkan diri. Itu menandakan mereka tidak siap untuk kalah. Padahal, dalam competition kita harus siap tuk menang, tapi juga harus siap untuk kalah.

Dan tiba saatnya aku untuk unjuk gigi. Walau aku tidak tau, bahwa apakah aku bisa tampil maksimal. Tapi alhamdulillah, aku ternyata bisa tenang tuk menyampaikan puisi atau kata orang acting. Terserah, juri, peserta, atau penonton kasih tanggapan apa terhadap penampilan ku itu, tapi menurutku itu kemampuan yang kubisa saat itu. Lain waktu, lain cerita.

suasana 15 menit menjelang pengumuman yang lolos 6 besar (3 putra, 3 putri)

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 3,5 jam, akhirnya waktu pengumuman itu tiba juga. Dan aku benar-benar senang, bukan karena aku tidak menang, tapi kepada pilihan dewan juri yang benar. Kak Riska dan Taufani teman seperjuangan saat itu lulus 6 besar dan kurasa mereka memang pantas tuk menang dalam kompetisi ini, karena bukan hanya kemampuan b.inggris saja yang dinilai, tetapi juga behaviour.

Taufani, Yogi, dan aku

Bagiku saat itu berakhir dengan Happy Ending.

p.s

Aku harap kepada Dispora Riau, agar memerhatikan masalah konsumsi dan kenyamanan peserta yang ikut program ini. Selama saya mengikuti kompetisi yang gratis, tidak ada pernah satu badan ataupun instansi manapun yang tidak memberi konsumsi kepada peserta, padahal dana yang disediakan untuk program ini sangat besar dan bayar pulak lagi. Kembali menjadi bukti bahwa Dispora hanya mementingkan prestasi di bidang olahraga dibanding akademik. Jangan beralasan, dengan PON Riau 2012, dana harus dihabiskan semua ke olahraga. Tidak ada yang ngelarang untuk olahraga, tetapi perhatikan juga prestasi akademis. Perlu diingat ya dalam program ini YANG DIPERAS ITU OTAK BUKAN TENAGA. Yang kuras tenaga aja diservis dengan telur ayam kampung, gak logis kan jika yang kerja pake otak, diservis dengan “MurahQua”. Ditambah pula ruangan test tanpa AC. Coba bayangkan ketika Anda psikotes dalam ruangan kecil berisikan manusia kurang lebih 55 orang tanpa ada AC yang nyala?

Semoga kritikan ini dapat diterima dengan lapang dada dan tahun-tahun yang akan datang, hal ini bisa diperbaiki oleh Dispora Riau. Amin

acara foto bersama pesrta yang lolos seleksi hari pertama

Komentar (4) »

The Winner is…

Selamat kepada Vialli…..

yang telah berhasil meraih:

Komentar Terbaik Atas Resensi Langit Penuh Daya 

Harap kirimkan nama asli, no.hp, dan alamat ke prnm_indra@yahoo.com…. (~Data dijamin kerahasiannya~) Bagi yang belum menang jangan berkecil hati, karena sekarang setiap bulannya ada 2 novel yang direbutkan…. Sesi pertama tanggal 1-15 tiap bulannya dengan 1 pemenang, dan sesi kedua tanggal 16-30 dalam bulan yang sama dengan 1 pemenang juga.. Jadi jangan berkecil hati ya….

Quiz selanjutnya mengenai… P.S. I Love You 

Komentar (5) »

Menimba di Air Keruh

Belakangan ini, negara kita telah menunjukkan sedikit kemajuan untuk mencapai demokrasi yang mulai digembor-gemborkan pada 1998. Salah satu kemajuan itu adalah melakukan pemilihan kepala daerah, langsung oleh rakyat.

Tapi apa yang hendak dikata, ternyata kemajuan itu disalahgunakan oleh segelintir elite politik daerah. Banyak para elite politik yang “menyuap” rakyat untuk dapat memilihnya. Berbagai alasan mereka utarakan, mulai putra daerah lah, pejabat daerah lah, pemerhati daerah lah, pokoknya banyak. Bahkan yang gak ada hubungannya dengan sifat primodial, mereka tidak sungkan-sungkan untuk merogoh kocek. Toh, kalo jadi kepala daerah, bisa dapat berkali lipat.

Menimba di air keruh adalah salah satu trik mereka untuk mencari simpat. Biasanya mereka akan hadir di dekat hari “H” pemilihan atau saat terjadi bencana. Bahwa mereka peduli. Itu slogan yang mereka ketika mengunjungi korban bencana.

Contoh yang dapat dilihat adalah saat banjir di dekat rumahku. Waktu banjir dua tahun yang lalu, mana ada partai politik atau calon gubernur yang datang, tapi sekarang, mereka sepertinya berlomba-lomba untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Gubernur yang sekarang menjabat pun tak mau kalah, Dinas Sosial pun disuruh bergerak cepat. Kemarin, tepatnya anggota DPD RI yang katanya ingin mencalonkan diri jadi Gubernur, mengunjungi pemukiman warga yang terkena banjir di dekat rumahku.

Dengan membawa 200 nasi bungkus, ia dengan seakan dengan bangga mengatakan, “Saya peduli dengan warga, maka pilih lah saya.” Setelah itu salah satu parpol yang cukup besar, “hadir” dengan membawa rendang dan mie instan yang wadahnya berlogokan partai tersebut.

Bukankah itu menimba di air keruh?????

Komentar (1) »

Pemenang HONDA WRITING FEVER COMPETITION 2008 !

Kategori Pelajar SMA
Juara I Alfa Hidjrika Wisda Kusuma | SMA Taruna Nusantara, Magelang
Juara II Dwi Widayat | SMA Negeri 1 Ponorogo, Jawa Timur
Juara III Yogi Tri Prasetyo | SMA Negeri 1 Gresik, Jawa TimurKategori Mahasiswa/i
Juara I Pradita Tria Wirawan | Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Juara II Puspita Anggraini | Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya
Juara III Joni Lis Efendi | Universitas Riau

Kategori Umum
Juara I Ristadi Widodo Kinartojo | Madiun, Jawa Timur
Juara II Zacky Khairul Uman | Depok, Jawa Barat
Juara III Nunung Prajarto, M.A., Ph.D | D.I. Yogyakarta

Kategori Penulis
Juara I Trufi Murdianti | Radar Tanggamus – Lampung
Juara II Erwan Widyarto | Jawa Pos – Radar Jogja
Juara III Helfizon Assyafei | Harian Pagi Riau Pos Group

Hadiah Pemenang Setiap Kategori
Juara I Honda Tiger* + Trophy + Serifikat
Juara II Honda Supra X 125* + Trophy + Sertifikat
Juara III Honda Fit X* + Trophy + Sertifikat

* Off the road
Keputusan Dewan Juri bersifat mandiri, mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.

Sumber : Kompas, 22.03.08

Komentar (5) »

Perjuangan Menuju Kampus

“Kumelihat mereka dengan santainya dan sangat asyik bercerita di motor dan mobil yang mereka kendarai…”

Itu gambar yang kudapat ketika hendak menanti bus di halte penantian..Yup hari itu hingga hari ini aku harus naik bus untuk sampai ke kampus. Berikut akan kuceritakan kronologis perjuanganku menuju kampus tercinta untuk mengecap sedikit ilmu pengetahuan.

Pagi itu pukul 4.55 wib, aku terbangun dari tidur yang nyeyak dalam kegelapan, karena sudah seminggu listrik dipadamkan. Padahal adzan Subuh belum terdengar..”Ndra…Ndra…Bangun. Air udah tinggi. Kita harus beres-beres,” ternyata itu suara yang membangunkanku bukan adzan Subuh. Suara itu berasal dari Bapakku.

“Iya,” jawabku.

Lalu dengan langkah lunglai, aku membuka celana training yang kukenakan dan menggantinya dengan Boxer kesayanganku yang sudah 3 hari ini selalu kukenakan bila keluar dari kamarku. Kebetulan rumahku memiliki dua lantai. Di lantai 2 itu terletak kamarku dan disebelahnya gudang.

“Mana yang harus diangkat dulu, Pak?” tanyaku.

“Kulkas sama mesin cuci aja dulu,” kata Bapak.

Ternyata itu hanya kiasan Bapakku saja, karena hampir semua barang-barang yang telah ditinggikan terendam dengan air. So, lagi-lagi aku dan Bapak kembali harus meninggikan letak barang-barang yang ada di lantai satu.

s6300647.jpg

Kok air? Ya, rumahku dan sebagian rumah lain yang berada di Kelurahan Meranti Pandak dan sekitarnya tertimpa musibah banjir. Apa yang hendak dikata. Ini adalah pemberian Tuhan yang harus dipahami oleh ummatnya.

Tinggi badanku hampir 2 meter dan air banjir di dalam rumah telah mencapai pinggangku. Tentu tidak ada yang membayangkan bahwa hal itu bisa terjadi di kota yang katanya juga Metropolitan ini.

saat-banjir-hari-pertama.jpg

Waktu itu aku masuk jam 8 wib. Nah, saat barang-barang semua ditinggikan, waktu telah menunjukkan pukul 7.45. Dengan langkah yang terbatas, aku menuju kamar mandi yang kini telah penuh dengan air banjir. Aku pasrah, tidak tahu harus mengapa di kamar mandi. Bayangkan saja, aku mandi dengan menggayung air dari sumur, yang biasanya dikeluarkan dengan menggunakan mesin pompa air.

Selesai mandi dan mengenakan pakaian akhirnya aku berangkat ke kampus juga pukul 8. Kembali aku harus menempuh banjir besar untuk bisa mencapai bibir jalan. Kebetulan aku menitipkan motor kesayanganku di sana.

Baru saja akan memanaskan motorku itu, tiba-tiba muncul beberapa orang sambil mendorong motornya.

“kenapa bang?” tanya salah seorang di dekatku.

“Banjirnyo gadang. Ndak bisa kalua (keluar, red). Abis Onda den ko ha tarandam,” kata salah seorang dari yang mendorong motor tersebut menggunakan bahasa Minang. Kalo diartikan, Banjirnya besar. Motor tidak bisa keluar. Motor saya terendam.

Nah, aku langsung panas dingin. Di satu sisi aku melihat waktu telah menunjukkan pukul 8.16. Sudah 16 menit diriku terlambat. Di sisi lain, aku harus memikirkan nasib motor kesayanganku ini. Uangku 12 juta bukanlah jumlah yang sedikit untuk dicemplungin ke dalam banjir.

Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan sampan. Alternatif lain bagi mereka yang rumahnya dekat dengan bantaran Sungai Siak. Kebetulan dari bibir sungai ke rumahku hanya 1 km.

Aku langsung menuju sungai. Di sungai kudapati, air yang begitu deras. Tapi apa yang hendak dikata. Ini adalah perjuangan.

sungai-siak.jpg

Dengan hati yang was-was aku akhirnya memberanikan diri untuk naik itu sampan. Derasnya air sungai terasa melalui guncangan air yang mengenai sampan. Tak terbayangkan olehku, seandainya sampan itu oleng, sedangkan aku bukanlah orang yang pandai berenang.

Tapi berkat doa kedua ibu bapak, akhirnya aku terseberangkan juga dengan selamat. Nah, aku berjalan hingga ujung Jl Sudirman, dan di sanalah kulihat pandangan yang berbeda. Belum sampe 10 menit, pandanganku berubah hingga 180 derajat, dari motor yang knalpotnya penuh dengan air, dan sekarang penuh dengan kumpulan asap yang berasal dari mesin yang hidup. Apakah mereka tahu bahwa di seberang sana orang yang ingin motornya bisa seperti mereka? Ataukah mereka bisa merasakan apa yang dirasakan orang diseberang sana, yang memiliki motor dan mobil tapi tak bisa digunakan? Mungkin mereka akan merasakan, bila mereka mengalaminya sendiri. Ditunggu saja. Karena sesungguhnya Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana.

Saat itu konsentrasiku buyar oleh bus yang berhenti dihadapanku. Waktunya aku berangkat ke kampus. Tidak terlalu banyak kisah perjuanganku di dalam bus, palingan hanya ketika aku harus turun dari bus jauh dari pintu kampus.

unri.jpg

Waktu telah menunjukkan 9.25. Bukanlah waktu yang tepat untuk datang terlambat. Tapi ternyata saat aku sampai di dalam kelas. Sorak sorai pun muncul dari teman-teman yang menyangka aku akan libur kuliah hingga banjir surut. Mereka memberiku semangat dan salut terhadap perjuanganku untuk mencapai kampus.

Menurut pembaca budiman apakah itu sudah termasuk dalam perjuangankah?

Komentar (5) »

Persahabatan Sejati Berbuah Cinta Sejati

iblq1043big.jpg

Judul : Langit Penuh Daya

Penulis : Dewie Sekar

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Cetakan : Pertama, Februari 2008

Tebal : 360 halaman

Apa jadinya jika seorang Emak-Emak nulis novel? Langit Penuh Daya adalah jadinya. Kok? Memang benar, Langit Penuh Daya adalah produksi rumahan Emak Dewie Sekar, begitu Dewie menyebut dirinya. Membaca dan menulis adalah dua hal yang disenanginya. Langit Penuh Daya adalah novel ketiganya yang diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama.

Novel ini menggambarkan persahabatan Langit dan Daya yang berujung cinta sejati.

Langit dan Daya bersahabat sejak remaja. Sejak awal, entah mengapa Daya ingin membuktikan pada dunia bahwa laki-laki dan perempuan bisa bersahabat tanpa “terkontaminasi” roman picisan. Kenyataannya? Belakangan sikap Daya ini jadi bumerang yang melukai hatinya sendiri, sebab perasaannya pada Langit mengikuti embusan angin takdir tanpa bisa dikendalikan, tumbuh menjadi cinta. Namun, Daya nekat menyembunyikan perasaanya dari Langit. Persahabatan mereka tak pernah putus, bahkan juga saat akhirnya Langit menjalin hubungan dengan Dian.

Sementara itu Langit juga menyimpan perasaannya pada Daya. Dia jadian dengan Dian, hanya untuk membuat Daya cemburu. Tapi menurutnya itu tidak ngerubah perasaan Daya pada dirinya. Namun, dia cukup senang, karena Daya tak pernah menjalin hubungan serius dengan laki-laki lain, sampai Yusa memasuki kehidupannya. Kehadiran arsitek yang bekerja sebagai desainer interier dan tanaman ini membuat Langit tiba-tiba terancam, hingga ia mulai mempertanyakan, apa yang sesungguhnya dirasakannya pada Daya, si gadis rumah sebelah.

Cerita dalam novel ini sungguh menarik, walau ketebalannya mencapai 2 cm. Novel ini membuktikan kalau suatu persahabatan itu tidak menghalangi untuk membuahkan cinta sejati. Kita akan dibawa untuk menikmati suatu persahabatan sejati sekaligus cinta sejati dari novel ini. Sungguh karya yang menarik untuk mereka yang haus bacaan dan lapar pengetahuan.

Pertanyaan…

Setujukah kamu, jika teman sejati kamu, sangat mencintai kamu sebagi kekasih, bukan teman biasa…Alasannya sekaligus…

Ditunggu paling lambat tanggal 29 Maret 2008 pukul 15.00 WIB

Achtung…~pemenang dipilih dari Sumatera dan Jabodetabek aja ya~

 

Komentar (22) »

THE WINNER IS….

Selamat kepada @rien…..

yang telah berhasil meraih:

Komentar Terbaik Atas Resensi Sepatu Kaca

Harap kirimkan nama asli, no.hp, dan alamat ke prnm_indra@yahoo.com….

(~Data dijamin kerahasiannya~)

Bagi yang belum menang jangan berkecil hati, karena sekarang setiap bulannya ada 2 novel yang direbutkan….

Sesi pertama tanggal 1-15 tiap bulannya dengan 1 pemenang, dan sesi kedua tanggal 16-30 dalam bulan yang sama dengan 1 pemenang juga..

Jadi jangan berkecil hati ya….

Quiz selanjutnya mengenai…

Langit Penuh Daya

Komentar (5) »

Lagi Pekanbaru Juara I Darmasiswa Chevron Riau

dcr08-26.jpg

PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) kembali menggelar program Darmasiswa Chevron Riau (DCR) untuk kali kedelapan. Program DCR adalah suatu program beasiswa bagi anak Riau yang prestasi dengan nominal yang wah…..
Program DCR tahun 2008 ini diikuti oleh 55 siswa-siswi kelas 3 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dari 11 Kabupaten/Kota di Propinsi Riau dari tanggal 12-13 Maret 2008. Nah, adek-adek ini diinapkan di Asrama Sungkai, Chevron. (jadi inget, diriku waktu di 2007)

Seperti tahun-tahun sebelumnya PT CPI menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Nasional masing-masing Kabupaten/Kota untuk menyeleksi siswa terbaik mereka untuk diikutsertakan dalam program DCR 2008 ini.
Nah, tadi malam, tepatnya, Kamis (13/4) diadakanlah malam inaugurasi, dimana pengumuman pemenang diumumkan. Dan tau tak, Pekanbaru berhasil menyabet 2 tempat di no 1, yaitu oleh M. Iqbal Bakti Utama dari SMAN Plus Riau dan Fatardhi Rizki Andhika dari SMAN 1 Pekanbaru. Rasa haru langsung menyelimutiku saat itu yang turut menyaksikan pengumuman nama mereka. Gak nyangka aku dulu juga pernah seperti itu. Sedih juga, karena asal sekolahnya gak di tempat aku menuntut ilmu dulu, MAN 2 Model Pekanbaru, tapi tak apa lah, yang jelas mereka Pekanbaru. Pekanbaru is the best..Tapi buat adek-adek yang gak dapat juara 1 jangan berkecil hati. Kalian tetap yang terbaik…

Penerima beasiswa DCR terbagi pada 4 peringkat. Peringkat pertama (tiga orang) mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 12.000.000/tahun ditambah satu unit komputer dan sebuah printer; peringkat kedua (lima orang) mendapat beasiswa Rp. 9.000.000/tahun ditambah satu unit komputer; peringkat ketiga (tujuh orang) mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 8,000,000/tahun dan peringkat keempat (40 orang) mendapat beasiswa Rp. 5,000,000/tahun.

Para penerima DCR ke-8 ini akan menerima bantuan biaya pendidikan selama empat tahun penuh selama memenuhi ketentuan, antara lain harus mendapat IPK minimal 2,75 (skala 4) untuk setiap semester. Selain itu nantinya mereka masing-masing juga mendapatkan bantuan biaya wisuda sebesar Rp. 750.000,- . Lebih istimewa lagi, ke-55 peserta DCR ini juga mendapat undangan khusus untuk menjadi mahasiswa Politeknik Caltex Riau.
Diharapkan melalui program beasiswa ini para alumni DCR dapat berperan membangun Bumi Lancang Kuning tercinta.

~Terima kasih Chevron….jasamu akan selalu kukenang….~

Komentar (3) »

Selamat Ulang Tahun “Kabisat”

Tak semua orang yang tahu dan tidak semua orang juga yang mau tahu, kalau 29 Februari yang lalu adalah hari yang dinanti-nantikan oleh sebagian orang yang ingiiiiiiiiinnnnnn sekali berulang tahun seperti manusia normal….

Memang begitu fakta yang terlihat. Bagi sebagian masyarakat, tanggal 29 bukan lah hal luar biasa, yang harus diperingati seperti memperingati hari buruh atau hari pendidikan. Tapi tidak bagi mereka yang lahir pada tanggal itu.

Mereka yang lahir tanggal 29 Februari sangat menantikan hari ulang tahunnya yang bisa dirayakan sesuai tanggal di kalender, bukan dengan mencoret tanggal 1 Maret dengan 29 Februari pada hari biasa. Bagaimana tidak senang? Mereka harus menunggu waktu 4 tahun agar ada tanggal 29 Februari, dikarenakan di saat itu tahun kabisat.

Akhirnya, aku yang sempat lupa menyampaikan selamat bagi semua yang lahir di tahun kabisat,  melalui blog ini, dari hati yang paling dalam, aku ucapkan Selamat Ulang Tahun.

NB:

Jangan terlalu bersedih dengan hanya berulang tahun 4 tahun sekali. Ambil aja hikmahnya. Kan gak tiap tahun ntraktir orang. Iya kan? He…..

Komentar (4) »

THE WINNER IS….

Selamat kepada Prety…..

yang telah berhasil meraih:

Komentar Terbaik Atas Resensi Kutu, Kan?

Harap kirimkan nama asli, no.hp, dan alamat ke prnm_indra@yahoo.com….

(~Data dijamin kerahasiannya~)

Bagi yang belum menang jangan berkecil hati, karena sekarang setiap bulannya ada 2 novel yang direbutkan….

Sesi pertama tanggal 1-15 tiap bulannya dengan 1 pemenang, dan sesi kedua tanggal 16-30 dalam bulan yang sama dengan 1 pemenang juga..

Jadi jangan berkecil hati ya….

Quiz selanjutnya mengenai…

iadk4554big.jpg

Komentar bertahan »

Dapatkah Kuraih Lagi Masa Itu???

Sampai saat ini aku belum bisa menerima, bahwa aku sekarang bukan lagi siswa, tapi sudah menjadi maha..mahasiswa.

Kok??? Ya begitulah. Di awal kuliah aku merasakan hal berbeda. Dimana masa2 indah di SMA tidak lagi pernah kujumpai…

Apa arti smua ini??? Hal itu yang kupertanyakan pada diriku sendiri saat itu….

Aku tidak lagi bisa ngelabui guru ke kantin, tidak lagi bisa cabut sekolah dengan alasan kegiatan OSIS, tidak lagi bisa bersenda gurau terlalu lama, juga tidak lagi bisa berteman dengan baik-baik. Dan yang paling kubenci, aku tidak lagi bisa dengan tenang untuk chat atau hang out bareng teman2 (~walau yang terkakhir sangat jarang kulakukan)…

Saat masuk kuliah, aku harus menerima kenyataan bahwa kuliahitu tidak enak.Ingin rasanya kujitak kepala orang yang bilang kuliah is freedom (yang bilang demikian biasanya mereka yang udzur baru tamat) ~maaf~…Tugas yang membludak. Absensi yang dinilai tanpa pandang bulu, mau izin hima kek, mau sakit kek, mau mati kek, yang jelas kalo tak hadir, nilainya kurang. Belum lagi musuh2 dalam selimut yang berada dimana2….Membuat hati tak nyaman…

Tapi itu-lah hidup, semua punya makna…masa SMA adalah masa kita diatur dan masa untuk menikmati dunia, sedang masa kuliah adalah masa mengatur dan masa untuk memperbaiki hidup di dunia agar tertata dengan rapi….

Walau demikian aku masih berharap, masa itu dapat kuraih kembali??? Meskipun itu adalah hal yang sia2.

Komentar (4) »

Prediket my blog….dari www.criticsrant.com/bb/reading_level.aspx

Komentar bertahan »