Arsip untuk Mei, 2009

Gilak Babi

Gak kerasa, gw akhirnya kembali di tengah orang-orang item tapi manis, mata dan rambut berwarna item juga, ukuran tubuh yang kecil, dan bercakap dengan bahasa Minang. Yah, gw telah kembali di Pekanbaru, yang penduduknya adalah warga negara Indonesia yang sering kali menggunakan bahasa Minang dalam berkomunikasi sehari-hari. Dua hari yang lewat gw berada di tengah-tengah orang bule yang bahasanya entah apa-apa. Yup, gw berada di Hawai…tapi Hawainya Indonesia, yaitu Pantai Lagoi-Bintan-Kepulauan Riau.

Gw bener-bener bisa mastiin kalo lu ke sana, lu bakal ngerasa gak di Indonesia. Bulenya banyak bener dan bahasanya pun beragam, mulai dari Eropa, Afrika, Asia, hingga Amerika sana ada di Lagoi. Apalagi pas gw ke sana ada acara Bintan Triathlon 2009. Gw aja sampai mangap setibanya di Pantai Lagoi itu, karena gw ngerasa gw beruntung banget bisa ke sana. Di samping tempatnya jauh dari Tanjungpinang, kendaraan pun tidak ada (kecuali nyewa mobil) dan akses  untuk masuk ke Pantai Lagoi, yang dikelola Bintan Resort, pun tidak sembarang orang. Kamu harus jadi pemesan kamar seharga ratusan dolar dulu baru bisa masuk.

Gw beruntung, karena gw ke sana dalam rangka hunting foto buat buku gw. Gw nebeng dengan orang Dinas Pariwisata yang notabenenya boleh masuk karena diundang ke acara itu. Ya, udah gw maksimalin aja deh tuk foto-foto sampai jam 10 malam. Sebenarnya orang Pariwisata cuman sampai jam 4 sore doang, tapi ternyata diundang juga untuk malam pemberian award kepada pemenang. Ya udah deh, gw terpaksa beli baju di Bintan yang harganya pake dolar singapura dan kalo dirupiahkan uang gw habis 85 ribu hanya untuk membeli pakaian seharga 15 ribu di Pasar Tanah Abang.

Tidak sampai di situ, karena lelah foto sana-foto sini, gw pun istirahat untuk beli minuman mineral (sebut saja Aqua). Yang gw tahu, minuman itu cuman 2000 rupiah, kalo ada yang mau untung besar pun cuman dijual 3000. Nah, ini mau tau berapa harganya? sin$2,5 atau 20.000 rupiah. Gilak dak tuh, dijual hampir 100 kali lipat buat rakyat jelata yang tak tau apa-apa ini. Ada kakak-kakak dari Dinas Pariwisata langsung berekspresi mengeluarkan kosa kata yang bagi gw begitu baru dan sangat artistik, Gilak Babi, katanya.

Komentar bertahan »

Ke Padang

Setelah semua urusan dana keberangkatan selesai, akhirnya gw berangkat juga ke Padang. Yah, gw dan lima orang teman lainnya malam (Malam Ahad, red)  ini akan berangkat ke Padang. Seperti yang pernah gw sebutin sebelumnya, kepergian gw kali ini untuk ikut olimpiade kimia, kali ini tidak lagi OSN-PTI dengan sponsor Pertamina, yang pernah gw ikutin hingga tingkat nasional Desember lalu. Kali ini adalah OSN-MIPA yang diadakan oleh Dikti.

Lomba ini dibagi 10 regional dan gw berada di regional II yang acaranya dipusatkan di Universitas Andalas, Padang. Gw gak berharap banyak kali ini, padahal sebenarnya kesempatan kali ini lebih besar ketimbang tahun lalu, karena masing-masing universitas hanya boleh mengirimkan maksimal 5 orang. Sementara OSNPTI tahun lalu, ada satu universitas pesertanya lebih 100 orang. Jadi jangan heran jika tahun kemarin pesertanya mencapai 1500 untuk bidang kimia dan alhamdulillah gw masuk 33 besar waktu itu. Dan sampai saat ini gw masih heran kok bisa lolos waktu itu. ;-)

Semoga gw selamat sampai tujuan dan begitu pulangnya. Karena agenda gw masih banyak. Abis dari Padang gw mau ngedit karya tulis, trus ngedit buku, berangkat ke Kepri, n terakhir gw presentasi KKTM bidang IPS 2009 Wilayah A (ini masih menunggu kejelasan, apakah masih ada apa gak).

Komentar (1) »

Kabar Sebulan

Hampir sebulan gw gak pulang ke rumah mungil ini. Untung aja gw pulang lebih awal sebelum ada yang memanggil gw Bang Toyib. Banyak kejadian yang terjadi sebulan belakangan ini dan gw pun bukan lagi indra yang dulu (hueks..).

Tepat pukul 18.17 wib pada 3 minggu silam, tepatnya Ahad, 19 April 2009, gw resmi menjabat sebagai Bupati Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Masa Bakti 2009-2010 (sengaja ditebalin biar mencolok) melalui Sidang Umum XII Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Tahun 2009 yang kemudian dilantik bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009.

Berselang seminggu setelah acara suksesi tersebut, gw yang lolos ikut Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) tingkat universitas harus mempresentasikan di depan juri pada Sabtu, 25 April 2009. Gw yang tahun ini ikut bidang IPS benar-benar enjoy, gak perlu inget-inget struktur-struktur kimia, proses kimia, dan yang lain sebagainya seperti Adhe yang untuk tahun ini kembali ikut Bidang IPA. Sebagai informasi, tahun lalu gw ikut KKTM bidang IPA sama Adhe dan Bang Hasyim, yang udah tamat. Sebenarnya gw ikut IPS tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencari suasana yang berbeda. Kuliah di bidang kimia memang sangat menguras pikiran, tapi asyik. (bener tuh?)

Kemudian gw kembali disibukkan dengan rutinitas laporan, tugas-tugas kuliah yang tak kunjung usai, hingga tugas-tugas presentasi. Fiuh, repot dan melelahkan. Namun, di tengah-tengah semua itu, gw dapat kabar gembira, ternyata karya tulis gw dapet juara 1, begitu juga Adhe. Yang Adhe gw udah yakin menang sebelumnya. Pasalnya, dewan juri tampak begok kurang pintar dengan slide-slide yang Adhe tampilkan dari bidang kedokteran, sedangkan dewan pengujinya berasal dari Pertanian, ISIP, dan Teknik. Masak yang ditanya cuman singkatan ama judul. Kan, nampak tuh gak nguasai. Nih, catatan buat PR III.

Abis itu gw dan beberapa orang teman ditunjuk untuk ikut olimpiade tingkat perguruan tinggi lagi. Kali ini pelaksanaannya dilakukan oleh Dikti, tampaknya Dikti kecolongan, karena kali pertama acara ini dilakukan oleh Pertamina (baca: tulisan sebelumnya) bukan Dikti. Untuk Regional II (Sumbar dan Riau), pelaksanaan dilaksanakan di Universitas Andalas, Padang pada 11-12 Mei 2009. Menjelang itu gw bener-bener sibuk cari dosen untuk mempelajari materi yang memang belum tersentuh (maklum masih semester IV). Belajar dari pengalaman ketika gw ikut OSNPTI di UI pada Desember 2008 silam.

Selain itu, gw juga disibukkan dengan kepastian keberangkatan pemenang KKTM tingkat universitas ke wilayah A. Gw dapat informasi di internet, KKTM tidak ada lagi, karena diganti dengan PKM-GT dan makalah harus sudah diterima di Dikti pada 10 Maret 2009. Jika demikian, apa dasarnya universitas gw ngelaksanain KKTM ini akhir April lalu? Lalu sia-sia dong gw nyari bahan sampai ke Lapas buat nyelesain karya tulis ini? Ini yang sedang gw urus menjelang keberangkatan gw ke Padang. Konsentrasi gw agak pecah, belum lagi persiapan ujian mid untuk beberapa mata kuliah yang tertinggal.

Bak kata pepatah, rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh, pada 6 Mei 2009 tepat saat gw sedang belajar Biokimia I, gw dapat telpon dari nomor Jakarta, +6221xxxx, begitu sekilas yang gw lihat. Assalamualaikum, begitu kalimat yang gw ucapin ke orang di seberang sana. Namun, suaranya tak terdengar. Gw gak tau nih, apa memang sinyal yang di kampus gw lagi jelek atau suara mbak ini yang jelek memang kecil. Gw pun mencoba untuk menyetel kuping dan ternyata ada yang salah dengan kuping gw. Tadi pagi gak sempat bersihiin..hihihihi (gak ding).

Ok, balik ke inti permasalahan. Yang terdengar di kuping gw waktu itu cuman kata-kata “Selamat.”
Gw    : “Halo..halo. Mbak masih di sana?” gw akhirnya tahu bahwa manusia di seberang sana seorang mbak-mbak.
Si Mbak: “Iya….blupblupblup… Selamat ya!”
Gw    : “Aduh mbak, apaan sih? Apanya yang selamat? Gak jelas loh mbak. Bisa dikencengin gak suaranya.”
Si Mbak: “K A M U    M E N A N G    L O M B A     N A S K A H   J A L A N,” tampaknya kesabaran si mbak telah hilang. *lebay* (lihat pengumumannya di sini)
Gw    : “Oh. Yang Gagas ya Mbak?” kata gw kalem
Si Mbak: “Iya.” Katanya akhirnya yang mungkin diiringi dengan elusan dada. “Selamat ya!” ulangnya lagi.
Gw    : “Makasih ya mbak,” kata gw.
Setelah itu si mbak pun ngejelasin catatan dewan juri yang harus gw perbaiki untuk diterbitin dalam waktu dekat. Gw pun mendengarkan sambil menghayalkan pulau dewata sebagai hadiah. Dan setelah itu gw pun gak konsen belajar Biokimia I.

Ucapan selamat pun mengalir kepada gw dan mungkin cap tukang kritik pun segera akan luntur. Hehehehe, emang enak loh jadi reviewer itu….

Nah, yang sekarang lagi gw pikirin, selain persiapan ke Padang yang tinggal menghitung hari adalah gw harus memikirkan siapa pendamping gw untuk ke Bali. ;-) .

Komentar (5) »