Arsip untuk Desember, 2008

Menjulang Awards versi Alpha and Omega

1st anniversary Alpha and Omega

The Best Commentator adalah penghargaan yang diberikan kepada insan blog yang cukup sering mengunjungi Alpha dan Omega. Penilaian diberikan kepada mereka yang meninggalkan comment terbanyak dan pastinya comment yang diberikan itu bukan comment asal-asalan.

Nominatornya adalah:

karena tidak sempat menghitung jumlah comment yang begitu banyak, maka nominasinya tidak saia buat. Langsung diumumkan pemenangnya pada 21 Jan 09. Batas comment yang dihitung terakhir tanggal 31 Desember 2008.

The Best Comment adalah penghargaan yang diberikan kepada insan blog yang memberikan comment terbaiknya dalam Makna Tahun Baru.

Nominatornya adalah:

1. Elghifar

2. Virga

3. Rina

The Best Book and Writer adalah penghargaan yang diberikan kepada para penulis yang bukunya pernah diresensi dalam blog ini. Penilaian diberikan atas banyaknya comment dan pengunjung yang mencari buku sang penulis melalui mesin pencari.

Nominatornya adalah:

1. Sepatu Kaca oleh Agnes Jessica

2. Langit Penuh Daya oleh Dewie Sekar

3. Dengan Hati oleh Syafrina Siregar

4. Noda Tak Kasat Mata oleh Agnes Jessica

The Best Link adalah penghargaan yang diberikan kepada blog dan web yang membuat link Alpha dan Omega dalam tulisannya. Penilaian diberikan kepada atas banyaknya blog yang sering dijadikan link untuk menuju Alpha dan Omega.

Nominatornya adalah:

1. GreatQo

2. Blogfam

3. JuraganPribumi

4. Indo-dota

Nominator yang telah disebutkan di atas tidak dapat diganggu gugat (ce ile). Nah, buat yang gak masuk, taon depan dicoba lagi (gak penting banget).

Disarankan kepada nominator jangan terlalu berharap akan banyak hadiah jika Anda menang. Karena nilai hadiah yang diberikan mungkin tidak sebesar hadiah yang Anda terima selama ini. So, ya jangan diliat dari nilainya, tapi liatlah dari niat ikhlas yang saya berikan. (Ikhlas kok dibilang-bilang. Itu Teh Ria. Apa benar?)

Komentar bertahan »

Makna Tahun Baru

Wah, gak terasa udah mau taon baru aja. Tak tanggung-tanggung, dua tahun langsung dilalui dalam beberapa hari lagi. Tahun Hijriah dan tahun Masehi. Lalu apa makna tahun baru yang sebenarnya?

Bagi gw pribadi, taon baru adalah taon dimana kita kudu mengospek mengintropeksi diri ato kalo bahasa kerennya bermuhasabah. Dimana pada saat itu gw harus nyiapin diri untuk lebih bagus dari taon yang akan gw tinggalkan. Hal itu gw lakukan biar nantinya gw gak bakal jadi orang yang merugi, apalagi jadi orang yang melarat. Gw maunya untung. Siapa sih yang ada di dunia ini gak mau untung?

Setelah gw itung-itung, ternyata prestasi gw taon ini, 2008 ato 1429 H, tidak terlalu bagus. Artinya gw merugi dong? Jawabnya gak. Kenapa? Karena gw punya pengalaman dan teman yang lebih banyak ketimbang taon-taon sebelumnya. Dan itu menjadi tolak ukur bagi gw untuk membandingkannya dari taon-taon sebelumnya.

Ternyata tanpa gw sadari, taon 2008 ato 1429 H adalah taon gw menghabiskan jurnal paling banyak, 9 jurnal dalam setaon. Ngapain aja tuh? Nih gw kasih kronologis singkat perjalanan hidup gw yang gw himpun dalam jurnal itu (sangat disayangkan, karena gw hanya ngimpun dalam taon Masehi. Moga taon depan, gw nambahin pake taon Hijiriah. Sayang banget kan, taon gw selaku umat Muslim gak digunain. Padahal sejarah dibalik Hijiah itu luar biasa besarnya).

Januari

-Gw buat film dokumenter tentang anak kos dalam Kospetition. Setelah dua bulan proses penilaian, ternyata gw gak menang.

-Gw bareng temen-temen seangkatan buat acara Lomba Masak Nasi Goreng antar angkatan di kampus sekaligus gw jadi MC.

-Gw diajari Adhe bikin blog. Dan ini lah blog sederhana itu yang udah menginjak tahun ke satu.

Februari

-Gw diminta jadi pembantu asisten dosen dalam hal memegang kunci. Gak terlalu sedih..he..

-Gw sibuk moto-moto objek buat cover gw. Namun hingga kini tuh novel masi menumpuk di meja redaksi salah satu penerbit. *sampai kapan gw harus menunggu.hiks.hiks*

-Gw diundang ama anak-anak scul gw dulu tuk dukung Final DBL di Hall A Stadion Rumbai. *gak nyangka, scul gw bisa masuk final.*he..

-Gw buat tulisan dan foto buat ikut lomba yang diadain Honda. Tapi sayang pas gw ngumpul, semuaya udah terlambat. Pas gw kirim via e-mail, kagak mau. Padahalkan hari terakhirnya tanggal 28 Feb. Nah, gw kan ngirimnya siang, tapi gak bisa juga.

Maret

-Gw ikut lomba foto lingkungan di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Jawa Timur.

-Suksesi Hima dan gw kepilih di Divisi Diknalar.

-Nyiapin bahan-bahan untuk Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Tingkat Universitas.

April

-Gw ikut program pertukaran pemuda antar negara, tapi gagal karena gak punya keahlian seni budaya khusus.*nahan air mata*

-Gw nampil KKTM tingkat Universitas dan hasilnya gw mewakili Unri untuk Regional A.

-Panitia Olimpiade Kimia ke-6, gw jadi tim soal dan April itu udah mulai kerja.

Mei

-Gw buat tulisan tentang lingkungan untuk Bayer Environmental

-Gw studi lapangan ke Perkebunan Sawit PTPN V Sei Galuh buat penyempurnaan karya tulis yang akan dilagakan di Regional A

Juni

-Gw ke Universitas Andalas, Padang, ikut KKTM Regional A dan gw cuman dapet Harapan 2. Pupus sudah harapan ke Unissula, Semarang untuk ikut tingkat nasional.

-Kunjungan studi ke Kementrian Lingkungan Hidup wilayah Sumatera.

Juli

-Gw lolos seleksi I beasiswa ke Jepang (Monbu) tapi gw berubah pikiran n gak jadi ikut tes selanjutnya di Medan.

-MOT Juralistik Siswa/i SMAN 10 Pekanbaru.

Agustus

-Olimpiade Kimia 6 dilaksanakan dan gw selaku tim soal semakin bertambah sibuk dengan penambahan-penambahan soal.

-Gw diundang Talk show Bukunya Ayuwidya, CLBK Bikin ribet di Mall Pekanbaru.

-Gw jadi orator dalam aksi pawai 17-an di Unri. Gw dapet no.3. Mayanlah, padahal gw banyak gak hapal tuh lagu kebangsaan. Jadi ketauan deh pada saat itu…malu bener..he..he

-Keponakan gw ulang tahun n gw jadi MC

-Gw dapat proyek bikin database prodi. Fiuh..benar-benar pekerjaan yang melelahkan.

September

-Rapat Pembentukan panitia reuni alumni Darmasiswa Chevron Riau dan gw didaulat jadi ketua.

Oktober

-Gw berhari raya di Pekanbaru cuman 3 hari. Ya iyalah, tgl 6 langsung kuliah.

-Gathering Darmasiswa Chevron Riau 2008 di Rumbai Country Club-PT Chevron Pacific Indonesia.

-Jadi fotografer dadakan acara Olimpiade yang diadakan oleh Kantor Depag Riau.

-Gw ikut presentasi produk kreatif dan inovatif di Unri Expo 2008. Gw berhasil jadi juara 1. Namun, sampai saat ini gw gak tau siapa yang ngambil hadiahnya.

November

-Gw ikut seleksi tingkat daerah Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi seluruh Indonesia (OSNPTI) 2008 dan gw berhasil lolos 33 nasional (gak tau deh peringkat berapa sebenarnya)

-Undangan acara Comdev di PT Chevron Pacific Indonesia

-MOT Jurnalistik (Penulisan Cerpen dan Novel) siswa/i SMA se-Pekanbaru di MAN 2 Model Pekanbaru

Desember

-Gw lolos seleksi pusat OSNPTI 2008 di Universitas Indonesia, Depok dan di sana sampai 10 Desember 2008.

-Persiapan penelitian tentang remaja bersama BKKBN Riau.

-Siapkan Kumpulan Cerpen dan Insyaalah 2009 terbit nasional.(asalkan jangan ditumpuk terus seperti nasib novel gw).

Demikian kronologis singkatnya perjalanan hidup gw di taon 2008. Mengenai prestasi nulis, taon 2008 memang gak sebanyak taon-taon sebelumnya. Kebanyakan tulisan gw hanya berbentuk resensi dan artikel yang dimuat di media cetak. Selebihnya gw gak ada ikut, kebanyakan gw buat tulisan buat nyalurin hobi aja. Gw tau suatu saat tulisan yang gak gw ikutin lomba ini pasti berguna. Buktinya, gw bisa jadiian cerpen-cerpen yang gw buat jadi Kumpulan Cerpen (Kumcer).

Sedangkan untuk buku, gw mengalami peningkatan dari taon sebelumnya. Buku yang dibaca taon ini kurang lebih 107 judul buku dan sekitar 85 judul buku pernah diresensi di media cetak dan blog. Ini tidak lepas dari kebaikan hati dari beberapa penerbit yang dengan senang hati memberikan gratis buku-buku itu dengan syarat gw kudu nge-review. Terima kasih buat penerbit, terkhususnya Gramedia, yang bener-bener memuaskan nafsu baca gw yang begitu besar.

Bagi gw taon baru bener-bener bermakna buat memaknai hidup. Dan untuk taon 2009 ato bertepatan dengan 1430 H gw pengen lebih baik, biar jadi orang-orang yang beruntung sebagaimana yang diharapkan Tuhan. Nah, buat sobat semua, apa sih makna taon baru bagi sobat?

Comment terkeren bakal mendapat penghargaan “Menjulang Awards” untuk kategori The Best Comment dalam acara puncak 1st Anniversary Alpha and Omega. Ditunggu ya comment-nya paling lambat 10 Januari 2009 ato bertepatan dengan 13 Muharram 1430 H.

Komentar (8) »

Kejutan Akhir Tahun

woi…woi…gw bikin kejutan nih. Memang sih, judulnya agak sedikit jadul. Kek yang ada tipi-tipi. Tapi mo gimana lagi. Gw mw buat kejutan di akhir tahun.
Nah, kejutannya berupa penghargaan kepada para insan bloging yang pernah berkunjung ke blog gw, serta bahan bacaan yang paling tinggi stats-nya. Penghargaan ini diberi nama “Menjulang Award”. Berikut nominasi yang akan dilombakan adalah:
1. Commentator Terbanyak
2. Tulisan Terbanyak
3. Artis Terbaik
4. Aktor Terbaik
dan masi banyak lagi penghargaan lainnya untuk para insan bloging dalam rangka peringatan 1st Alpha dan Omega 2009. (udah gede lo)….
Jadi ditunggu aja pengumumannya pas hari puncak 1st Alpha dan Omega Blog. Bagi pemenang, akan mendapatkan hadiah:
1. Jalan2 bareng gw dengan si Vega.
2. Tiket PP dari kecematan senapelan ke kecamatan rumbai pesisir naik sampan. Kapan lagi?????dan masi banyak lagi hadiah lainnya. Termasuk novel-novel milik gw.

Komentar (7) »

Berbagi Cerita Seleksi Pusat OSNPTI 2008 (Part 2)

plumpang

plumpang

Waktu itu tiba juga. Gw akhirnya bisa keluar juga dari Depok. Tujuan awal agenda hari itu, bertepatan dengan Ahad (7/12) adalah Depot Pertamina yang ada di Plumpang.
Rombongan (ce ile, kayak mo naik haji aja) berangkat dari Wisma Makara pukul 09.00 wib. Tidak lama memang di Plumpang, karena “ceramah” kali ini cukup singkat, karena memang ruangannya agak sempit, jadi berhimpit-himpit deh dan banyak juga yang kejepit, katanya sih karena si Ipit atau mungkin karena gak pake sumpit…(apa cobak)…Udah, kita kembali serius.

Memang benar, di sana kami bentar kok. Karena panitia juga keknya udah gak sabar ke Dunia Fantasi (Dufan). Gak nyangka, panitia yang kebanyakan mahasiswa UI itu udah gak sabaran. Sepertinya mereka belum pernah ke Dufan..Ck.ck.ck.ck (sambil geleng-geleng kepala)..Bener tuh? Apa gak kebalek?

Abis tanya jawab dan keliling-keliling depot, tepat jam 11.00 wib, tancap deh ke Dufan. Ciek, duo, tigo, Check it out. Tiba di Dufan, gw dan temen yang lain langsung disuguhkan wanita cantik. Ya gak lah. Disuguhi oleh makan siang maksudnya. Jadilah kami makan siang lesehan di parkiran Dufan, yang berada entah di sebelah mananya Monas.

Sehabis makan siang, langsung deh menuju Dunia Fantasi, dunia penuh imajinasi. Alah! Nah, setibanya di depan pintu, terjadilah peristiwa itu, dimana kami diberi stempel berlogo Dufan. Kapan lagi nih bawa kenang-kenangan dari Dufan. Gw pun mengulurkan tangan, pengennya sih di jidat ato dimana gitu yang gak kehapus kena air. Tapi karena antreannya rame, jadi gw urungkan niat itu. Udah itu gw gak langsung menuju “TKP” tapi shalat dulu bentar, biar aman gitu mainnya.

Karena abis makan, maka dipilihlah permainan yang tak mengguncang perut. Perang Bintang. Begitu permainan yang akhirnya dipilih setelah melalui survey yang cukup panjang. Bagi yang belum pernah ke Dufan, gw kasih tau deh gimana permainannya, biar gak katrok gitu pas ada kesempatan ke sana..(ha…ha…ha…ha…ampun…ampun). Nanti di dalam ada lampu berkedap kedip, nah, lo-lo pade nembaknya pas lampunya jadi ijo. Kalo merah berenti, kuning ati-ati (loh ini trafic light apa perang bintang?). Pokoke intinya gitunya. Nah, jangan kayak Hadi. Dari akhir ampe selesai poinnya masi “0”, entah apa yang ditembaknya daro tadi. Sori di, kalo gw jujur..he…

Perang Bintang usai, gw dan rombongan yang telah terbagi-bagi pun menuju tempat, yang masih, tidak mengguncang perut. Rombongan yang sama gw ato tepatnya rombongan yang gw ikutin terdiri dari Hadi (Unri), Defri (UNP), Yudi (Unibraw), K’Zakk (UI), Habib (ITB), Fingko (Unmul), de el el. Ada sekitar 15 gitu deh. Namun, sangat disayangkan, antreannya begitu panjang, sepanjang tali beruk. Maka daripada itu, gw dan rombongan mencoba naik Rajawali. Awalnya gw takut. Maklum gw takut ketinggian. Jangankan dari tempat tinggi liat ke bawah, gw liat tanah aja menggigil. Tapi karena temen-temen pada asoy geboy, ya gw ngikutin aja. Hasilnya, takut dikit. Tapi asyik juga.

Pilihan selanjutnya pun masih yang tak mengguncang perut, tapi kayaknya memang orang pade takut semua. Permainan “menyeh-menyeh” itu ngepul, panjang banget antreannya. Terpaksa deh, cari yang lain. Dan pilihan itu jatuh pada Halilintar. “Ini sih kecil,” kata gw pas ngantre. Tapi pas udah selesai, gw meradang, meriang, pilek, influenza. Loh, kok gejala flu burung. Yang jelas, bener-bener bikin jantung bekerja lebih cepet. Pak Erning aja ampe ngos-ngosan kayak lomba lari 1010 km. Yang paling kasian, Mas Ian. Abis dari Halilintar, ia ngangkat tangan untuk permainan selanjutnya, kecuali Istana Boneka. Begitu pula dengan Habib. Pas perjalanan pulang, Habib semangat cerita kalo dia ampe dua kali naik permainan di Dufan, bahkan sampai tertidur. Gw mikirnya, hebat juga nih si Habib, padahal tadi takutnya bukan main abis Halilintar. Tapi pas dia bilang kalo yang dinaikin itu permainan istana boneka, gw langsung lemes.

Balik lagi ke Halilintar. Abis Halilintar semuanya sepakat main arung jeram, karena hari tampaknya akan hujan. Disini nih yang gak enaknya. Semua basah kuyup abis dari arung jeram. Airnya bener-bener deres. Jadi basah deh semua ampe ke bagian terdalam. Tapi nyantei aja toh, nanti dikeringin ama angin. Hanya gw dan Fingqo yang ngejinjing sepatu kemana-mana se-antero Dufan.

Abis Arung Jeram, gw ditantang naik Kora-Kora. Siapa takut. Cuman naik turun gitu kok. Tapi yang lain pada takut semua, apalagi K’ Zakk. Tapi keknya ada yang disembunyiin deh bagi mereka yang gak ikut. Tapi gw mikir lagi. Kapan lagi bisa pergi rame-rame kek gini. Jadi coba aja semuanya. Ya udah, gw coba. Dan tak tanggung-tanggung gw ngambil posisi nomor dua dari atas. Apa kisah selanjutnya?

Gw bener-bener nyesel naik Kora-Kora. Jika pada saat itu nyawa gw akan dicabut, hanya satu permintaan gw. TOLONG BERENTIIN KORA-KORA INI SEKARANG JUGA!!!!PLIISSSSSSSSSSSSSSSSSSSS. Tapi kayaknya nyawa gw masi belum berakhir. Dan gw terpaksa nutupin mata sambil teriak dan megangin jantung biar gak copot. Tapi untung aja gw gak kek cewek yang difotoin Mbak Endah (Unnes), keknya udah pipis deh..he…

Asli kalo gw kucing yang punya nyawa sembilan, agaknya telah berkurang satu karena naik Kora-Kora. Makanya waktu gw diajak naik kincir-kincir, gw gak sanggup lagi. Beberapa orang dari rombongan tampaknya masi kuat. Gak tau deh gimana cara orang tu bisa sekuat itu, setelah beberapa kali nyawa mereka hampir melayang.he. Diputar vertikal, lalu horizontal, vertikal lagi, tapi kursinya ikut juga berputar, begitu permainan kincir-kincir. Rombongan yang ada di bawah pada ngakak semua. Pasalnya mereka yang naik kagak tau, kalo mekanisme “pembunuhan terencana” kali ini seperti itu.

Perjalanan dilanjutkan ….waduh sori udah kemaleman…besok disambung lagi ya, sekalian dengan foto-fotonya

Perjalanan dilanjutkan dengan iring-iringan manusia-manusia yang tampaknya akan muntah. Tapi keliatannya masih bertahan. Kemudian dilanjutkan dengan masuk ke dalam ruang bingung. Asli bingung, ruangannya kaca semua. Gw aja sampai ngutuk kalo sempat gak ketemu jalan keluarnya, orang yang paling depan bakal gw jitak. Berkali-kali tersesat entah kemana. Karena orang yang paling depan gak pasti ngasih petunjuk, akhirnya gw pilih ngikutin orang lain yang tampaknya lebih santai dan lucunya mereka pada ngikutin gw dan lolos keluar tapi pintu penipu yang terletak di bagian samping pintu masuk. Padahal gw udah punya rencana jahat, kalo jalan keluar gak ketemu. Memecahkan semua kaca yang ada.

Selanjutnya masuk ke Rumah Miring. Tapi gak terlalu miring hingga membuat kami menjadi miring. Tapi pusing-pusing dikit gw alami setelah keluar dari rumah itu. Hada-hada saja yang dibuat oleh “mereka.”

Karena mendengar orang teriak-teriak begitu kenceng, selain Kora-Kora dan Tornoda. Rombongan pun langsung melirik permainan itu. Ternyata Niagara-Gara. Namun, setelah memasuki antrean. Ternyata antreannya duakali panjang tali beruk. Rombongan yang tinggal beberapa orang pun langsung mengurungkan niat.

Setelah puter-puter cukup lama, rombongan tidak menemukan permainan lain lagi yang antreannya sedikit. Maka daripada itu, kami tak tanggung-tanggung mengantre di tempat permainan yang saat itu paling rame, yaitu Extreme Log. Sambil ngantre kami bisa melihat penampilan group band lokal yang lagi manggung di Dufan. Saking menghayatinya menonton tuh group band, gw dan beberapa teman, Mas Ian, Ade, Hadi diteriaki pengunjung lain. “Woi, jalan”. Wah ternyata antreannya udah jauh, kami terpaksa berlari mengejar ketinggalan antrean yang kira-kira udah sepuluh meter jauhnya. Dua jam kami harus menunggu dan akhirnya masuk ke arena permainan.

Tapi apa yang didapat? Di dalam kami hanya disuguhkan dengan tontonan hutan Arimazona. “Kurang ajar. Udah ngantre 2 jam, ternyata cuman nonton beginian,” kata salah seorang pengunjung Extreme Log. Gw rencananya mo ngomong gitu juga, tapi gak jadi ketika akhirnya di ajak ke arena yang sesungguhnya. Di sini ternyata dia berada. Gw gak bisa menceritakan permainan di sini, karena kalian harus mencobanya sendiri. Abis itu kami salat Ashar bentar.

Usai itu rombongan yang tersisa berjumpa dengan rombongan lain. Dan akhirnya tercetuslah ide untuk mengakhiri permainan di Dufan ini, yaitu dengan menaiki Tornado. Gw sih masi ragu-ragu bakal ikut apa gak. Tapi ikut aja. Liat nanti.

Saat itu sedang ada parade Dufan, jadinya kami berfoto-foto bentar bareng badut Dufan

Namun, sangat beruntung disayangkan hujan gerimis turun. Karena di dekat Komedi Putar akhirnya kami berteduh di sana sambil menaiki kuda-kuda itu. Jadinya selama kurang lebih 15 menit kami ber-komedi putar.

Selesai komedi putar, selesai pula hujan. Dan niat naik Tornado pun muncul kembali. Ternyata Tornado kembali diputar saat kami sampai di sana dan kebanyakan yang naik adalah anak-anak OSN. Gw dan Defri ragu-ragu. Sedangkan yang lain telah menyatakan tidak bakal naik sesuatu yang dapat membunuh. Si Defri akhirnya naik, sedangkan gw masi dengan keraguan. “Ayo, Ndra. Kamu bisa!” teriak-teriak mereka yang udah duduk di Tornado, kebetulan operator baru akan memainkan Tornado kalo udah penuh ato setengah penuh, katanya biar stabil (aduh si operator tampaknya mengaplikasikan pelajaran Kimianya waktu es em a). Gw terharu. Tapi gw telah memutuskan. Gw gak naik. Atut. He……….Pasalnya nyawa gw gak terkumpul-kumpul abis Kora-Kora tadi.

Tampaknya Tornoda permainan kecil, buktinya semua orang pengen nambah. Tapi tidak bagi kakak-kakak di samping Defri. Dia memohon-mohon agar Tornoda dihentikan. Seolah-olah Defrilah penyelamat hidupnya kini. Tapi untungnya si operator tidak mendengar, Tornado pun berputar sekali lagi. Muntah-muntah deh tu si kakak dari atas sana. Hiiiiii…

Permaianan terakhir yang dipilih adalah istana boneka. Padahal panitia udah nelpon-nelpon agar ngumpul di depan komedi putar jam 6 sore, sedangkan sekarang udah jam 6 sore lewat 15 menit.

Pantes si Habib ampe tertidur di istana boneka. Kita disuguhi menikmati pemandangan boneka dengan menggunakan perahu melewati sungai yang ada dalam istana sambil mendengarkan irama yang syahdu. Dan ini lah menjadi the best bagi Habib.

Setelah permainan itu kami salat magrib dan berkumpul dekat komedi putar abis salat. Di sana belanja bentar, foto-foto bentar, makan di parkiran lagi, salat Isya, dan pulang meuju Depok. Sungguh perjalanan yang melelahkan.

tunggu part3, Coming Soon…

Komentar (4) »

Berbagi Cerita Seleksi Pusat OSNPTI 2008 (Part 1)

Ke Jakarta. Itu tujuan gw pagi itu, Kamis (4/12) (baca tulisan sebelumnya da ini juga). Tepat pukul 06.00 wib, gw sampai juga di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Di sana, Hadi, teman gw yang sama-sama mewakili Riau telah menunggu. Tiba di bandara, gw dan Hadi langsung check-in. Entah kenapa dari pemeriksaan petugas bandara, keluar bunyi ”tit”. Si petugas langsung memeriksa gw bak sang polisi memerikasa polisi, padahal semua hape gw (bukannya nyombong ya…^-^) dan flashdisk udah dikeluarin. Tapi alhamdulillah gw lolos dari pemeriksaan dan berangkat dengan Mandala pada pukul 06.30 wib. Sebelum berangkat si Bapak sempet nitipin pesan buat supir pesawat, ”Kalo belok, liat kiri kanan ya Pak!”

~~~

Deru mesin pesawat pun mulai terdengar. Aku semakin deg-degan. Maklum, ini kali pertamanya aku naik pesawat. Roda pesawat mulai bergerak. Aku semakin deg-degan, ditambah pula aku duduk dekat jendela, jadi semuanya terlihat dengan jelas di luar sana. Tidak beberapa lama setelah itu, pesawat tidak lagi bergerak. “Mungkin sudah mengudara,” kataku dalam hati.

Aku langsung menatap pemandangan di bawah sana. Kata orang, kalau dari udara, rumah-rumah terlihat kecil. Ternyata benar. Rumah-rumah kelihatan kecil, bahkan sangat kecil seperti semut. Sepertinya penumpang yang berada di sampingku merasa terusik dengan tingkahku.
“Maaf, mas lihat apa ya? Kok serius gitu?” tanyanya heran.
“Oh ini, liat rumah-rumah di bawah sana. Anda belum pernah naik pesawat ya sebelumnya?

“Rumah???” tanya penumpang itu semakin heran.

“Iya. Dari sini keliatan rumah saya sangat kecil seperti semut,” kataku yang sepertinya baru saja melihat rumah bapak dari atas sini.

“Kita kan belum terbang,” kata penumpang itu akhirnya.

“Ah, gak mungkin. Itu buktinya, di bawah keliatan kecil,” kataku sambil menunjuk ke arah luar.

Penumpang di sampingku langsung melepaskan safety belt-nya. Aku sempat cemas, karena berani-beraninya dia membuka safety belt ketika pesawat sedang terbang.

“Jangan! Jangan! Anda tidak boleh melepaskan sabuk pengaman itu. Nanti Anda bisa celaka,” kataku berusaha agar dia segera memasang sabuk pengamannya.

“Katrok amat sih ni orang. Kayaknya emang baru pertama kali terbang deh?” tebakku dalam hati pada penumpang itu.

Sepertinya sang penumpang tidak mendengarkan perkataanku. Dengan santainya ia melongokkan kepalanya ke dekat jendala pesawat demi melihat susunan rumah seperti semut yang kubilang.

Tidak lama ia melongok, lalu ia duduk kembali. Tapi ia tidak berkomentar sama sekali.

“Iya, kan, kayak semut?” aku memastikan ia juga melihat deretan rumah itu.

“…”

“Iya, kan?”

“Itu semut beneran, Mas.”

~~~

Wahai saudara-saudara. Cerita di atas hanyalah salah satu cerita yang pernah gw buat dengan judul Bangku 16 F.

Akhirnya gw dan Hadi, duta-duta Riau, sampai dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng pada pukul 08.10 wib, walau sempet melewati beberapa kali guncangan ketika memasuki wilayah Jawa yang mulai dihiasi dengan fase padat dalam medium gas alias polusi udara.

cengkareng

cengkareng

Gak seperti yang gw duga. Ternyata penjemputan tidak langsung menuju ke Universitas Indonesia (UI) Depok, tetapi menunggu teman-teman lain yang datang pada hari itu juga. Terpaksalah gw dan Hadi menunggu sampai pukul 11.00 wib. Waktu yang lama itu, tidak gw sia-siakan, karena dari sana gw bisa kenalan lebih awal dengan peserta-peserta lain, yaitu dari Jawa Timur dan Sumatera Barat.

Cukup memakan waktu lama dalam perjalanan ke Depok, hingga akhirnya tiba di UI pas pukul 1 siang. Setibanya di UI gw takajuik bodi alias terkejut. Pasalnya, tugas yang dibebankan bagi seluruh finalis olimpiade DIKERJAKAN SELURUHNYA DALAM FORMAT PPT. Mampus. Itu kata-kata yang langsung terlontar dari mulut gw, karena kebetulan gw belum ngerjainnya. Si Hadi, nyantai aja, padahal dia belum siap sama sekali. Gw gak bisa berdiam diri. Abis salat gw sibuk nyariin laptop nganggur buat nyelesaiin. Tapi ternyata masi banyak juga peserta lain yang belum ngerjain. Terpaksa deh gw nelponin Riko, temen gw waktu di asrama UI setaon yang lalu. Tapi dia lagi kuliah. Lalu gw nelponin Bang Ari, masiswa Universitas Nasional (Unas), tapi Bang Arinya gak punya laptop. Akhirnya gw baru inget, kalo asrama kan ada rental. Ya udah gw langsung tancap ke sana. Alhamdulillah semua slide siap tepat pukul 15.30 wib dan langsung dikumpulkan. Kemudian dilanjutkan acara pembukaan.

Malamnya, seusai salat magrib, seluruh peserta diistirahatkan. Gw gak istirahat, karena gw kangen sama suasana asrama. Gw kesana, apalagi kata Agung, masiswa Teknik Industri UI asal Riau, di kantin asrama lagi rapat. Di sana ternyata sudah banyak masiswa asal Riau yang sedang rapat. Gw langsung gabung. Dan dari sana gw tahu, bahwa masiswa-masiswa asal Riau di UI yang tergabung dalam IMR (Ikatan Mahasiswa Riau) UI lagi mempersiapkan helat besar UI Goes to Riau yang rencananya bakal berlangsung akhir Desember ini. Gw permisi pas pukul 11 malam, karena tampaknya mata tak lagi bersahabat.

rapat ui_goes_to_riau

rapat ui_goes_to_riaukamar_217

Sesampainya di kamar 217, kamar gw, gw tidur. Oh ya, gw belum ngasih tau kalo gw sekamar dengan Hadi, dan Defri dari Universitas Negeri Padang.

Paginya gw berangkat tempat tes dan tepat jam 8 pagi, tes pusat putaran I dilaksanakan.

di bikun

di bikun

Usai tes gw benar-benar bersyukur, karena soalnya gak seperti yang gw duga. Alhamdulillah gw dapat ngejawab soal-soal yang ada, walaupun ada materi yang belum gw pelajari. Harapan lolos ke 9 besar pun terbuka cukup lebar.

gw n k'Zakk (UI)

gw n k'Zakk (UI)

Sehabis tes, dilanjutkan dengan salat Jumat di Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) UI. Kemudian seluruh peserta dikumpulkan dekat Balairung. Di sana dilanjutkan dengan acara sharing daerah. Di sana gw diberi kesempatan menceritakan mengenai Riau. Mulai dari makanan khas, hingga galian khas di Riau. Sepertinya peserta cukup antusias. Apalagi ketika gw nyebutin tentang Chevron, yang menjadi pesaing Pertamina dalam penambangan minyak dan gas bumi.

Perjalanan menuju wisma tidak seperti biasa, yaitu menggunakan bis kuning (bikun) UI, karena seluruh peserta diberi kesempatan untuk mencoba fasilitas baru di UI, yaitu sepeda kuning alias sekun. Yang gw denger, katanya sekun ini juga yang mendongkrak posisi UI ke peringkat 243 dunia.

bersepeda_ria

bersepeda_ria

Walau capek, peserta masi diharuskan mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Malam hari ada presentasi dari Pertamina yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman yang lolos 9 besar.

Tapi harapan gw membuat bangga orang Sumatera pupus sudah. Gw gak lolos 9 besar. Gw mencoba berbesar hati dan gw yakin mereka yang lolos adalah mereka yang lebih baik dari gw.

Namun, ada yang aneh. Gw biasanya jarang banget nerima kekalahan dalam waktu yang singkat, tetapi kali ini gw malah gak ngerasa kalah, malah merasa seolah gw menang. Ternyata pikiran positif mampu membuat semua yang jelek seolah baik. Namun, pikiran itu sedikit terganggu ketika ada peserta yang gak gw harapin lolos ke 9 besar, karena dari percakapn-percakapan yang pernah gw lakukan dengannya, gw tau kalo penguasaan kimianya belum terlalu mendalam. Lagi-lagi, gw berupaya keras untuk berpikir positif, karena itu hanya semata pendapat gw yang belum tau ”apa-apa”.

defri (unp)_hadi(unri)_gw_alfrets(Uncen)

defri (unp)_hadi(unri)_gw_alfrets(Uncen)

rameeee

rameeee

Keesokan harinya, Sabtu (6/12) dilanjutkan dengan tes pusat putaran II. Di sini gw gak lagi dites, posisi gw sebagai orang ke-10 alias penonton. Hingga pukul 12 siang, gw dan temen-temen dari bidang kimia mendengarkan presentasi dari 9 peserta dan akan diumumkan Senin malam untuk yang lolos 3 besar. Presentasi 9 peserta itu berkenaan dengan zeolit alam Indonesia. Namun, sangat disayangkan, banyak di antara peserta yang tidak cukup menguasai zeolit dan keluar dari pokok pembicaraan. Gw dan Finqo, peserta dari Universitas Mulawarman sempat berdiskusi masalah zeolit yang diperbincangkan oleh mereka.

Kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi dari pihak Pertamina. Lagi. Rencananya pukul 4 sore kami akan bermain futsal, tetapi gagal karena hujan lebat mengguyur Jakarta dan sekitarnya sore itu. Alhasil sepanjang sore itu kami menghabiskan dengan mendengarkan ceramah dari pihak Pertamina.

Malamnya dilanjutkan dengan games. Matematika, Fisika, dan Kimia dipisahkan. Games pun dimulai, masing-masing grup diberi tali rafia, kardus, telur, gunting, dan kertas koran. Kami diminta untuk membuat suatu rancangan agar telur terlindungi dan tidak pecah ketika dilemparkan, ibarat testis yang dilindungi oleh skrotum dan celana dalam.he.he.he.

Hasilnya..teretet…teretet…Fisika yang menang. Matematika yang mencotet hasil karya anak Kimia pun pecah. Telur anak Matematika pecah pada lemparan keempat. Sementara telur anak-anak Kimia pecah pada lemparan pertama. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh anak-anak Kimia, menyimpulkan dua hal mengapa hal itu terjadi. Yang pertama, si telur bukannya pecah karena dilempar, tetapi telurnya telah menetas dan menjadi anak ayam. Sampai saat ini si anak ayam belum ditemukan. Yang Kedua, panitia hanya melempar sekali saja, coba dua kali atau lebih dari empat kali, kemungkinan telur tidak akan pecah.

Dilanjutkan dengan penampilan masing-masing grup. Yang paling buat mulut gak berenti ketawa adalah penampilan dari Matematika yang diwakilkan oleh Defri, teman sekamar gw. Dia nyanyiin lagu Ayam Den Lapeh. Sontak semua orang ngakak gak henti-hentinya, bukan karena lagunya yang lucu, tapi dari suara si Defri yang na’udzubillah jelek, susah gw deskripsiinnya.

Games berlangsung hingga pukul lewat pukul 11 malam. Kemudian sebelum kembali ke kamar masing-masing, panitia memberitahu kalo besok agendanya kunjungan ke Depot Plumpang dan Dunia Fantasi alias Dufan. Gw seneng. Jelas. Tapi sebelum balik ke kamar gw keceplosan.

”Gak pake ceramah Pertamina ya!”

Dan gelak tawa pun meruah ketika semua kembali menuju asrama.

Bersambung…

Komentar (17) »

Tunggu Aku di Jakartamu

Setahun sudah gw balik di Jakarta, tapi perasaan ingin kembali itu selalu muncul. Abis waktu ke sana gw cuman 3 hari n gak sempat ke ancol.he.. Universitas Indonesia. Begitu tempat yang gw tuju waktu itu. Dan gw bakal kembali lagi ke sana, namun bukan lagi mencari tempat kuliah, tapi ikut berlomba.

img_01661

Foto bareng anak Riau di UI setaon yang lalu.

Besok, tepatnya 4 Desember 2008, pukul 06.30 gw bertolak ke Jakarta. Perasaan gw dag dig deg dug. Seneng? Jelas. Pasalnya gratis gitu loh, pake uang saku pulak. Nah, yang bikin gw gundah gitu, gw pergi pas menjelang Hari Raya Idul Adha, bahkan hari rayanya gw masi di sana. Sedih, aja di hari raya nan suci itu gw gak berkumpul bareng emak dan bapak.

Selain itu, gw rasa, gw belum terlalu prepare. maklum ilmu gw masih cetek, jadi rasanya gw gak siap aja. Tapi untung aja gw punya teman dan dosen yang sangat mendukung.

Dan gw ngarepnya gw dapat memberikan yang terbaik. dan mohon doa buat semuanya. Wahai Jakarta, tunggu aku.

Komentar (1) »

Di Tengah Kesibukan…

“Indra! Udah sejauh mana perkembangan acara kita?” kata Kak Meli “…” “Kok diem.” “…” “Woi…B A N G U N !!!!!!!!!!!!!!!” “Apa?” kata gw sambil celingak celinguk…”Huahhhh,” sambung gw dengan penguapan yang luar biasa. Setelah dijelasin apa yang dimaksud gw terkejut. “APA!!!!!!!!!! Ini jelas gak proffesional,” erang gw kali ini dengan sungguh-sungguh. Namun, setelah kawan-kawan gw megangin dua kaki dan dua tangan gw, akhirnya gw bisa ditenangkan. Dan gw terpaksa dengan ikhlas, lagi-lagi menerima amanah itu. Gw ditunjuk jadi host lagi. Kali ini untuk acara HUT Program Studi Pendidikan Kimia Unri yang ke-14. Selain itu, gw diminta cari sponsor. Satu-satunya yang gw bisa harapin cuman Indosat. Untungnya lagi Pak Agung, Marketing & Communication nya Indosat Pekanbaru bersedia ngebantu dana, tenda, spanduk, plus spg..he… Gw makasih banget sama Pak Agung yang selalu ngerespon kegiatan yang pernah gw buat semenjak Putih Abu-Abu. Makasih ya Pak Agung..he… Oke balik ke jalan yang benar. Udah jelas-jelas gw sibuk nyiapin segala hal buat olimpiade, eh, ini disuruh nyiapin acara ulang tahun prodi. Tapi gw sungguh beruntung karena punya teman-teman yang mau bekerja, terutama Muslim ditambah pula anak-anak 2008. Beruntung gw udah tua, banyak adik yang bisa dimintai tolong. Dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu itu, Sabtu 29 November 2008 lah diperingati ulang tahun yang ke-14 itu. Pembukaan dilakukan di ruang serbaguna. Gw gak jadi host di sini, sebab gw ngebawain khusus acara dokumenter kegiatan anak-anak Pendidikan Kimia selama ini.

hut-prodi-11

si tukang foto ini, kayaknya sensitif de ke gw…buktinya fotoin gw dari belakang…memang jahat engkau tukang foto, adakah daku pernah salah???

Nah, pas saat gw nampil bawain acara dokumentas ini, semua peserta pada bernafsu ngeliatin gw…atau lebih tepatnya liat film yang lagi diputar kalek…

hut-prodi-2

Kemudian diikuti ama potong tumpeng. Kebetulan dosen-dosen pada ikut jadi tim sertifikasi guru-guru. Jadinya cuman dua dosen yang hadir. Pak Dullah dan Bu Is. Bu Is pun mau ikut setelah dicegat di depan biro…he…

hut-prodi-4

Nah, sialnya gw ditelpon ama orang Indosat yang lagi masang tenda…sial, gw cuman dapet tulang-tulangnya…hiks..

Setelah ditutup, baru pesta rakyat dibuka. Panitian bikin 3 acara. Lomba masak berbahan dasar beras (rice is, always, the best) he, buat kartu ucapan, ama futsal. Semuanya dilaksanakan antar angkatan. Yang jelas pada seru tuh.

hut-prodi-5

Setelah kurang lebih 1 jam, acara lomba masak selesai. Salah satu peserta yang cukup bangganya memperlihatkan hasil kreasinya bisa dilihat di bawah ini. Ia bisa dipanggil si Mbak…he..

hut-prodi-71

saat waktu jeda, yaitu adzan zuhur. kami foto-foto deh…

Komentar bertahan »