Judul : His Wedding Organizer
Penulis : Retni SB
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2008
Tebal : 272 halaman
Ada yang belum kenal Retni SB? Kalo ada yang belum kenal, ingatkah buku terbitan GPU yang berjudul Metamorfosa Oase dan Cinta Paket Hemat? Kedua buku itu juga karangan Retni SB. Retni SB adalah perempuan kelahiran Cirebon yang terus mencoba menghasilkan tulisan. His Wedding Organizer adalah kali ketiga bukunya terbit di GPU.
Cerita ini berkisah mengenai kehidupan Harsya yang memiliki pekerjaan sebagai wedding organizer, yang diberi nama Puspa Tiara. Bersama Tante Lani, Jose, Pak Bondan, dan Andra, akhirya wedding organizer yang mengurusi semua hal mulai dari tata rias, pakaian, masakan, hingga fotografer, mulai melejit di kotanya, Semarang. Masalah baru muncul ketika Harsya dihubungi oleh Karin, sohib lamanya. Karin meminta Harsya menjadi wedding organizernya, yang menjadi masalah calon suami Karin adalah pacar Harsya saat ini. Ternyata Harsya telah berselingkuh dengan lelaki yang lebih memilih menikahi temannya.
Sakit. Begitu yang dirasakan Harsya ketika mengetahui bahwa sang kekasih yang baru beberapa bulan kenalan ini, yang didambakan menjadi pendamping hidup, akan menikahi orang lain dan itu bukan dia, melainkan temannya. Bodohnya lagi ia menyanggupi sebagai wedding organizer mantan kekasih.
Kesanggupan Harsya untuk menjadi wedding organizer tidak lebih ingin menunjukkan pada Figo, mantan kekasihnya itu, bahwa ia masih bisa bertahan tanpa dirinya, kan ada Adra. Yup, Adra adalah tempat pelarian dan curhatnya Harsya sejak kecil hingga sekarang.
Memang acara pernikahan yang dibuat Harsya dan timnya sangat luar biasa, tapi perasaannya masih terus menginginkan Figo. Begitu juga Figo, ia juga masih memikirkan Harsya. Maka tak heran jika akhirnya perselingkuhan babak kedua terjadi. Demi hubungan semu yang tidak menjanjikan apa-apa selain sensasi debar jantung, Harsya sampai berani mengorbankan Adra, lelaki yang ternyata sudah lama mencintai Harsya.
Namun, akhirnya Harsya tersadar dari kebodohan yang ia lakukan. Ia berusaha memperjuangkan cinta Adra yang terlanjur pecah. Dan masalah kembali muncul. Adra tidak setolol Harsya. Adra menolak cintanya. Adra hilang entah kemana. Harsya sempat merenung, andai saja ia diberi kesempatan mempersembahkan sebuah perkawinan yang luar biasa bagi Adra (dan baginya)… Haruskah Harsya menyerah? Temukan jawabannya di novel setebal 272 ini.
Kembali novel yang memadukan romantisme persahabatan dan percintaan muncul dihadapan pembaca. Yang membuat novel ini agak berbeda adalah adanya aroma perselingkuhan. Jadi novel ini tidak hanya memadukan persahabatan dan percintaan, tetapi juga nuansa perselingkuhan yang jarang diangkat menjadi sebuah cerita yang menarik.
Pertanyaan:
Apa yang kamu lakukan jika dihadapkan pada posisi Harsya? Akankah menyerah begitu saja untuk mendapatkan cinta sejati atau kembali ke Figo? Atau mungkin akan mencari pujaan hati yang lain?
Comment kamu ditunggu paling lambat tanggal 5 Agustus 2008. Comment yang paling bagus bakalan dapat novel dari Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Hadiah hanya dikirim untuk wilayah Sumatera dan Jabodetabek.













@rien berkata,
Juli 20, 2008 @ 6:52 am
Hi, ndra…apa kabar…lama jg ya gak main kesini…^_^
Kalo aku berada di posisi Harsya, yang pasti aku gak akan mau kembali kepada Figo. Kenapa?sebab Figo sudah mendapat status ‘tidak layak’ untuk diperjuangkan lagi. Figo telah berkhianat, bahkan dengan teman Harsya sendiri. Sungguh menyebalkan!!!1
Adra, aku fikir, Because anything is possible….Adra hanya memiliki emosi sesaat ketika menolak cinta Harsya. Harsya harus bisa mengembalikan kepercayaan Adra. Karena kita tidak akan pernah mengira kalau jodoh kita ternyata adalah orang terdekat kita sendiri. Tanpa kita sadari atau tidak, Adra menginginkan Hersya sejak dulu (kecil) dna begitupun sebaliknya yang dirasakan Harsya.
Go, Harsya…kamu pasti bisa menemukan cinta sejatimu!!!! seperti aku…..^_^
Indra berkata,
Juli 21, 2008 @ 1:19 am
hai juga kak…alhamdulillah bikhair…
tu lah…gak ada lg maen2 ke t4 indra…..
oh ya, indra pengen sih ngsih comment ke blog k2k tapi gak bisa, abis pake MP sih….
rani! berkata,
Juli 27, 2008 @ 5:35 am
if i was Harsya:
well, Figo’s definitely somebody husband. my best friend husband. why should i come back to him? he didnt even fight for our love at the first time. *hello? he did marry my best friend, even when i was around him, organizing his wedding!!*
then, i’ll ask myself. can i make it with adra? do i love him? do this fight for love is worth it?
if adra still dont want me, i’m sure, there’s someone out there. for me. only.
Hendrawan berkata,
Agustus 1, 2008 @ 2:34 am
aku kira novel mu??, ternyata..
wui Ind, kok nggak dibalas isi komen rani nggak ngerti bahasanya ya..?
Indra berkata,
Agustus 1, 2008 @ 4:21 am
gak semua musti aku balas kan????
lagian aku nanya pendapat orang….
woi buk, aku tuh reviewer…jadi gak masalah kan kalo aku nulis di sini????
novel aku???? Tunggu awal Januari 2009…
rani! berkata,
Agustus 11, 2008 @ 10:46 am
jadi, siapa nih yg menang?
kumara berkata,
Agustus 12, 2008 @ 6:52 am
harsya tidak salah, wong dia masih cinta dengan figo… jalani aja. Apa sih yang tidak buat cinta ? kalo adra memang cinta harsya, berjuang dong, he he he
Indra berkata,
Agustus 12, 2008 @ 9:34 am
@Rani…
sepertinya gak ada mbak rani, karena semua yg mengomentari novel ini udah pernah menang…kesepakatan pertama dgn pihak gramedia kalo yg udah menang gak boleh dimenangin lagi…
tapi untuk resensi yg akan datang bakal indra kasih masukan ini…
gak apa-apa ya Mbak?