Juni 2, 2008
· Disimpan dalam info
Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Anggi Maysaroh dinyatakan lolos menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXI di Semarang, Jawa Tengah mewakili Universitas Riau (Unri).

Anggi yang merupakan mahasiswa angkatan 2007 jurusan HI FISIP Unri awalnya berhasil menyaingi mahasiswa Unri lainnya untuk mewakili Unri di Regional A pada April. Dan ia membuktikan bahwa ia juga mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya di Regional A.
Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) bidang IPS ini sendiri berlangsung di Riau, tepatnya di Mona Plaza Hotel dari tanggal 28-31 Mei 2008 yang lalu.
Setelah melalui presentasi yang panjang dari 24 perwakilan pergururuan tinggi, barulah diketahui bahwa Anggi juara II. Sedangkan Juara I berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan Juara III berasal dari Universitas Medan (Unimed).

Dengan juara yang diperoleh ini, maka Unri telah menempatkan 1 wakilnya di Semarang. Ini juga membuktikan selain sukses menggelar sebagai tuan rumah, Unri juga sukses dengan meraih juara. Tinggal mengharapkan 2 wakilnya di bidang IPA dan Pendidikan yang masing-masing dilaksanakan 9-11 Juni 2008 di Univeristas Andalas dan 6-9 Juni 2008 di Universitas Negeri Jakarta, hingga semua wakil Unri berada di Semarang.
Juni 2, 2008
· Disimpan dalam instropeksi

Kepulan asap tebal mencuat di udara daerah Pekanbaru paling ujung. Semakin keujung asap itu semakin tebal dan menghitam. Hati pun mulai was-was saat itu. Asap itu sepertinya berasal daerah yang juga aku tinggali. Kebakaran, itu adalah sebait kata yang muncul dibenakku yang semakin cemas. Semakin dekat, terlihat jelas api yang membuat asap itu muncul. Merah membara dan siap melalap semua yang berada di dekatnya.
Ternyata dugaanku benar, api telah melalap beberapa rumah yang berada di jalanan menuju rumahku. Aku hanya bisa menyaksikan kejadian itu dengan sedih dari kejahuan. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Begitu juga dengan “penonton” lainnya yang benar-benar menjalani lakonnya.

Para orang tua yang berada di rumahnya saat kejadian kebakaran itu sibuk mengeluarkan barang-barang berharganya menuju tanah lapang yang tepat berada di TKP. Namun, ironinya ada juga sebagian mereka yang baru pulang kerja telah mendapati rumahnya telah rata dengan tanah. Belum lagi, ketika anak-anak yang baru pulang sekolah harus menerima kenyataan bahwa ia tidak punya lagi tempat berpulang.
Kebakaran yang terjadi Jumat (29/5) sore itu tidak menimbulkan korban jiwa. Walau demikian, 15 rumah dinyatakan rata dengan tanah akibat kebakaran itu.
Juni 2, 2008
· Disimpan dalam info
Setelah sukses menggelar Olimpiade Kimia 5 Tahun 2007 yang lalu, kini Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia FKIP Unri bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia (Himaprostpek) kembali menggelar Olimpiade Kimia (OK) 6 Tahun 2008.

Bang Herman dengan semangat 45 memanjat puhun tuk memasang spanduk OK 6…
OK 6 sendiri direncanakan akan berlangsung dari 4-9 Agustus 2008. Waktu 2 bulan bukanlah waktu yang lama untuk menyiapkan segala-galanya. Maka tak heran, jika dari awal Mei kemarin beberapa mahasiswa telah sibuk menyipkan segala kesiapan untuk menghadapi event tahunan itu. Mulai dari penyiapan proposal, pembuatan formulir, penyebaran undangan, hingga buat soal. Tugas yang terakhir adalah tugasku bersama rekan lainnya dari angkatan 2005, 2006, dan 2007.
akhirnya spanduk OK 6 pun terpasang dengan gagahnya
Sungguh pekerjaan yang melelahkan, ditengah-tengah kesibukan UAS, aku harus bekerja ekstra keras untuk membuat soal yang benar-benar berkualitas. Belum lagi harus begadang ampe tengah malam di kampus. Padahal di samping harus nyiapin soal, aku harus mempersiapkan diri tuk presentasi di Unand, belum lagi aku musti buat resensi tiap minggunya, ditambah lagi aku menjadi pembantu dosen walau masih semester 2, sehingga aku kuliahnya persis seperti eight to five para kantoran.
Terlepas dari semua itu, aku harus menerima amanah besar itu. Tentunya Dosen yang memilih aku sebagai salah satu Tim Soal memiliki alasan tersendiri menempati aku diposisi itu. Apa salahnya untuk tahun ini aku kembali memangku amanah besar itu. Bukankah menjaga amanah itu menghindari sifat munafik?