Jika kita berkaca pada bencana di Indonesia, apa yang kita pikirkan? Pasti dalam hati kita berkata, “Ya Allah, ini kah ujian yang Engkau berikan.” atau “Ya Allah ujian ini terlalu berat untuk kami jalani.
Kalo memang benar, itu yang terlintas di benak kita saat terjadi bencana, marilah kita pelajari apa kah benar, bencana itu suatu ujian.
Kita semua tentunya pernah ikut ujian kan, kalo anak TK ke bawah mungkin belum. Nah, sekarang yang ingin saya tanyakan, kalo ikut ujian ada syaratnya gak? Ya jelas ada kan. Bayar ini itu, yang SPP lah, yang buku lah, yang pustaka lah, pokoknya banyak yang harus dibayar. Trus kita juga harus melengkapi nilai mid dan tugas, absennya harus mencukupi, dan masih banyak lagi.
Lalu?
Apakah Allah memberi ujian, tidak memberi syarat ini itu?
Memang sih sebenarnya yang Maha Tahu itu hanya Dia semata, tetapi jika kita berpikir secara logika, manusia biasa aja yang buat peraturan ribetnya minta ampun, apalagi Dia yang menciptakan manusia si pembuat peraturan yang tadi. (P.S bagi yang menjalani perintah-Nya mungkin peraturan itu tidak ribet, berbeda dengan orang yang hatinya setengah-setengah bahkan gak ada untuk menjalankan perintah-Nya).
Terus, sekarang kita lihat, apakah kira-kira bangsa ini patut diizinkan ikut ujian????
Saya bukan menyalahkan siapa yang salah, tapi mari lah kita mengintropeksi diri. Jangan menganggap hal ini sepele. Karena dalam ayatnya Allah pernah berkata, Allah akan menurunkan bencana, jika sudah murka pada semua ummat-Nya tanpa pandang bulu dan orang yang tidak “bersalah” pun akan turut di dalamnya.
Benar, apa yang pernah dikatakan k2k tingkat saya waktu itu, “kalo kita tuh harus berbaik sangka, yang penting kita masih beriman pada-Nya.” Lalu saya membalas begini, “kan lebih baik kita beriman dan mawas diri.” Jadi, mentang-mentang sudah beriman, kita menganggap semua musibah sebagai ujian.
Tapi lagi-lagi muncul pertanyaan, kalo memang benar apa yang dikatakan k2k tingkat saya itu. Sudah sejauh mana kita beriman? Sudahkah kita sadar bahwa memegang tangan yang bukan muhrim itu haram? Sudahkah kita sadar saat sepasang kekasih yang belum nikah berdua-duan di kamar ada yang menyaksikan? Sudahkah kita sadar saat kita mengambil uang rakyat, kita diamati oleh-Nya? Sudahkah kita sadar bahwa shalat itu tiang agama? Sudahkan kita sadar bahwa pada diri kita ada secercah agama universal, yaitu Islam? Masih banyak lagi ketaksadaran kita, mengenai keimanan yang semakin menipis…
Setelah membaca ini, dapatkah kita mengatakan bahwa bencana di negeri kita ini adalah ujian Tuhan?














ristra_pretti berkata,
Maret 25, 2008 @ 6:38 am
Apapun itu namanya, Qt hanya manusia biasa yg memang dihadirkan ke dunia (baca:terminal sementara menuju akhirat)utk mengabdi kepadaNya… So, tetaplah berbaik sangka kepadaNya, karena “Allah swt adalah seperti apa yang disangka kan oleh hambaNya”… Namanya juga “HAMBA”, ya.. emang harus diuji.
Indra berkata,
Maret 25, 2008 @ 6:48 am
kan ada baiknya kalo kita mawas diri k2k…
M.ENDI berkata,
Maret 27, 2008 @ 4:17 am
Myspace Hello Comments & Graphics
sepertinya, tergantung kondisi, kalu kita udah baanyak salah dari pada benarnya maka ini adalah laknat alias azab tuhan, kalo kita masih dalam kebaikan dan kebenaran in adalah ujian. nah, saya menganggap ini bukan lagi sebuah ujian but, ini adalah azab kecil yg tuhan tunjukkan pada kita bahwa hanya padanya lah kita kembali,,
semoga ini semua menjadi bahan intropeksi kita semua. amien
doa kita semua,
“ya ALLAH jauh kan kami dari marabahaya yg akan menimpa aminnn……….”
Indra berkata,
November 1, 2009 @ 9:56 am
bener juga sih di…
tapi kita postiv thingking aja…
@rien berkata,
Maret 27, 2008 @ 5:08 am
yah, thanks to yang namanya manusia. Yang emang udah kodratnya selalu bikin kerusakan dimuka bumi. *udah tersirat dan tersurat loh!*
Sekarang udah tinggal nunggu hari ‘H’ nya ajeee….siapin bekel yeee jangan lupa…:P
*buru-buru tobat!!!!*
@rien…
Indra berkata,
November 1, 2009 @ 9:56 am
iya tuh kak…
liat aja gimana gempa begitu membabi buta menggejala.,…
donnie berkata,
Maret 28, 2008 @ 10:27 pm
sebelum bertanya ujian atau laknat, sebaiknya manusia ngaca dulu dgn perbuatannya, ya gak?
Indra berkata,
November 1, 2009 @ 9:57 am
itu musti…
Azhar berkata,
November 9, 2008 @ 9:40 am
Klo ngomong masalah bencana selalu saja manusia mengeluh dan selalu bilang kalau Dia ( Allah SWT ) tidak adil. namun seberat apapun bencana yang kita hadapi namun itu semua tidak diluar kemampuan.
Mari berbenah diri, sudahkah kita sermua melaksanakan hal yangterbaik yang disiratkan sdalam al-Kitab.
flanella berkata,
Oktober 26, 2009 @ 6:14 am
komentar sYa .. kita hrus sellu mmohon pda tuhan spy kta dijauhkan dri s9l bncana ..
Indra berkata,
November 1, 2009 @ 10:03 am
bener tuh..ini juga harus