Arsip untuk Januari, 2008

Ternyata Kodok juga ’spiderman’

Aku bakalan gak nyangka bisa liat kejadian ini. Berikut aku ceritain kronologis kejadiannya.

Waktu itu aku liat kodok di dapur. Tau gak kodoknya itu-itu aja sejak dulu. Setiap aku liat, pasti aku sodok pake sapu biar keluar.
Tapi yang anehnya dia terus aja masuk.

Setelah ditelusuri ternyata tu kodok lewat celah di bagian bawah pintu.
Karena udah tau, aku sengaja nutup tu lubang. Eh gak taunya tiba-tiba beberapa minggu yang lalu dia muncul lagi. Kurasa ia masuk dari lubang lagi,
karena lubangnya udah kebuka.

Nah, waktu itu aku berpikir keras gimana biar tu kodok gak masuk lagi.
Aku kasih tau deh sama Bapak mengenai kejadian itu. Ternyata Bapak setuju
dan bekerjasama serta bahu membahu untuk membuat pintu lapis ke dua.
Memang sih sekitar sebulan tuh kodok gak muncul lagi, sampai hari itu datang.

“Dra, lihat penggemarmu datang lagi tuh,” kata kakak ku.

“Penggemar dari Hongkong,” kataku sambil mengambil sapu dan menyodok si kodok
sampai keluar.
Aku berpikir mungkin dia masuk saat pintu terbuka.
Jadi aku berpesan pada kakak dan seisi rumah supaya gak bukain pintu. Karena aku
lihat dia masih nungguin di depan pintu saat ’diusir’ tadi.

Tapi tiba-tiba aku yang lagi baca Lovasket kaget, dengan suara kakak ku dari arah dapur.
“Dra, Dra..Lihat sini,” katanya.

“Ada apa?” kataku langsung keluar kamar dan menuju dapur, tapi begitu kagetnya
diriku ketika melihat tu kodok, seperti di bawah ini:

s63002661.jpg

Kebetulan di atasnya dibuat lubang untuk membuku kunci yang ada di dalam.
Sejak itu aku tidak lagi pernah mengusirnya. Aku sangat kagum dengan perjuangan tu kodok. Mungkin dia hanya berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya udara. It’s a scene touching. Ya gak sih…Tauk tuh!!!

Komentar (2) »

Benci dan Cemburu

hkbo0029.jpg

Dimuat juga di Riau Pos, edisi Ahad, 27 Januari 2008

Judul : Antara Aku dan Dia
Penulis : Agnes Jessica
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Pertama, November 2007
Tebal : 217 halaman

Seperti tak mau kalah, novel-novel dewasa pun banyak bermunculan. Bak jamur di musim hujan (kek pers di era reformasi aja.he…). Novel yang biasa isinya didominasi oleh kehidupan remaja, kini harus bersaing dengan novel-novel dewasa. Secara sastra gak kenal umur. Bener gak sih? Walaupun sebenarnya dua-duanya punya pembaca tersendiri.

Nah, salah satu novel dewasa itu adalah Antara Aku dan Dia, hasil karya Agnes Jessica, yang sudah “melahirkan” 31 novel. Ternyata walau berbeda jenis, rata-rata masalah cinta tidak pernah luput ya dari pembahasan penulis, termasuk novel ini.
Cerita dalam novel ini berawal ketika Shasa, anak pengusaha kaya di Metro Lampung, lari dari rumah karena dipaksa nikah. Sementara itu, di saat rencana kaburnya itu ada seorang pemuda bernama Sultan, anak pegawai ayah Shasa yang berniat membunuh ayah gadis itu, akan dibunuh oleh pesuruh ayahnya. Kok pembunuh mau dibunuh?

Karena suatu hal, Shasa dan Sultan kabur bersama, tujuan mereka adalah Jakarta. Tanpa terduga mereka terdampar di sisi gelap kehidupan metropolitan. Mereka berdua terjebak dan saling bergantung untuk beratahan hidup. Karena tiadanya uang, mereka terpaksa tinggal bersama dan mengaku sebagai kakak-adik, walau sebenarnya saling benci.

Namun belakangan, Shasa mengetahui bahwa hatinya telah terisi oleh Sultan sejak pandangan pertama. Shasa mulai kelihatan cemburu jika Sultan berdekatan dengan wanita lain, terutama pada Katrina, tetangganya yang sangat cantik. Begitu juga Sultan, ia kelihatan marah ketika Shasa berduaan pergi bersama Yakub, bos ‘ayam’, he.. jangan parno ya, Yakub itu jual ayam betulan loh, tepatnya ayam goreng.

Jakarta yang keras menekan mereka sampai batas kekuatan terakhir. Mampukah mereka bertahan di tengah godaan untuk dorongan mencari uang secara illegal? Apakah Shasa dapat bertahan ataukah pulang menyerah untuk kembali ke sarang nyaman yang dihuninya selama ini? Semuanya akan dapat Anda temukan dalam novel 217 halaman ini.

Jika dilihat dari segi isi, sungguh novel ini suatu hal yang sangat menarik. Penulis berhasil menuangkan semua masalah sosial yang selama ini menggrogoti ibu kota, ibu kota lebih kejam dari ibu tiri sungguh tergambar dari novel ini. Bahasa yang digunakan pun tidak kaku. Walaupun novel ini berjenre dewasa, sepertinya ini bisa dijadikan referensi buat remaja yang ingin dewasa.

Komentar (2) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (2) »